
Naira:" Kenapa Nabil gak inget sama Nai bunda? kenapa? Nabil jahat,, ini semua pasti karna Nai lama jemput Nabil kan bunda??"
Naira menangis tersedu-sedu sambil memukul dadanya yang teramat sesak.
Hana:" Sudah lah sayang, kamu gak boleh gitu, semua ini cobaan dari Allah, yang penting kamu sehat dulu ya, jangan pikirin yang laen-laen dulu, nanti lama pulih nya. Masalah Nabil biar kan dulu dia seperti itu, mungkin butuh waktu untuk dia mengingat semua nya.."
Naira:" Iya bunda, Nai coba untuk terus berdoa supaya Nabil inget dengan Nai.."
Flash back Off
Surya:" Bil, papa mau bicara sama kamu"
Nabil:" Bicara apa pa?
Surya:" Sebelum kamu kecelakaan, kamu sudah melamar Naira, dan kamu udah janji mau nikahin dia saat kalian berusia 17 tahun.."
Nabil:" Maksud papa?"
Surya:" Papa cuma mau tanya, apakah kamu bersedia melanjutkan pernikahan kamu, atau gimana?"
Nabil:" Pa, aku gak inget Naira, gimana aku mau nikahin dia..?"
Surya:" Bil, papa tau, tapi mungkin ketika kamu sudah menikah dengan Naira kamu akan inget sama dia Bil,,"
Nabil:" Tapi kami masih sekolah pa.."
Surya:" Apa masalahnya? toh ini juga keinginan kamu dulu, asal pihak sekolah gak tau aja gak masalah kan?"
Nabil:" Baiklah, jika iti keinginan papa.."
Surya:" Ya udah, nanti malam kita kerumah ayah Rizal membicarakan kelanjutan pernikahan kalian."
Nabil hanya mengangguk menuruti sang papa, Sebenarnya Nabil juga gak begktu tertarik, bahkan sekarang Nabil juga gak bisa mengingat Naira, tapi demi kesembuhan nya dan demi orang tua nya, Nabil akan berusaha sebaik mungkin.
..........
Malam hari nya mereka pergi ke rumah Naira, karena berada di depan rumah mereka jadi keluarga Surya datang dengan berjalan kaki.
Surya:" Assalamualaikum..."
Rizal:" Waalaikum salam..masuk-masuk.. tumben kalian datang.."
Surya:" Nama nya tetangga..."
Rizal:" Yayaya aku ngerti..... Bunda... ada tamu nih,, buat minum ya.."
Hana:" Siapa?" Hana berjalan ke ruang tamu, "Eh, ada keluarga besan, bentar ya aku buat minum dulu.."
Tak lama setelah Hana membuat kan minum, dia pun ikut bergabung dengan mereka yang duduk di ruang tamu.
Hana:" Silahkan di minum Teh nya..."
Iren:" Makasih Hana..."
__ADS_1
Rizal:" Tumben kemari ada apa? "
Surya dan Iren saling berpandangan, lalu mereka berdua menatap Nabil bersamaan dan itu membuat Rizal juga Hana memicingkan mata,,
Hana:" Sepertinya ada yang serius ya mbak?"
Iren:" Iya Hana..."
Rizal:" Apa rupanya?"
Surya:" Begini, kami mau melanjutkan perjodohan anak kita lagi,"
Rizal:" gimana bisa? Nabil kan hilang ingatan,,"
Surya:" Dengar sulu Zal,, bukan nya aku maksa, tapi mungkin dengan jalan pernikahan ini Nabil bisa pelan- pelan ingat dengan semua nya, di bantu Nabira.."
Rizal:" Apa Nabil setuju?"
Nabil:" Nabil setuju Yah, Nabil juga pengen inget Ayah, Bunda dan Naira.."
Rizal:" Keputusan ada di tangan Naira Sur.. Aku gak bisa maksain dia, setelah sekiah bulan anak mu menolak kehadiran Naira, itu membuat nya sedih."
Nabil:" Maafin Nabil Yah, bukan Nabil menolak, tapi emang Nabil gak inget siapa Naira, jadi Nabil hanya gak mau aja terlalu dekat dengan wanita..."
Rizal:" Baik lah, ayah coba pahami maksud mu, tapi keputisan tetap ada di tangan Naira, dan jika dia menolak ayah mohon jangan berkecil hati ya Bil,"
Nabil:" Iya yah,,"
Rizal:" Bunda, coba panggil Naira kemari.."
Hana berjalan menuju kamar Naira di lantai 2, mengetuk pintu kamar anak nya..
tok tok tok...
Hana:" Sayang, udah tidur belum?"
Ceklek...
Naira:" Bunda... belum kok, kenapa bunda?"
Hana:" Kalau belum tidur yuk keruang tamu, ada yang mau ketemu sama kamu.."
Naira:" Siapa bunda?"
Hana:" Yah, kamu siap-siap aja dulu,, terus turun ke bawah ya, nanti jumpain kami di ruang tamu.."
Naira:" Iya bunda, sebentar ya.."
Hana mengangguk lalu turun lagi ke bawah menemui suami dan calon besan nya..
Rizal:" Mana Naira?"
Hana:" Lagi siap-siap.."
__ADS_1
Rizal:" Ooo.."
Tak lama mereka berbincang, Naira turun menemui mereka ber lima yang ada di ruang tamu, sedikit terkejut Naira, melihat siapa yang berkunjung ke rumah nya malam ini..
Naira:" papa... mama..."
Naira menyalami mereka berdua dan sedikit melirik ke arah Nabil.
Naira:" Kamu sehat Bil?"
Nabil:" Iya, aku sehat."
Masih seperti biasa nya, Nabil nya Ketus dalam menjawab pertanyaan Naira, dan sedikit membuat hati Naira sakit... rapi Naira bisa dengan cepat menetralisir hatinya agar tak ketara sekali terlihat sakit hati nya.
Naira:" Kok tumben mama sama papa kemari, ada apa?"
Iren:" iya, ada yang mau kami bicarakan sama kamu nak.. tapi kamu udah gak pake tongkat?"
Naira:" Enggak ma, Alhamdulillah udah bisa jalan juga Naira, tadi siang udah ke dokter kata dokter Nai udah bisa jalan kok,"
Iren:" Alhamdulillah kalo gitu,,"
Surya:" Gini Nai, sebener nya Papa sama Mama kemari mau melanjutkan lamaran waktu itu, usia kalian juga udah 17 tahun,"
Naira:" Tapi kan Pa, Nabill...."
Surya:" Maka dari itu nai, papa mau minta bantuan kamu juga untuk membantu Nabil mendapatkan ingatannya, dengan cara kalian menikah.."
Naira:" Bukan Naira gak mau pa, tapi Nabil.."
Nabil:" Aku udah setuju kok."
Surya:" Nabil udah setuju Nai, kamu mau kan?"
Naira:" Nai gak tau Pa.."
Rizal:" Apa yang kamu ragu kan Nak? bukannya ini keinginan kalian waktu itu?"
Naira:" Iya yah, tapi sekarang keadaan nya berbeda,, Nai gak mungkin menikahi Orang yang yang cinta sama Nai,,"
Rizal:" Maka dari itu kamu bisa bantu Nabil untuk mendapatkan lagi cinta nya..."
Iren:" Iya sayang, mama pun ingin sekali kamu jadi menantu mama nak,,,"
Naira:" Boleh Nai pikirin dulu ma?"
Surya:" Boleh sayang... Silahkan pikirkan dulu, kalau udah dapet jawaban nya nanti kamu bisa bilang sama ayah kamu ya..."
Naira:" Iya pa, Nai akan pikirkan dengan baik.."
✏️✏️Bersambung...
Apakah Naira akan menerima lamaran Nabil kali ini??
__ADS_1
Next Episode yes...