TAKDIR CINTA NAIRA

TAKDIR CINTA NAIRA
Sarapan


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Hana dan juga Naira langsung menuju dapur, meletakkan belanjaan di meja lalu mereka segera menunaikan sholat subuh karena sudah masuk waktu subuh.


"Bil, bangun.. Sholat subuh dulu... Nabil...." Naira menggoyangkan tubuh Nabil, agar Nabil bangun. Tapi si empunya badan tak kunjung bangun.


"Nanti Aku siram pake aer ya kalo kamu gak mau bangun." Ancam Naira.


Dengan kekuatan bulan,, eh,,,


Dengan sekuat tenaga membuka mata, Nabil langsung duduk, tak ingin di siram air sama Naira, menyesuaikan pandangan nya yang masih buram, mengingat tadi malam Nabil streaming yucup sehingga membuatnya begadang semalaman dan bangun kesiangan.


"Masih belum mau beranjak Bil? Ntar beneran Aku siram nih," Naira sudah standby dengan air dalam gayung.


"Iya sayang ku Naira... ini Nabil mu udah bangun kok,," tapi matanya masih terpejam.


"Ya udah, kalo gitu Aku subuh sendirian aja, yang penting Aku udah bangunin ya, jangan nanti gaduh kamu gak Aku bangunin"


"Eh, iya, iya, ini Aku mandi dulu, tunggui ya, sebentar aja." Nabil langsung lari menuju kamar mandi untuk menyelesaikan tugas nya.

__ADS_1


Selepas mereka selesai sholat subuh berjamaah, Naira mencium tangan Nabil, dengan khusyuk, Naira meneteskan air matanya, meminta maaf pada suami nya,


"Bil, maafin Aku ya, mungkin Aku banyak salah nya sama kamu, di bulan suci ini, Aku mau kamu ridho atas ku, supaya ibadah yang Aku jalani juga mendapat ridho dari Allah..."


"Sama-sama Nai, Aku juga minta maaf, mungkin ada salah kata Aku pernah marahin kamu, atau ngebentak kamu, Aku minta maaf."


Mereka sama-sama tersenyum, lalu dengan khidmat, Nabil mencium puncah kepala Naira seraya memanjatkan doa agar rumah tangga nya selalu di beri keberkahan.


........


"Nai, Bil, Sarapan dulu,," Teriak Hana dari ruang makan.


Duduklah empat orang di meja makan yang cuma ada nasi goreng telur ceplok.


"Hari ini anak ayah mau masak apa untuk mertua?" Tanya Rizal pada Naira.


"Kata Bunda sih mau masak rendang yah, tadi kami ke pasar beli daging sapi. Mahal rupanya.."

__ADS_1


"Memang, di beberapa daerah bahkan bisa lebih tinggi dari harga biasanya disini."


"Memangnya kamu bisa masak Nai? orang mau makan salad buah aja minta di buatin bunda.."


"Jangan ngejek kamu tuh, ntar jamu nagih masakan Aku, hayooo..."


"Udah, lagi makan jangan begadoh, makan dulu, ntar aja kita liat hasil nya Bil, kalo enak, mulai besok Naira kita suruh masak aja gimana?" Rizal menggoda anak nya..


"Boleh tuh Yah, jadi nya kan betah di rumah kan Yah, apalagi sekarang harua di rumah aja." Timpal Nabil.


"Jangan gitu donk, disini masih ada master nya loh, Aku mah apa atuh, hanya butiran debu di bandingkan Bunda yang masakan nya udah di makan hampir seluruh orang Indonesia," Naira merendah


"Kamu tuh, jangan bilang gitu ah, kan Bunda jadi tersanjung... naek nih telinga Bunda..." Hana malu tapi mau kalo di puji.


"Bunda ih, kan Nai cuma becanda aja Bun,"


"Bunda paling seneng kalo Nai serius.., hehehe"

__ADS_1


Jadilah meja makan penuh dengan canda tawa orang tua dan anak. Mereka tak terburu-buru makan, karena tak ada yang di kejar kali. Sampai pada akhirnya, setelah makan, Hana dan Naira beranjak ke dapur untuk menyiapkan masakan guna untuk punjungan ke orang tua Nabil, sedangkan Nabil dan Rizal memilih untuk bermain bulu tangkis.


__ADS_2