TAKDIR CINTA NAIRA

TAKDIR CINTA NAIRA
Munjung


__ADS_3

"2 hari lagi kita puasa ya..."Nabil berkata pada Naira yang sedang duduk di ayunan menikmati salad buah yang di buat Bundanya tadi malam.


"Iya, Enak bener ya libur panjang gini, gak ngapa-ngapain, di rumah aja, rebahan mulu. Aku tambah gendut tau gak Bil,," Balas Naira masih sambil ngunyah buah segar di dalam mulutnya.


"Kamu tuh kalo di suruh di rumah aja bukan nya ngerjain halhhal yang guna, ini malah makan tidur doank, makanya kamu gendut." ejek Nabil


"Jadi kamu gak suka kalo Aku gendut Bil?"


"Tergantung,,"


"Tergantung apa?"


"Kalo kamu gendut tapi masih sekseh Aku bakalan suka.." Nabil cekikikan melihat Naira yang melotot.


"Jadi kalo Aku gak seksi kamu gak suka?" Naira mulai cemberut.


"Iya gitu deh,,"


"Kamu jahat, Aku sebel..." Naira memukul lengan Nabil.

__ADS_1


Sungguh candaan mereka bakal membuat siapapun iri, Candaan yang bermanfaat dan dapat menambah pahala. Mungkin bagi sesiapapun yang melihat tak akan ada yang tau kalau mereka sudah menikah, mereka hanya akan melihat sepasang remaja yang tengah di mabok cinta sedang bersenda gurau seakan dunia milik mereka berdua. Dan yang lain cuma ngontrak.


"Kalian ini kenapa sih? Kalo di rumah aja malah berantem aja kerja nya. Gak ada kerjaan laen apa?" Tanya Hana yang datang dari dalam rumah sambil membawa salad Buah yang di buat nya.


"Gak ada sih Bun, tapi Ada juga sih selaen berantem kami nya.."


"Apa?"


"Rebahan..." Jawab Nabil dan Naira kompak. Mereka tertawa lepas.


"Kalo gitu aja kalian kompak, gak ada manfaat nya rebahan mulu itu.."


"Apa?"


"Hehe,, liat nih..." Naira menunjukkan pipi cubbhy nya pada Hana, " Aku tanbah gendut...hihihi"


"Kamu nih... Kamu gak makan salad buah buatan Bunda Bil? Enak loh, seger di makan panas-panas gini,,"


"Enggak Bun, 2 hari lagi kan puasa, bahkan hawanya udah terasa sekarang,"

__ADS_1


"Iya sih ya,," Hana memegang dagunya. "Besok kan megang dek, kamu harus munjung ke tempat mertua mu, ini puasa pertama kamu punya mertua loh," Kata Hana pada Naira


"Munjung itu apa Bun?" Naira bingung, pasal nya dia tak mengerti hal yang begituan. Bunda nya pun tak pernah melakukan nya karena mereka lama terpisah dengan kakek nenek nya.


"Bunda sih susah jelasinnya, tapi intinya, Kita berkunjung ke tempat orang tua atau kerabat yang lebih tua dengan membawa rantang yang berisikan Nasi, daging, mie, dan biasa nya ada sambal goreng nya juga. Dibawa nya pas hari megang Nak,"


"Berarti besok donk Bun?"


"Iya, besok pagihpagi kamu ikut Bunda ke pasar, kita belanja untuk masak buat punjungan ke rumah mertua kamu."


"Harus Nai yang masak Bun?.Bunda aja deh..." Naira bukan gak mau masak, tapi gak yakin kalo dia bisa memuaskan lidah merrua nya dengan masakan ala kadarnya Naira.


"Orang tua itu paling senang di kasih masakan pertama anak-anak nya, bukan Harta yang di mauin, tapi perhatian yang tulus, dengan kamu berusaha masak untuk mertua kamu, mereka udah punya respect sama kamu, dan mereka juga pasti berfikir kalo kamu itu bener-bener perhatian sama mereka."


"Gitu ya Bun? Iya deh, besok Nai yang masak untuk Mama Papa, tapi Bunda ahjarin Nai ya, ntar salah pula."


"Pasti donk sayang, gak mungkin lah Bunda biarin anak Bunda malu karena masakan nya keasinan..hehehe"


Naira hanya terkekeh mendengar penuturan Bunda nya, begitu juga dengan Nabil.

__ADS_1


"


__ADS_2