
"Assalamualaikum...." Naira mengucapkan salam pada orang-orang yang ada di dalam rumah Rere.
"Waalaikum salam..." jawab mereka serempak.
"Wah,, kak Nai cantik banget ya, seger di liat nya...Kak Nabil juga... eh eh, tapi kayaknya mereka couple ya kan we??" celetuk Dina yang membuat Naira jadi malu.
"Ah, kamu Din, bisa aja... kebetulan aja kita pake baju yang sama..." jawab Naira yang udah memerah wajahnya.
"Kak Nabil, Kak Nai cantik kan?" tanya Sesil gantian.
Nabil tersenyum sambil memandang Naira, "Cantik banget malah..."
"Ecieciecie........" Sorak sorai suara anak-anak menggema di ruang tamu rumah Rere.
"Udah donk, jangan godain Aku terus, kan Aku malu, nanti batal puasa Aku..." ucap Naira malu-malu. "Eh, ini Re, kami gak ada beli apa-apa, cuma semangka aja.." lanjutnya memberikan semangka pada Rere.
"Ya ampun kak, ngapain repot-repot loh,, kan Aku yang undang kakak,"
"Ya udah gapapa,, biar berkah..hehehe"
__ADS_1
"Amiiinn...." jawab teman-teman sekelas serempak.
Mereka pun saling bersenda gurau menikmati sore yang indah sebelum waktu berbuka puasa. Saling bercengkrama tapi gak ngegibahin orang ya, karna waktu berbuka tinggal hitungan menit, maka mereka berkumpul di ruang tamu yang di buat lesehan mendadak mengingat banyaknya teman sekelas Rere.
Alhamdulillah. hari ini mereka semua hadir, tak ada yang berhalangan.
"Allahuakbar..... Allahuakbar...."
Adzan Maghrib berkumandang, menandakan saat berbuka puasa telah tiba, mereka yang berpuasa sudah mendapatkan minuman masing-masing dan setelah membaca doa buka puasa yang di pimpin Nabil, mereka minum dari gelas masing-masing.
"Alhamdulillah..." Mereka kompak mengucap syukur atas kesempatan berpuasa yang mereka jalani hari ini. Sampai mereka melepas dahaga mereka, masih di berikan umur untuk menikmati puasa mereka.
Sambil makan, mereka juga sesekali bercanda dan bercengkrama, bertanya jawab soal sekolah dan pelajaran. Walaupun mereka gak sekolah, tapi komunikasi mereka sebagai teman sekelas masih terjalin dengan baik, mereka juga punya grup chat untuk saling berbagi kabar dan informasi apapun itu.
Kelas mereka termasuk kelas yang kompak, mereka akan saling membantu jika ada teman yang kesusahan, jika tidak bisa di selesaikan secara personal, maka mereka akan melakukan musyawarah untuk mendapatkan hasil terbaik.
"Oh, iya.. minggu depan, kita buka puasa di Green Caffe ya semuanya... sekalian kita syukuran karena Nabil udah sembuh dari Amnesianya.." kata Naira memecah suasana yang hening setelah makan.
"Waaahhh,,, makan enak nih, kan Bunda Kak Nai pemilik Green Caffe.. pasti masakannya enak semua...." celetuk Gama yang memang sudah tau kalau Bunda Naira pemilik Green Caffe.
__ADS_1
"Iya kah?" tanya Susi.
"Iya, Green Caffe udah terkenal dan tersohor di kancah Nasional tau, cabang nya ada dimana mana," Lanjutnya.
"Waaahh... Kak Nai keren... Boleh lah kalo kita kesana di kasih potongan harga..." Susi menambahkan,,
"Insyaallah boleh sama Bunda," Jawab Naira..
"Kakak kok gak pernah bilang sih, kalo kakak anak pemilik Green Caffe?" tanya Rere.
"Emangnya kenapa?"
"Ya gapapa... itu berarti kakak gak sombong orang nya, gak pamer juga, Aku bangga berteman sama kakak..."
"Kami jugaaa...." kata mereka serempak,,
"Makasih semuanya..."
Naira bahagia memiliki teman-teman seperti mereka.
__ADS_1