
Di tengah perjalanan menuju parkiran, Naira menghentikan langkah nya, meminta Hana juga berhenti. "Kenapa dek? Tanya Hana yang heran.
"Itu Bun, Kasian deh," Naira menunjuk pada pengemis tua yang duduk meringkuk di sudut toko yang tidak buka. Dengan tampilan yang compang camping, lusuh, dan seperti nya beliau juga punya kekurangan fisik.
"Ya udah, Ayok..." Hana menarik Naira menjauhi pengemis itu. Naira gak habis pikir kalo Bundanya tega membiarkan pengemis tua itu kelaparan tanpa mau memberikan sedekah.
"Kita mau kemana Bunda? Terus kenapa Bunda gak kasih uang sama pengemis itu? Biasanya Bunda kasih kalo ada yang minta-minta." Tanya Naira bingung.
Hana tak menjawab pertanyaan putri nya, dia hanya menarik Naira menuju ke kedai yang menjual sarapan subuh, Naira hanya menautkan alisnya bingung.
"Mbok, Nasi uduk nya 1 ya, lauknya pake rendang. Jangan pedes ya Mbok,, sama teh anget 1." Pesan Hana pada si Mbok yang menjual sarapan nasi uduk.
"Nggih Buk, Tunggu sebentar nggih.." ucap Nenek itu ramah.
"Kok kemari si Bun? Bunda lapar? kan bisa makan di rumah, lagian gak biasa nya jam segini Bunda laper.."
__ADS_1
"Nai... Nai..." Hana menggelengkan kepala. "Kamu itu polos banget sih, bukan nya Bunda lapar, tapi Bunda beli nasi untuk pengemis tadi, kan kamu bilang kasian. Nanti kita balik lagi sekalian kamu kasih nih sedekah buat bapak tadi."
Naira mulai berkaca-kaca, tak di sangka nya hati sang Bunda masih mulia seperti biasanya, tadi Naira sempat seudzon sama Hana karena tak menghiraukan orang yang sedang membutuhkan.
"Maafin Nai Bun..." Naira berkata lirih hampir menangis, membuat Hana kelabakan.
"Loh, loh dek, kok kamu nangis?.Bunda buat salah? atau ada yang sakit??" Hana panik.
Cepat-cepat Naira menggelengkan kepala. "Bukan Bun, gak ada yang sakit kok," Naira terisak.
"Jadi kamu kenapa? Kenapa nangis??"
"MasyaAllah anak Bunda,, ya udah gapapa kok, jangan nangis lagi. Malu di liatin orang."
"Iya, tadi Nai sempet mikir kok Bunda berubah gak peduli lagi sama orang susah, maafin Nai ya Bun,,"
__ADS_1
"Iya sayang, gapapa. Hari biasa aja kita di wajibkan sedekah, apalagi ini menyambut bulan suci, bulan yang penuh berkah, kita malah harus banyak-banyak sedekah, pahala nya di lipat gandakan, dan yang terpenting rejeki kita itu juga berkah. di ridhai Allah SWT"
"iya Bun, maafin Nai ya sekali lagi,,"
"Udah ah, masak anak Bunda yang udah punya mertua cengeng, malu entar kali Nabil tau, pasti kamu tambah di ejekin..hehehe"
"Bunda...." Naira merasa malu sendiri.
"Ini Buk, udah siap, semuanya 25 ribu," Percakapan Naira dan Hana terhenti karena pesanan mereka sudah selesai.
"Makasih Mbok, ini uang nya," Hana dan Naira beranjak dari kedai itu setelah mendapat balasan ucapan terimakasih.
Satu hal lagi yang Naira dapat ambil hikmah nya hari ini, gak boleh berprasangka buruk pada orang lain selagi kita gak tau apa yang akan di lakukan nya, sebisa mungkin selalu berhusnudzon suapaya hati tetap bersih dari prasangka buruk yang dapat menjerumuskan kita menjadi orang yang berpikiran buruk.
"Astaghfirullah al Adziim....
__ADS_1
✌️ Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.....
Semangat 2 hari puasa kakak?? semoga lancar sampai akhir,,, Maaf lahir batin green ucapkan jika ada salah kata dan membuat kakak semua menunggu, dan janganlah berprasangka buruk ya... hehehe sebab green lama gak update, insyaallah Green bakalan sering update sekarang untuk memenuhi kewajiban..😘