TAKDIR CINTA NAIRA

TAKDIR CINTA NAIRA
Tekad Nabil


__ADS_3

Saat seperti ini, di tatap mata para orang tua sudah lebih mencekam rasanya daripada ujian akhir sekolah yang di awasi mata Guru pengawas. Nabil harus bisa meyakinkan semuanya.


Nabil:"Nabil minta maaf ayah, bunda, tapi perasaan Nabil sama Naira gak main-main. Nabil tau, menurut kalian kami ini masih kecil, tapi Nabil udah jatuh cinta sama Naira sejak 10 th yang lalu, sejak kami masih sama-sama di TK, Nabil gak mau kehilangan Naira, bahkan sampai sekarang Nabil juga bisa kok jaga perasaan Nabil untuk Naira."


Rizal:"Terus apa pernikahan itu cuma modal cinta nak? kalau kamu ngelamar Naira saat kamu udah dewasa mungkin ayah akan terima, saat kalian udah sama-sama siap ayah pasti akan langsung terima."


Nabil:"Kedewasaan gak pandang usia yah, bahkan ada orang yang sudah tua pun masih kayak anak-anak. Lagian ayah mau kalau Nabil ngajak Naira pacaran? Pacaran dalam islam di larang yah, mendatang kan mudharat, lebih bagus kami menikah yang membawa berkah. Semua yang kami lakukan mendapar pahala."


Mendengar penjelasan Nabil, Rizal mendadak terdiam, apa yang dikatakan anak ini memang benar, tapi mengingat mereka masih dibawah umur dan masih sekolah, itu yang membuat Rizal kepikiran, belum lagi kalau mereka melakukan hubungan intim. Pasti anak semata wayangnya hamil dan jadi ibu muda, rasanya Rizal gak bisa membayangkan nya.


Rizal:"Memang benar yang kamu katakan Nabil, tapi apa kamu gak berpikir nanti kalian juga akan melanjutkan cita-cita kalian? terus kalau Naira Hamil saat dia masih sekolah gimana? Kalian pasti akan di keluarkan dari sekolah."


Nabil:"Nabil janji yah, gak akan melakukan itu sebelum kami tamat sekolah. Ayah percaya sama Nabil kan?"


Rizal:"Menurut bunda gimana?"

__ADS_1


Hana:"Tanya sama Naira aja yah, Bunda ikut keputusan ayah."


Rizal:"Ya udah, bunda panggilkan Naira ya."


Hana:"Iya yah.


Naira yang berada di balik dinding merasa deg-degan, cepat-cepat dia masuk ke dalam kamarnya sebelum sang Bunda mendapatinya telah menguping pembicaraan mereka.


Bagaimana tidak, sebelum kerumahnya, Nabil telah memberitahukan maksud kedatangannya pada Naira melalui chat WA. Itu membuat Naira sangat gugup, dia memang menyukai Nabil, tapi untuk menikah, dia sependapat dengan ayahnya. Mereka masih di bawah umur, tak mungkin juga KUA menerima pernikahan mereka, karena anak-anak di anggap cukup umur ketika mereka menginjak usia 17 tahun. dan sekarang mereka masih 16 tahun. Masih harus menunggu setahun lagi baru mereka cukup umur untuk menikah.


Sungguh Naira tak dapat memikirkannya. Tapi hanya tinggal beberapa bulan lagi mereka akan naik kelas, dan usia mereka menginjak 17 tahun, sepertinya Naira sudah punya jawaban untuk Nabil.


Hana:"Sayang, keluar yuk, ada Nabil tuh di depan."


Naira:"Iya bunda, sebentar,."

__ADS_1


Ceklek...


Hana:"Udah siap?" Hana mengusap kepala anaknya


Naira:"Huft.... Insyaallah siap bunda. yuk.."


Rizal:"Tuh Naira udah keluar. Sini sayang duduk sama ayah."


Naira duduk di samping ayahnya, dengan wajah yang sedikit memerah karena malu, Nabil yang melihatnya pun hanya mampu tersipu malu juga mengingat kedatangannya kemari dengan niat melamarnya.


Surya:"Naira sayang, dulu om pernah tanya sama Nanai kan, kalau Nabil bisa bilang R Naira mau gak nikah sama Nabil? Terus Naira jawab Mau. Sekarang kami datang kemari untuk melamar Naira, jadi gimana jawabannya menurut Nanai sendiri?"


Nanai yang di tanya seperti itu pun tersenyum malu dan menundukkan kepalanya.


Bersambung dulu ya kakak...

__ADS_1


😘😘😁


Like komen dan love juga..


__ADS_2