
*Bintang terlihat terang
Saat dirimu datang
Cinta yang dulu hilang
Kini kembali pulang
Lihatlah dia mulai bernyanyi
Coba merangkai mimpi
Cinta yang dulu pergi
Kini datang kembali
Wajahmu mengingatkanku
Dengan kekasihku dulu
Wajahmu mengingatkanku
Dengan masa laluku
Kekasih yang dulu hilang
Kini dia t'lah kembali pulang
Akan 'ku bawa dia terbang
Damai bersama bintang
Kekasih yang dulu hilang
__ADS_1
Kini dia t'lah kembali pulang
Betapa senang kudendangkan
Dan takkan 'ku lepaskan*
Kembali Pulang by Kangen Band
Lagu yang dinyanyikan Naira saat mereka berada di kamar berdua. Sudah dua hari Nabil pulang kerumah, dan dalam dua hari itulah Nabil menggunakan waktunya untuk beristirahat.
Nabil hampir meneteskan air matanya ketika Naira menyanyikan lagu di iringi dengan gitar. Bukan hal aneh lagi Naira bisa main gitar, tak lepas dari pengajaran sang Bunda, selain berkecimpung di dunia kuliner, sang Bunda juga berbakat dalam hal tarik suara.
Hanya aja sang Ayah melarang kegiatan Bundanya yang terlalu padat, jadi Hana hanya bisa menjalankan bisnis nya saja, dan gak berniat masuk ke dunia tarik suara. Karena dia ingin menjadi wanita karir tapi tetep bisa mengurus dan memanjakan anak dan suami.
Sekarang mereka berada di rumah Surya, dan saat ini kedua orang tua nya masih sholat taraweh di masjid. Jadilah Naira menunggui Nabil yang masih dalam proses pemulihan, lagian Naira masih dalam keadaan belum suci.
"Kamu suka gak lagu nya?" Tanya Naira saat Nabil memandangnya dengan senyuman.
"Makasih... Aku seneng kamu udah inget semuanya,,," Kata Naira lirih
"Kenapa?"
"Selama kamu ilang ingatan, perasaan kamu berbeda, gak seperti Nabil yang dulu, kamu emang sayang sama Aku, tapi karna Aku istri kamu, bukan karna kamu dari dulu udah cinta sama Aku."
"Maafin Aku ya Nai, udah sempet lupa sama kamu.." kata Nabil lirih.
"Yang penting sekarang kamu inget Aku Bil, Aku seneng. Dan Aku sayang banget sama kamu, rasanya Aku rinduuuuu banget."
"Hehehe, kamu bisa aja. Aku pun sama, walaupun sekarang kita udah nikah, tapi kaya nya ada yang hilang waktu itu. Kita nikah, tapi perasaan Aku beda, kayak nolak gitu, tapi saat ini yang Aku rasain itu seneng luar biasa.."
"Alhamdulillah kalo gitu. Kamu jangan sakit-sakit lagi ya, Aku takut kehilangan kamu lagi, cukup sekali kamu pergi dan jangan pergi-pergi lagi. Aku gak ijinin."
"Iya sayang,, makasih udah mau nungguin Aku.."
__ADS_1
Nabil memeluk Naira erat, sangat erat, seolah-olah ini akan jadi pelukan terakhir mereka. Dan Nabil tak akan rela melepaskan pelukan hangat ini segera.
"Nai,.."
"Hemmm? Naira mendongak melihat wajah Nabil.
"Boleh gak?"
"Apa?"
"Mm.. anu,.. itu..."
"Anu... itu... apa?"
"Aku pengen Nai... Boleh gak?"
Deg,,
Perasaan Naira tiba-tiba aja merinding disco? apa maksud Nabil? pengen apa? cium? kan biasanya gak pake ijin dulu.
"Nai..."
Naira masih membeku dengan pertanyaan Nabil, hati nya udah berdebar-debar mendengar kata-kata 'pengen'.
"Mmm... Mak... maksud Kamu apa Bil?" Gugup Naira menjawab pertanyaan Nabil.
"Kita kan udah nikah nih. Kok Aku pengen Kamu...."
"Eh, bentar Bil. Aku mau ke kamar mandi dulu, udah gak tahan, kebelet banget, bentar ya.."
Omongan Nabil terpotong oleh Naira yang berpura pura kebelet, padahal mah Naira gugup luar biasa.
✌️Lah. Bulan puasa ini Bil, Lu mau apa rupanya sama Naira? Hayo... kalian yang lagi puasa mikir nya apa??🤭
__ADS_1