TAKDIR CINTA NAIRA

TAKDIR CINTA NAIRA
Pecel


__ADS_3

Naira sudah berada di rumah Iren, dan mereka sekarang udah berada di dapur, waktu sudah menunjukkan jam 2 siang.


Sebenernya gak ada bedanya tinggal disini atau di rumah Hana, karena Naira dan Nabil juga terkadang sering tidur dirumah Surya, apalagi jika Rizal maupun Hana sedang keluar kota.


"Apa aja yang harus Nai siapkan Ma?" Tanya Naira pada Iren yang sedang menggoreng kacang untuk buat pecel.


" Kamu bisa siapkan Bawang putih, 3 lembar Daun jeruk iris halus,1 sendok makan air asem jawa, 3 sendok makan Gula merah iris, sama Garam.


Terus nanti kamu sediain 300 ml Air matang, 5 buah Cabe rawit, 1/2 sendok teh Terasi dan Kencur.


Kalo udah Kamu siapin semua, biar Mbok Nah yang tumbuk semua bumbu nya, tolong ya Mbok. "


"Iya Nyah.."


Naira pun bergegas menyiapkan bahan untuk membuat bumbu pecel nya seperti apa yang di katakan Mama Iren.


Setelah selesai, Naira memberika bahan bumbu pada Mbok Nah untuk di cuci terlebih dahulu sebelum di tumbuk sampai halus.


"Mah, Nai udah selesai ini sama bumbu nya, terus apa lagi Mah?"


"Oh, udah selesai?"


"Iya,,"

__ADS_1


" Sekarang tolong Nai masak air ya setengah panci aja untuk ngerebus daun singkong dan juga kacang panjang serta tauge."


"Iya Ma,"


"Itu tadi udah Mama cuci semua ya Nai, tinggal kamu masukkan aja nanti sayur nya kedalam panci kalo air nya udah mendidih."


Sambil menunggu air nya mendidih, Naira mengambil buah Timun dan mulai mengupas kulitnya untuk selanjutnya di cincang sebagai tambahan pecel.


"Mah, airnya udah mendidih ini, apa dulu yang di masukkan?"


"Kamu masukka dulu tauge nya, jangan lama-lama. cukup sebentar aja supaya layu aja dia."


"Segini udah cukup Ma?" Tanya Naira saat melihat tauge sudah dalam keadaan layu.


"Siap Ma,,"


Setelah mengangkat kacang panjang, Naira hendak memasukkan daun singkong yang udah di petik, tapi di cegah Iren,


"Tunggu Nai,,"


"Eh, kenaoa Ma?" Tanya Naira bingung.


"Ada baiknya kamu tambahkan garam dulu ke dalam airnya, supaya hasil rebusan daun singkong nya gak kuning atau kemerahan, jadi daun singkong akan tetap berwarna hijau dia."

__ADS_1


"Oh gitu, Iya Ma, ini Nai masukin garam, segini cukup?" Tunjuk Naira pada garam yang ada di genggamannya.


"Iya Bisa. Habis otu kamu bisa goreng Tahu sama Tempe nya Nai?"


"Bisa Ma,"


"Gak takut kepletikan minyak kamu?"


"Enggak lah Ma, kalo takut kena minyak panas ya gak usah masak kan ya?" Naira terkekeh.


"Pinter kamu, sekarang kan banyak anak cewek yang gak mau masak karena takut kecipratan minyak panas."


"Kalo gak dari situ kapan perempuan mau nyenengin suami kan Ma?"


"Iya bener, Mama juga belajar dari kesalahan, makanya Mama belajar masak."


"Kesalahan?"


"Masa lalu sayang.. udah, gak usah di bahas, sekarang kamu goreng tempe sama tahu nya, tuh minyaknya udah panas."


Naira mengangguk dan mulai memasukkan satu persatu tempe dan tahu yang akan di goreng.


Yah, sekarang Iren bukan cuma bisa masak, tapi bisa di bilang jago. Karena kesalahan di masa lalu yang membuat pintu hatinya terbuka untuk belajar masak. Ini semua tak lepas dari bantuan Hana yang mengajarinya memasak.

__ADS_1


Maka sekarang Iren sangat berterimakasih dengan Hana, karena selain dia bisa menyenangkan suami dengan masakan rumahan, dia juga bisa mengajari menantunya memasak.


__ADS_2