
Nabil dengan frustasinya memikirkan kapan dia ketemu Naila coba? Aahhhh....Nabil mengacak rambutnya.
Falshback on
Nabil:"Naila, nanti kita ketemu lagi kan? aku bakal nyusulin kamu kesana sama papa aku."
Naira:"Iya Nabil, nanti kita ketemu lagi."
Nabil:"Kamu tenang aja, nanti kalo udah besal, kalo kita ketemu aku pasti ngenalin kamu.."
Naira:"Mana bisa, aku bakal berubah jadi cantik kayak prinses, jadi kamu gak bakal tanda sama aku."
Nabil:"Aku pasti tanda sama kamu Naila"
Naira:"Iya deh iya...selama aku pigi kamu belajar ucap huruf R terus ya, jadi biar gak salah nyebut nama aku lagi."
Nabil:"oke Naila."
__ADS_1
Nabil meletakkan sebelah tangannya ke dahi sebagai tanda hormat untuk Naila, Naila hanya terkiki melihat tingkah Nabil yang memang lucu menurutnya.
Diapin sehera berlalu meninggalkan Nabil dan keluarganya menuju kota A.
Flashback Off
Dia merebahkan dirinya di atas kasur kesayangannya, entah kenapa tiba-tiba dia teringat wajah Nanai temen sebangkunya dan juga tetangga depan rumahnya. Lalu diapun mengambil foto Naira kecil yang sudah lama sekali dari laci mejanya. Sambil bermonolog sendiri.
"Naila, aku tuh pengen banget ketemu kamu lagi, kamu bilang kita pernah ketwmu, tapi kapan?kenapa aku gak tau? sekarang aku udah bisa bilang R tau. Kamu pasti terkejut."
Setelah bermonolog dengan dirinya sendiri, Nabil mengarahkan kepalanya ke atas bantal untuk tidur, tak butuh waktu lama untuk dirinya terbang ke alam mimpi.
Ah, sudah lah, Batinnya.
Pagi ini Naira sampai di kelasnya kepagian, dia belum melihat ada 1 manusia pun di dalam karena memang dia yang datang pertama. Tak lama Nuke masuk melihat Naira yang sedang membaca Novel di bangkunya. Lalu dia mendekati Naira dengan wajah yang sedikit di tekuk dan langsung duduk di bangku Nabil.
Nuke:"Aku tuh udah lama suka dengan Nabil, pegen duduk di samping Nabil, tapi Dia tak pernah ngijinin aku duduk disini.
__ADS_1
Kamu tiba-tiba dateng langsung bisa akrab sama dia, sebenernya aku gak suka, tapi aku gak punya hak."
Naira:"Maksud kamu bilang begini apa ya?"
Naira terlihat bingung dengan penuturan Nuke.
Nuke:"Aku mau kamu jangan sok ke geeran sama Nabil, dia itu punya aku."
Nuke menatap mata Naira dengan sinis.
Naira:"Loh, kok jadi ngancem aku? Aku gak pernah ya goda-godain Nabil, kami cuma temen. Lagian bukannya Nabil masih setia nungguin temen masa kecil nya dia ya? berarti gak ada tempat tuh buat kamu."
Nuke yang mendengan ucapan Naira hanya dapat terpaku di tempat, hendak dia membalas kata-kata Naira tapi keburu bannyak temen-temen yang pada masuk kelas. Jadi Nuke hanya bisa memandang Naira sinis dengan ekor matanya yang tajam.
"Apa-apaan Nuke, emang nya dia siapa berani ngelarang-ngelarang aku deket sama Nabil, pacar bukan apalagi istri? Lagian kamu belum tau aja sih Nuk, kalo aku adalah temen masa kecilnya Nabil."
Tak lama bel berbunyi menandakan kelas akan segera dimulai, seperti biasa Nabil datang di saat suru datang dan langsung duduk di mejanya.
__ADS_1
Bersambng kak...