TAKDIR CINTA NAIRA

TAKDIR CINTA NAIRA
Masa lalu


__ADS_3

"Ma... Pa...." Nabil menegur Mama dan Papa nya yang sedang menonton tv di ruang keluarga.


"Ya? Ada apa nak?" Kata Iren menyahuti Nabil.


"Gapapa, Nabil cuma rindu sama Mama dan Papa, rasanya udah lama banget kita gak kumpul begini.." Nabil duduk di sebelah Iren dan memeluk sang Mama.


"Kok tumben sih anak lelaki Mama manjah banget? Istri kamu kemana?"


"Ada di kamar, masih nyetrika baju."


"Padahal ada mbok Nah, tapi Nai selalu aja gak mau kalo kerjaannya di kerjain orang lain, heran mama tu,"

__ADS_1


"Kan udah biasa Ma, Bunda ngajarin mandiri dari dulu, jadinya Naira terbiasa melakukan apa-apa sendiri" Jawab Nabil.


"Bangga Mama tuh punya mantu kayak Naira, memang gak salah pilih kamu tuh cari istri Bil," Iren menambahkan.


"Iya Donk, Aku kan kayak Papa, yang gak salah pilih cari istri kayak Mama,, ya kan?"


Sontak senyum kedua orang tua tersebut langsung lenyap, di gantikan dengan senyum kikuk, untung saja sang anak tak menyadari hal itu.


Bukan hanya Surya yang mengalami penyesalan seperti itu, bahkan Iren lebih lagi menyesal, karena dia menikahi Surya saat Surya masih berstatus suami Hana.


Lagian Anak Hana dan Rizal sekarang sudah menjadi bagian dari keluarga Dinata.

__ADS_1


"Makanya kamu itu jangan pernah sakiti Naira apapun keadaannya. Papa akan sangat membenci hal itu Bil," Surya membuka suara saat kenangan buruk muncul di ingatannya.


"Iya Pa, Nabil akan berusaha sekuat badan dan hati untuk menjaga tubuh gmdan hati Naira supaya dia tak akan kecewa sama Nabil."


"Dan Kamu inget Nak, jangan pernah ada orang ke tiga di antara kalian, Mama gak akan segan-segan menghukum kamu kalo Mama tau Naira tersakiti karna orang ke tiga. Kamu ngerti Bil?" tanya Iren. Iren sangat mewanti-wanti anak nya agar tak menjadi seperti orang tuanya, menghancurkan rumah tangga karena orang ke tiga.


Iren membatin, mungkin jika saat itu Takdir tak mengambil nyawa Ayah nya, mungkin saat ini dia akan ikhlas Surya menikah dengan Hana. Tapi apalah daya mereka hanya manusia, tak dapat menentukan takdir apa yang akan mereka jalani.


Saat ini Iren hanya akan fokus untuk kesembuhannya, karena semakin hari tubuh nya terasa semakin lemah, Iren harus berjuang untuk dirinya, dan untuk keluarganya.


Saat ini juga Iren masih dalam terapi pengobatan agar penyakitnya bisa sembuh. Iren hanya berharap dia tak akan mengecewakan orang-orang di sekitarnya, terutama anak dan suaminya.

__ADS_1


Begitupun Surya, berfikir jika seandainya saat itu dia menerima dengan ikhlas pernikahannya dengan Hana, tak akan mungkin rasanya saat ini Iren akan sakit-sakitan seperti ini, menahan sakit di perut nya pasca keguguran anak mereka dulu. Aahh,, tapi Surya hanya manusia yang cuma bisa berandai-andai. Hanya Tuhan lah yang menentukan segalanya.


"Insyaallah Nabil akan inget pesen Mama dan Papa, Nabil gak akan ngecewain Istri Nabil Ma.." Mereka kembali berpelukan..


__ADS_2