TAKDIR CINTA NAIRA

TAKDIR CINTA NAIRA
Bangun


__ADS_3

Setelah Naira sadar dan bisa duduk, maka Hana dan Rizal pun mengajak Naira untuk bertemu dengan Nabil, masih di ambang lintu, tapi Naira tak dapat menahan tangis nya..


Hana:" Kamu gapapa Nai?"


Naira:" Nai takut Bunda..."


Hana:" Takut apa?"


Naira:" Nabil pasti udah lupa sama Nai, soalnya udah lama banget Nai gak jempun Nabil,,"


Rizal:" Kita berdoa sama-sama ya sayang, semoga Nabil gak kenapa-kenapa.."


Naira:" Iya yah.."


Lalu Hana mengetuk pintu ruang rawat Nabil, sebenarnya tak di perboleh kan untuk orang berkunjung menemui nya, berhubung Nabil masih belum sadar dan dalam ke adaan koma. Tapi setelah membujuk perawat yang berada disitu, akhirnya Naira di perboleh kan masuk dengan Iren yang mendampingi nya.


Naira yang melihat Nabil langsung saja meneteskan air matany, sedih sekali melihat kondisi Nabil,.


Naira:" Bil,, aku dateng jemput kamu, maaf aku telat, kamu bisa denger aku kan?


Iren yang mendengar ucapan Naira lantas menangis tanpa mengeluarkan suara, dia tak ingin naka-anak nya melihat dia yang rapuh..


Naira:" Bil, kamu udah janji sama aku, kamu mau bangun,,, Bil... bangun Bil,, aku udah dateng.. huhuhu..."


Iren nengelus punggung Naira sayanh, seolah dia memberikan kekuatan pada Naira agar tak berlarut dalam kesedihan.


Naira:" Aku tau aku salah, udah gak nepatin janji aku sama kamu untuk dateng jemput kamu saat aku sadar, tapi ku mohon kamu bangun, setidak nya kalau kamu marah sama aku, tapi jangan marah sama orang tua mu, mama udah nungguin kamu lama,, kamu juga janji sama aku kalo kamu akan nyusul aku, ikut aku kalo aku jemput kamu, sekarang aku udah disini, kenapa kamu belum bangun?"


Iren:" Sayang,, sabar ya, mungkin belum waktu nya.."


Naira:" Enggak ma, dia udah janji sama Nai kalo dia mau nikahin Nai, tapi kenapa dia bohong? Kamu gak bohong sama aku kan Bil?"


Naira menggenggam tangan Nabil yang bebas dari infus, menyalurkan kehangatan pada Nabil, seolah tubuh nya mengerti, karena ada rasa hangat yang menjalar di hati Nabil, dan membuat jari nya bergerak yang berada di genggaman Naira.


Naira:" Ma,, panggil dokter ma, Nabil sadar.."

__ADS_1


Iren yang sedang menangis langsung terkesiap mendengar kata-kata Naira, dia langsung melihat ke arah Nabil yang sedang mengerjabkan matanya. Langsung saja Iren keluar memanggil dokter dengan panik nya, dokter datang dengan tergesa dan meminta Naira menunggu di luar.


.Naira merasa sangat senang karena Nabil nenepati janjinya untuk bangun.


Dengan senyum nya yang mengembang, di keluar dengan di bantu Iren yang mendorong kursi rodanya.


Hana:" Sayang,, Akhirnya Nabil sadar.."


Naira:" Iya bunda, Nai seneng banget,"


Hana:" Semangat,ya sayang, kalian pasti bisa melewati semua ujian ini.."


Naira:" Iya bunda..."


Tak lama untuk dokter keluar dari ruangan.


Dokter:" Pak, Bu, Nabil udah sadar dan kondisi nya udah stabil, sebentar lagi akan di pindahkan keruang rawat. Jadi kalian bisa menemuinya disana ya, saya permisi.


Surya:" Terimakasih dok,,"


Iren menangis terharu sambil memeluk Naira sayang...


Naira:" Kami udah janji bunda, kami akan pulang bersama..."


Iren:" Iya nak..."


...........


Sekarang Nabil udah di pindahkan di ruang rawat inap, dan mereka semua berkumpul di ruang Nabil termasuk Naira. Dia tak memperdulikan lagi tentang sakitnya, dia tak memperdulikan lagi kaki nya yang patah, yang dia perdulikan adalah dia ingin segera bertemu dengan Nabil. Dengan seseorang yang sudah mengambil hatinya.


Sekarang Naira sudah duduk di sisi ranjang Nabil, Nabil mulai membuka mata nya menyeauaikan dengan cahaya lampu kamar yang menerangi ruangan.


Naira:" Bil... kamu udah sadar?"


Naira berkata Lirih namun bisa di dengar orang di sekitar nya.

__ADS_1


Iren, Surya, Hana dan juga Rizal memdekat ke brangkar tempat Nabil terbaring.


Iren:" Kamu udah bangun Nak?"


Nabil mengerjabkan matanya dan mengangguk pelan pertanda dia menjawab Iya. Nabil melihat sekeliling nya, cuma mama dan papa nya yang dia kenal, tapi siapa selain kedua orang tuanya? siapa anak perempuan yang duduk di samping ranjang nya? Nabil ingin bertanya tapi masih lemah.


Setelah cukup kuat untuk berbicara, Nabil memanggil mama nya..


Nabil:" Ma...."


Iren:" Iya sayang? Kamu mau apa?"


Nabil:" Haus..."


Iren bergegas mengambil kan air minum dan tak lupa pula memberika sedotan agat dia mudah untuk minum.


Naira:" Alhamdulillah kamu udah sadar Bil, aku khawatir kalau kamu gak nepatin janji kamu untuk nyusulin aku.."


Nabil mengerutkan alis nya seraya menatap Naira yang membuat Naira bingung sekali, kok aneh batin nya.


Nabil:" Kamu siapa?"


Prang.....suara gelas pecah yang jatuh dari tangan Iren yang terkejut, tak elak juga orang tua yang lain sama kaget nya dengan Iren, apa lagi yang di tanya, Naira Syok banget mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Nabil. Naira menangis, apa yanh terjadi sebenar nya?


Surya memanggil Dokter dengan cepat, dan dokter masuk ruangan dengan tergesa.


setelah dokter memeriksa, Surya bertanya pada dokter kenapa anak nya tak mengenali Naira..


Dokter mengatakan kalu Nabil terkena Amnesia Disosiatif. Amnesia jenis ini merupakan suatu kondisi saat seseorang tidak mampu untuk mengingat berbagai informasi pribadi yang bahkan dinilai sangat penting. Seseorang dengan amnesia jenis ini bisa saja lupa siapa nama dan segala hal yang berkaitan dengan dirinya.


Biasanya, pengidap Amnesia disosiatif pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan trauma pada kepalanya, atau bisa juga karena mengalami kondisi stres.


Tapi jelas saja karena kecelakaan yang menimpa Nabil yang membuat dia Amnesia.


Sedih?? iya sudah pasti Naira sedih, karena Nabil tak mengingat dirinya. Hanya dia.. Naira menangis dan meninggal kan ruangan Nabil dengan di dorong oleh Rizal, memberikan waktu padanya untuk mengingat siapa Naira..

__ADS_1


__ADS_2