TAKDIR CINTA NAIRA

TAKDIR CINTA NAIRA
Bubar


__ADS_3

Triiing....


Suara Hp Naira berbunyi di tengah panas nya matahari yang terik ini, dalam suasana puasa, eh tapi Naira kan gak puasa ya? haha..


"Assalamualaikum.." kata suara di seberang telpon, rupanya Mama yang telpon.


"Waalaikum salam Ma,," Jawab Naira.


"Nai, nanti buka puasa di rumah Mama ya, bilang sama Ayah dan Bunda juga, gak usah masak, biar Mama aja yang masak."


"Iya Ma, nanti Nai sampein sama Bunda, Mama mau masak apa?"


"Rencana nya Mama mau buat pecel nih Nai, kayanya enak untuk buka puasa,"


"Oh gitu,, ya udah, Nai kesana Ma, bantuin mama Masak,"


"Gak usah Nai, biar Mama aja, kamu nanti dateng aja sama yang lain,"


"Jangan gitu donk Ma, Nai kan juga pengen belajar masak, biar makin pinter dan makin enak masakannya,, boleh ya..."

__ADS_1


"Mmmhhh,,, Anak Mama ini,, boleh deh kalo gitu, Mama bangga sama kamu Nai, ya udah Mama tunggu ya.."


"Iya Ma, ini Nai siap-siap dulu mau kesana."


Setelah mematikan sambungan telpon nya. Naira segera bergegas masuk ke kamar untuk mengganti bajunya, ah, sekalian aja bawa baju ganti, mandi dirumah Mama aja kali ya, daripada bolak balik kan capek nanti, pikirnya.


Jadi ketika Naira menyiapkan pakaian nya dan juga Nabil, Nabil yang baru pulang dari Masjid pun lantas bertanya,heran dengan Naira yang mengemas bajunya.


"Kamu mau kemana? kok ngemasin baju?"


"Aku mau kerumah Mama, mau bantuin Mama masak, hari ini bubar di rumah Mama, kamu mau mandi disini atau dirumah Mama?"


"Udah, udah ku masukin dalam tas, yuk berangkat sekarang," Ajak Naira sambil mengancingkan tas nya.


"Aku ntar aja deh nyusul, mau tidur siang dulu, gapapa kan?"


"Oh, ya udah, kalo gitu Aku duluan ya.. Assalamualaikum suami..."


"Waalaikum salam Istri...." Nabil tersenyum kala Naira menyebutnya Suami, rasanya mesra aja gitu..

__ADS_1


Naira menuruni tangga sambil mencari dimana Ayah dan Bundanya berada, tadi udah ke kamar nya tapi gak ada, jadi Naira coba ke halaman belakang, siapa tau mereka ada disana.


Ternyata benar, Ayah dan Bundanya sedang duduk di Gazebo dekat kolam renang, di samping nya ada pohon mangga yang rindang, buah nya lebat dan tak putus-putus. Bisa di bilang pohon mangga ini tak pernah berhenti berbuah.


Tampak oleh Naira, Hana sedang memeriksa beberapa berkas keuangan Cafe dan Rizal juga tak kalah sibuk nya dengan berkas-berkas kantor. Walaupun lockdown tapi kerjaan gak bisa di lockdown, hanya aja tempat kerjanya yang berbeda, kalo biasanya di kantor atau di cafe, sekarang mereka mengerjakannya di rumah.


"Ayah, Bunda.." Panggil Naira, dan Hana serta Rizal pun menolehkan pandangan nya kearah Naira.


"Kenapa Dek?" Tanya Hana.


"Kamu mau kemana bawa tas besar?" Kini Rizal yang penasaran dengan anak nya.


"Ini, tadi Mama nelpon, katanya malam ini buka puasa bersama di rumah mama sama Papa. Hari ini Bunda gak usah masak, kita buka puasa disana semua." Jelas Naira


"Emang kamu mau nginep di sana?" Tanya Hana.


"Enggak Bun, Nai mau mandi sore tempat Mama aja, jadi gak bolak balik ntar malem pulang lagi."


"Tidur sana lah Nai, Mama mu kan perlu tenaga juga buat cuci piring.." kata Hana.. "Anak Bunda yang udah punya suami gak boleh males-malesan, apalagi sama mertua, sekalian temenin Mama mu, kan dia juga pengen sahur bareng kalian,," lanjutnya.

__ADS_1


"Iya deh, Nai tidur sana ntar malam,,"


__ADS_2