
Nabil: "Kamu buat teh nya teh tubruk ya?"
Naira:" Hah? Enggak kok, Aku tadi pake teh celup..." kata Naira heran
Nabil: "Tapi ini teh tubruk Nai,, coba deh kamu liat." Nabil menyodorkan teh nya pada Naira.
Naira terkekeh geli melihat Teh yang ada di hadapan nya sambil memegang perut nya. hahahaha
Nabil :"Kenapa kamu ketawa? Seharus nya kamu saring dulu sebelum kamu kasih ke Aku,,"
Dengan menahan tawa nya, Naira mencoba menjelaskan.."Bil, tadi tuh aku pake teh celup, bener deh,."
"Tapi ini banyak Ampas nya, berarti kamu pake teh bubuk tadi" Nabil pun bersikeras juga.
"yah jangan salahin Aku donk,, salahin pabrik teh nya,," kata Naira membela diri.
"Kenapa?"
"Ya karena dia memproduksi teh celup tapi pas di pake jadi nya teh tubruk..hahahaha" Naira tak dapat menahan tawanya.
__ADS_1
Mungkin saat Naira mengacau teh nya, kertas teh yang tipis itu terkoyak kali ya, dan setelah itu Naira tak memperhatikan kalau teh nya sudah buyar dalam gelas.
"Ya udah, tolong kamu saring bisa?"
"Iya, bentar ya, oh iya,, mau pake susu gak?" tawar Naira
"Boleh deh,"
Naira langsung menuju dapur untuk menyaring teh Nabil, lalu dia menambahkan sedikit susu ke dalam teh nya.
Sampai di kamar, Nabil dengan tenang nya menyandarkan diri di kepala tempat tidur sambil memejamkan mata dan menggelung dirinya dengan selimut yang tebal. Naira yang melihat tingkah Nabil pun hanya bisa geleng-geleng kepala. "Ini, minum dulu teh nya, biar anget."
"Tapi kamu yang sok-sokan ngajakin Aku mandi hujan...." kata Naira sambil tersenyum.
"Hehehehe..rupanya setelah mandi ujan dingin..Peluuuukkkkkk" Nabil membentangkan tangan nya seolah-olah dia anak kecil yang minta gendong pada ibu nya.
Naira malah masuk ke dalam selimut dan ganti menggelung badannya dengan selimut yang lumayan besar untuk mereka berdua.
Walaupun mereka udah sah sebagai pasangan suami isteri, tapi mereka juga punya komitmen untuk gak ngelakuin hal itu dulu sampe mereka tamat sekolah. Mana lagi mereka harus mengulang di kelas 1. masih butuh waktu 3 tahun lagi.
__ADS_1
"Nai,," Nabil memecah keheningan.
"Hmmm??"
"ceritain donk sebelum Aku ilang ingatan.."
"Rasanya Aku gak mau ngingat lagi hal-hal yang buat kamu lupa sama Aku, tapi karna kamu minta, baiklah.."
Naira pun menceritakan kisah mereka mulai dari mereka kecil sampai pada akhirnya mereka pergi jalan-jalan karena sudah memenangkan perlombaan menyanyi. Dan ketika pulang itu lah mereka mengalami kecelakaan sehingga membuat kaki Naira patah dan Nabil hilang ingatan.
"Seandainya aja dulu Aku gak ngajak mereka dan kamu libusran kesana, pasti kecelakaan itu gak akan terjadi Bil.." hiks hiks hiks.. Naira mulai menangis kala dia mengingat kejadian itu. " Belum lagi kamu harus Koma, Aku minta maaf Bil, aku bersalah, karena udah buat temen-temen yang laen meninggal,," huhuhu...
"Nai, ini bukan salah kamu, ini sudah jadi takdir yang maha kuasa, kamu jangan menyalahkan diri kamu sendiri Nai. Gak ada yang nyalahin kamu, kamu tenang ya"
Naira hanya bisa melanjutkan tangisannya dalam pelukan Nabil, seolah ada kehangatan dan kekuatan yang menjalar dalam diri Naira, sekarang Naira gak merasa terpukul lagi.
Mereka akhirnya ketiduran dalam 1 selimut sambil berpelukan, karena sudah menghabiskan banyak waktu untuk saling bercerita dan menumpahkan segala kerisauan hati.
__ADS_1