
Malam ini, keluarga Surya mendatangi kediaman keluarga Rizal, sebelumnya Surya sudah mengatakan dan memberitahukan pada Rizal melalui telpon bahwa malam ini keluarganya akan datang berkunjung. Padahal hanya di depan rumah, tapi mereka seperti keluarga yang datang dari jauh sekali.
Surya:"Assalamualaikum..."
Rizal:"Waalaikum salam, udah dateng aja Sur, yuk masuk."
Surya:"Terimakasih, biasa aja dong nyambutnya, kayak orang jauh aja kita di buat ya ma.."
Iren:"Iya ni Rizal, biasa aja lah."
Rizal:"Udah biasa sih begini. Yuk duduk dulu, aku panggil Hana dulu."
Sementara keluarga Surya duduk di ruang tamu, Rizal masuk ke kamar mendatangi istri tercintanya memberitahukan bahwa keluarga Surya sudah datang.
Rizal:"Dinda,,,Surya sama keluarganya udah dateng tuh. Yuk kedepan, kamu itu gak dandan udah cantik kok sayang..."
Hana:"Sebentar kanda,, dinda benerin jilbab dulu. Tapi..."
Rizal:"Tapi apa?"
Hana:"Terimakasih pujian mu kanda..."
__ADS_1
Cup..
Hana mencium sekilas bibir suaminya. Rizal hanya tersenyum, kalau lagi gak ada tamu mungkin dia sudah membalas ciuman istrinya dengan panas, berhubung ada tamu maka dia melepaskan Hana dan menahan hasrat nya untuk bermesraan dengan istri tercinta.
Mereka berdua jalan keluar kamar, Rizal langsung menuju ruang tamu, sedangkan Hana ke dapur untuk menyiapkan cemilan dan airnya.
Rizal:"Ngomong-ngomong tumben nih main sekeluarga kemari? Ada hajat kah?"
Surya:"Masak sama tetangga silatirahmi gak boleh?"
Rizal:"Tapi kayaknya aku ada mencium bau-bau sesuatu gitu deh.."
Surya:"Hahaha..ada-ada aja lo Zal."
Rizal:"Nabil?? Kenapa kok tiba-tiba ayah liat wajahmu murung?"
Nabil:"Gapapa ayah, Nabil cuma teringat PR belum siap."
Rizal:"Kenapa gak di kerjain?"
Nabil:"Nanti aja pulang darisini."
__ADS_1
Rizal:"Kenapa gak bareng Naira aja ngerjainnya? Kalian kan sekelas."
Nabil:"Gapapa ayah, nanti aja."
Rizal:"Oh yau dah kalau gitu. Emm jadi Sur, kenapa ni, ada apa??"
Surya:"Ada hajat sikit ni Zal, aku mau jodohin anakku sama anak mu, kayaknya anak ku kebelet kali nikah sama anakmu."
Rizal:"Apa?? Kalian kan masih kecil, mana mungkin Ayah ngijinin. pikiran kalian masih Labil, masih di bawah umur, gak gak gak, ayah gak mau."
Hana:"Kenapa ayah? kok tiba-tiba tegang suasananya? silahkan diminum dulu mbak, mas, Nabil, minum dulu, di makan cemilannya."
Nabil:"Terimakasih bunda"
Hana:"Kenapa kok pada diem?"
Iren:"Ini, kami mau ngelamar Naira untuk Nabil, tapi Rizal gak nerima, karna anak-anak masih kecil dan di bawah umur. Aku juga udah bilang sama Nabil, tapi dia tetep ngotot minta dilamarin Naira nya."
Hana:"Betul itu kata mama, pernikahan bukan untuk mainan sayang...Pernikahan itu ikatan sakral yang gak bisa putus gitu aja. Kalian juga masih sekolah, terus atas dasar apa kamu mau ngelamar Naira? Apa kamu udah siap?"
Pertanyaan Hana membuat Nabil diam, bener dugaan nya bahwa melamar di usia dini pasti banyak rintangannya. Tapi Nabil berpikir bahwa dia harus bisa menyakinkan orang tuanya dan ayah bunda Naira.
__ADS_1
Harus...