TAKDIR CINTA NAIRA

TAKDIR CINTA NAIRA
Kumpul


__ADS_3

Assalamualaikum.....


Ucap teman-teman Naira yang sudah pada berdatangan ke rumahnya.


"Waalaikum salam" Jawab Hana yang membuka pintu, "Mari silahkan masuk," Ajak Hana pada teman-teman anaknya.


"Terimakasih Bunda..." Ucap mereka serempak.


Hana tersenyum dan masuk diikuti anak-anak tersebut. Yah, sejak dari lebaran lalu, mereka sepakat untuk memanggil Hana Bunda, seperti Naira memanggil nya.


"Silahkan kalian tunggu disini dulu ya, biar Bunda panggilin Nai nya, tadi dia lagi mandi soalnya."


Hana mempersilahkan teman-teman anaknya untuk duduk di lesehan seperti yang biasa mereka lakukan. Mereka mengangguk dan saptu persatu mulai duduk.


Hana berjalan menaiki anak tangga untuk sampai ke kamar Naira. Tok...tok...tokkk, "Nai,, kamu udah siap nak?" Tanya Hana sembari mengetuk pintu kamar anaknya.


"Udah Bun, ini tinggal pake jilbab aja," Teriak Naira dari dalam kamar.


"Ya udah, temen-temen kamu udah pada dateng tuh, cepet sedikit"

__ADS_1


"Iya Bunda, ini udah siap kok," Ceklek... Naira membuka pintu kamar nya. Naira keluar dengan menggunakan gamis berbahan katun bunga-bunga dengan jilbab yang senada.


"Seger bener kamu dek? Udah kayak musim semi aja.." Ejek Hana pada putri nya.


"Iya donk Bun, udah lama gak ketwmu teman-teman jadi nya Nai harus antusias. Lagian kan juga mau ngundang mereka,,"


"Iya sih, ya udah cepetan turun, temui mereka, bunda mau nyiapin minum sama cemilan dulu." Hana mengusap bahu anaknya, lalu turun bersama dengan naira.


Di ujung tangga mereka berpisah, Hana ke dapur, sedangkan Naira ke ruang tamu menemui rekan sejawat nya.


"Assalamualaikum semua..." Ucap Naira ketika bergabung dengan teman-teman nya.


"Seger banget kak Nai, kayak musim semi di hati akuh" kata Shinta meledek Naira.


"Kamu tuh bisa aja deh Shin," Naira tertawa menanggapi celotehan shinta.


"Kak Nai seger kayak musim semi, tapi hati aku kayak musim gugur kak." Rere menimpali.


"Ya elah Re,, ngapain sih di pikirin itu si kutu, mending kamu sama aku aja, setiap hari Aku buat hati kamu bagai musim semi," Budi menimpali.

__ADS_1


Cieeeee..... seru mereka kompak. Sedangkan Naufal, wajahnya di tekuk empat puluh lima derajat mendengar ucapan Budi.


"Gelud aja udah hayuk kita Bud" tantang Naufal.


"Lagian salah Lu lah Bro, sapa suruh kamu selingkuh, udah dapet cewek baek-baek juga kayak Rere" Shinta membela Budi.


"Eh, udah, kok pada ribut sih, kita disini kan mau nostalgia, ye kan kak Nai?" timpal Mela.


Naira hanya tersenyum melihat kelakuan para sahabat nya sambil geleng-geleng kepala.


"Oh ya. kak Nabil mana? Gak dateng ya?" tanya Denis yang menyadari kalo Nabil belum ada disini.


Belum sempat Naira menjawab, sudah ada ucapan salam yang tersengar dari luar rumah, dan langsung saja ointu itu terbuka memunculkan sesosok Nabil yang tampan sekali, memakai baju bewarna senada dengan bunga di baju Naira.


Nabil tersenyum pada mereka semua dan langsung menemui Naira. lalu Naira bangkit dan menyalami Nabil,


Perlakuan mereka tak luput dari pandangan orang-orang yang ada di sekitar mereka. Siapa yang gak terkejut dengan adegan romantis tersebut? Sampe-sampe mereka pada melongo.


Pemandangan tersebut juga tak luput dari pandangan seorang gadis yang sudah sejak dulu sudah mengagumi sosok Nabil, bukan hanya matanya ternoda, tapi hatinya juga merasa panas, seperti terbakar, terbakar oleh api cemburu.

__ADS_1


siapa dia??


__ADS_2