TAKDIR CINTA NAIRA

TAKDIR CINTA NAIRA
Pasar Tradisional


__ADS_3

"Kita beli apa aja nih Bun?" Naira bertanya pada Hana, mereka udah sampai di pasar tradisional untuk membeli bahanhbahan untuk acapa punjungan pertama Naira.


"Yok Kita kesana dulu cari daging," Tunjuk Hana ke arah pedagang yang menjual daging sapi dan kaming.


Naira hanya mengekori Hana dari belakang, sesekali matanya merasa takjub dengan suasana pasar yang sudah ramai dengan orang-orang, padahal waktu masih menunjukkan pukul empat pagi.


Bahkan wabah sepertinya tak menghalangi niat para penjual dan pembeli untuk berbelanja guna menyambut bulan suci ramadhan. Memang orang-orang disini masih mengikuti peraturan pemerintah dengan masih menggunakan masker untuk mencegah penularan penyakit.


"Bang, Kasih daging khas dalam nya ya 2 kilo." kata Hana pada penjual daging.


"Cukup 2 kilo mbak?"


"Cukup lah Bang, enggak lah kami tiap hari makan daging terus, yang ada malah naik darah tinggi nya,,"


"Kalo naik ya di turunin aja Mbak,,"


"Iya kalo bisa turun langsung, lah kalo kelewatan kan gaswat Bang,,"


"Hehehe... si Mbak nya bisa aja, ini daging nya, semua nya 340 ribu Mbak,"

__ADS_1


"Wah, Mahal ya Bang,, gak kurang lagi tuh?"


"Ya udah saya korting 5000 ya Mbak, jadi 330 ribu aja."


"Ya udah, ni uang nya, makasih ya Bang,"


"Iya Mbak, singgah lagi ya lain kali.."


Hana hanya mengangguk mengiyakan kata-kata si Abang.


"Kok nawar nya dikit banget Bun? itu kan mahal banget masih". Naira bingung sama Hana yang langsung berkata ya udah padahal di pikir nya masih bisa minta kurang lagi.


Naira manggut-manggut tanda mengerti. Disini dia juga dapet pelajaran berharga, untuk menghargai orang lain, dengan cara gak minta kurang banyak-banyak ketika menawar barang.


"Kita cari apa lagi Bun?"


"Sekarang kita ke toko kelontong, kita cari bahan yang lain." Naira mengikuti Hana dari belakang.


Sampailah mereka pada toko kelontong yang menjual bermacam-macam bahan dapur, lengkap dengan sayur mayur.

__ADS_1


"Dek, kamu pilih bawang putih sama bawang merah ya, cari yang bagus-bagus, terus nanti pilih juga cabe merah, cabe hijau dan cabe rawit. Nanti taruh disini." Hana menunjuk tempat untuk Naira meletakkan bahan-bahan yang sudah di pilih.


"Oke Bun.."


"Buk, kasih Buhun nya 2 kilo, terus saya mau kacang panjang nya 1 kilo ya,"


Si Ibuk mengangguk mengerti dan langsung membuat pesanan Hana, "Ada lagi Mbak?"


"Iya, saya mau kemiri, bunga lawang, kapulaga, kayu manis, ketumbar, merica, buat masing-masing 5 ribu ya buk.."


"Iya", dengan cekatan si Ibuk meracik pesanan Hana yang kedua. "Ada lagi?


"Emmmhhhh,, kasih jahe, lengkuas dan serai juga buat 5000 masing-masing. Tempe sama teri ya Bu..." si Ibu mengangguk mengerti.


Hana melihat ke arah Naira yang sudah selesai menyiapkan apa yang di perintahkan Hana, "Udah siap Dek?"


"Udah Bun, ini semua."


Hana mengangguk dan mengambil kantong-kantong plastik yang sudah di isi Naira dengan yang di sebutkan Hana tadi dan meminta si Ibu menghitung belanjaan mereka.

__ADS_1


Setelah membayar, mereka berjalan keluar pasar tradisional untuk keparkiran, mereka hendak pulang.


__ADS_2