
"Jadi?"
Pertanyaan yang membuat mulut kedua nya membeku, kelu, ingin menjawab tapi tk ada satu kata un yang bisa mereka keluarkan, hanya kata maaf yang terucap dari bibir mungil Naira.
"Maaf Bunda..."
"Kalian gak tau apa ini tengah malam? gak inget besok sekolah? kok malah pada asik nyanyi disini, udah jam berapa ini?" Hana yang sebel ngeliat mereka berdua melipat kedua tangan nya di depan dada.
"Nai gak bisa tidur Bun, jadi Nai ajak Nabil duet.." Naira menundukkan kepalanya.
"Kalian ini..."
Kata-kata Hana terhenti karena kedatangan suami nya, "Loh, kok disini? Ayah cariin juga, ada apa ini? kok pada diem-dieman kayak lagi ujian?" Rizal yang gak tau apa-apa langsung duduk di sebelah istrinya.
"Ini loh Mas, ank dua ini, udah tau besok sekolah hari gini masih juga begadang, pake acara duet pula itu..." Jelas Hana pada suaminya.
"Kalian Duet?" pertanyaan itu di anggukin kedua anak mereka, " Jam segini?" Rizal melihat ke arah jam tangan nya, mereka pun mengangguk lagi. "Seharus nya kalo mau duet, ngajakin Ayah donk, masak kalian mau asik sendiri tanpa ngajan Ayah sama Bunda.."
Hana yang tadinya melotot ke arah anak-anak nya sekarang menoleh ke arah suami nya untuk melototin sang suami, Hana Syok mendengar penuturan suami nya itu, ada-ada aja.
"Ayah ini apaan sih, seharus nya mereka tidur jam segini, bukan nya malah karaokean Yah, besok mereka sekolah" Hana merepet dengan suami nya.
"Sayang, biarlah sekali-sekali, toh bagus kan mereka karaoke a di rumah, daripada di tempat yang gak jelas?"
"Tapi gak bisa gitu Mas..."
"Udah, gapapa, daripada kamu marah-marah mending kita yang karaoke an, oke?" Rizal menarik Hana untuk menyanyikan sebuah lagu, Naira dan Nabil hanya bisa berpandangan melihat tingkah kedua orang tuanya.
Kali ini Rizal memilih lagu yang sangat rimantis, lgu anak muda, menurut nya, umur boleh tua, tapi jiwa harus muda..
"Kita udah lama gak duet sayang" bisik Rizal di telinga Hana membuat Hana tersipu malu.
"Malu di liatin anak mu Mas."
"Biarlah, toh mereka ngerti, udah nikah juga." Rizal menoleh pada keduanya, "Kalian silahkan kalo mau nonton kami duet, kalo gak mau tidur sana.."
Nabil dan Naira hanya mengangguk saja, tapi mereka masih tetap duduk di sofa yang ada di ruangan itu, untuk melihat pertunjukan orang tua nya.
Rizal memilih lagu TERPESONA dari Glenn Fredly.
*Saat kita jumpa
Ada rasa di dalam dada
Kau tersenyum manja
Membuatku terpana
Akupun tak kuasa
Tuk menahan gejolak ini
Ingin kukatakan
Aku menyukaimu
Hanya dirimu
Yang aku suka
Wou Hoo Hoo
Terpesona
Ku pada pandangan
Pertama
Dan ku tak kuasa
Menahan rinduku
Senyumanmu
Ingin kupeluk
Dan kukecup keningmu
Oh indahnya
Kini kurasakan
__ADS_1
(Kini kurasakan)
Getaran cinta dalam dada
Kuingin bersamamu
(Kuingin bersama)
Untuk selamanya
(Untuk selamanya)
Hanya dirimu
(Hanya dirimu)
Yang aku cinta
Wo Hoo Hoo
Terpesona
Ku pada pandangan Pertama
Dan ku tak kuasa
Menahan rinduku
Senyumanmu
Ingin kupeluk
Dan kukecup keningmu
Hoo Indahnya
Terpesona
Ku pada pandangan Pertama
Dan ku tak kuasa
Menahan rinduku
Senyumanmu
Ingin ku peluk
Dan ku kecup keningmu
(Ku kecup keningmu)
WoHooo
Hoo
(Terpesona)
(Ku pada pandangan)
(Pertama)
(Pandangan pertama)
(Dan kutak kuasa)
Menahan rinduku
(Senyumanmu)
(Senyummu)
(Slalu menghiasi mimpiku)
Ingin ku peluk
Dan kukecup keningmu
Oh Indahnya
(Terpesona)
__ADS_1
(Ku pada pandangan)
(Pertama)
(Dan kutak kuasa)
(Menahan rinduku)
(Senyumanmu)
(Slalu menghiasi mimpiku)
(Ingin ku peluk)
Dan ku kecup keningmu
Oh indahnya*
Setelah selesai satu lagu, Rizal dengan romantis nya mengecup kening istrinya, membuat dua sejoli yang tengah menyaksikan adegan Live itu pun malu, kok ya bisa Ayah nya selebay itu...
Kini giliran Hana pula yang mengambil alih microfon nya, Hana memilih lagu Tulus, Tukar Jiwa.
*Aku kehabisan cara tuk jelaskan padamu
Mengapa sulit tuk lupakanmu
Aku kehabisan cara tuk gambarkan padamu
Kau di mata dan di pandanganku huu uuu
Coba satu hari saja kau jadi diriku
(Kau akan mengerti...) Kau akan mengerti bagaimana ku melihatmu,
Mengagumimu,
Menyayangimu
Dari sudut pandangku,
Dari sudut pandangku
Aku kehabisan cara tuk gambarkan padamu
Kau di mata dan di pandanganku
Seandainya satu hari bertukar jiwa
Kau akan mengerti dan berhenti,
Bertanya-tanya
Coba satu hari saja kau jadi diriku
(Kau akan mengerti...) Kau akan mengerti bagaimana ku melihatmu
(Coba sehari saja...) Coba satu hari saja kau jadi diriku
(Kau akan mengerti...) Kau akan mengerti bagaimana ku melihatmu,
Mengagumimu,
Menyayangimu,
Mengagumimu,
Menyayangimu
Dari sudut pandangku,
Dari sudut pandangku oooh
Dari sudut pandangku ooh
Dari sudut pandangku*
Belum sampai habis Lagu yang di nyanyikan hana, Naira menarik tangan Nabil untuk keluar dari ruangan itu. Naira ngomel-ngomel sendiri dan Nabil hanya tertawa melihat istri kecil nya merepet.
"Tadi aja Bunda marah-marah bilang nya kita gak tau jam tidur, eh malah kebalik, Ayah sama Bunda pula yang kebawa suasana romantis nya, padahal kan Aku yang pengen romantisan sama kamu, udah gitu gak inget pula tuh disana masih ada kita tadi, kesel ih.. Serasa ruang karaoke milik mereka berdua lagi.."
"Hahahaha,, yang sabar Nanai, kan emang Ayah sama Bunda romantisnya kebangetan, jadi wajarlah mereka begitu.. Ya udah ayok kita tidur, udah hampir jam 3, besok sekolah,"
__ADS_1
Naira hanya mengangguk patuh, rasa kesel masih menyelimuti hatinya, pasalnya Ayah sama Bunda nya kalo romantisan gak inget tempat dan waktu, gak tau apa mereka di saksikan anak muda yang masih labil..