
"Yah, Nabil minta maaf ya kalo Nabil ada salah sama Ayah,,"
Rizal langsung menoleh kearah Nabil dan menghentikan laju mobilnya. Saat ini Rizal dan Nabil sedang dalam perjalanan kerumah Lida untuk menjemput Lida dan ank-anaknya, sedangkan pak Eko masih ada tugas yang gak bisa di tinggal kan.
"Maksud kamu apa Bil?" Tanya Rizal merasa tak senang dengan ucapan sang menantu.
"Nabil gak ada maksud apa-apa Yah, Nabil cuma takut aja ketika Nabil mengahadap Tuhan nanti, Nabil masih meninggalkan salah dan belum mendapatkan maaf dari Ayah." Ucap Nabil masih dengan tertunduk sambil jarihjarinya memilin satu sama lain.
"Ayah gak suka kamu bicara omong kosong begitu Bil,, kamu mau kemana rupanya? jangan buat Ayah jantungan..."
"Nabil gak berucap omong kosong Yah, manusia kan pasti akam mati, gak tau kapan waktunya, kita manusia adalah tempatnya salah, jadi sebisa mungkin kita memperbaiki kesalahan kita, kan Yah?"
Rizal masih terbengong dengan ucapan Nabil, dia masih gak habi fikir kenapa Nabil mengucapkan kata-kata seperti itu, seperti orang yang hendak pergi jauh...
__ADS_1
Aaahhh... Rizal gak mau berfikir yang bukan-bukan, Hidup dan mati adalah kehendak Tuhan.
"Bil, Jujur sama Ayah, kamu kenapa?"
Masih di pinggir jalan, mereka duduk terdiam, Nabil yang sepertinya membawa beban yang sangat berat di pundaknya, hanya bisa menangis, yah, sekarang Nabil tengah menangis.
"Kamu nangis Nak?" Tanya Rizal lembut.
"Maafin Nabil Yah..." sambil sesekali Nabil terisak.
"Nabil gak kuat lagi Yah, rasanya Nabil gak sanggup, seandainya aja Nabil tau dari awal kalo ingat semuanya tapi harus sakit kepala kayak gini, Nabil lebih memilih untuk amnesia selamanya Yah.."
"Maksud Kamu apa Nak? coba cerita yang jelas sama Ayah... tolong, jangan buat Ayah khawatir Bil.." Rizal memegang bahu menantunya erat,seolah takut Nabil akan lepas dari genggamannya.
__ADS_1
"Kepala Nabil sakit Yah, semenjak Nabil ingat semuanya, sakitnya sering muncul di malam hari, jadi untuk menghindari Naira, Nabil harus merasakan sakitnya di kamar mandi, Nabil gak bisa teriak, takut Naira kebangun, tapi sakitnya luar biasa, seakan-akan kepala Nabil mau pecah Yah... Nabil takut Yah, seaungguhnya Nabil takut..."
Deg....
Perasaan Rizal menjadi tak enak, sungguh Rizal sangat khawatir sekarang dengan kondisi Nabil.
"Kenapa kamu baru kasih tau Ayah nak? kenapa?" Tanya Rizal
"belum ada waktu yang pas untuk kita bicara berdua Yah,, kalo seandainya aja Nabil nanti..."
"Cukup, jangan bicara yang enggak-enggak, Ayah gak mau. Kamu pasti sembuh, gak ada yang bahaya, ayok kita ke dokter.." Omongan Nabil yerpotong dengan ucapan Rizal.
Rizal segera menghidupkan mobil nya hendak mrnuju ke rumah sakit. Tapi Nabil mencegah, sebab mereka masih dalam misi menjemput Onty Lida yang akan menginap di rumah Rizal.
__ADS_1
"Nanti malam kita pergi ke dokter Bil, biar Ayah yang cari alasan, sebelum dokter bilang kondisi tepatnya, jangan berasumsi yang tidak-tidak, oke." Rizal menenangkan.
Nabil hanya mengangguk, saat ini Nabil hanya takut, Kematian datang nya sudah pasti. tapi untuk orang yang belum cukup bekal di akhirat pasti meraskan takut yang luar biasa. Mungkin juga Nabil merasa amal ibadahnya belum cukup. sehingga dia merasakan takut.