TAKDIR CINTA NAIRA

TAKDIR CINTA NAIRA
Mela beraksi


__ADS_3

"Assalamualaikum semua..." Nabil mengucapkan salam pada mereka yang masih terbengong. Dia menaikkan sebelah alisnya ketika tak ada yang menjawab salam nya. "Kalian kenapa?" Lanjut nya.


"Eh, Anu... Waalaikum salam kak..." Jawab Shinta, orang yang pertama menjawab salam Nabil, lalu diikuti dengan yang lain.


"Kok kalian bengong? kenapa?" Tanya nya lagi. Naira hanya tersenyum melihat kelakuan semua teman-temannya.


"Maap-maap ni ye, kalian kan bukan muhrim, kok udah salim-salim aja? kalian pacaran?" Budi yang tak bisa menahan gejolak rasa ingin tau langsung bertanya tanpa rasa malu sedikitpun.


Kedua anak manusia yang berada di depan yang sedang berdiri itu pun tersipu malu, ada semburat garis merah halus di wajah mereka, terutama Naira yang memang kulit nya putih bersih tanpa noda.


Sedangkan di belakang sana ada hati yang menegang kala mendengar pertanyaan dari temannya. Hatinya was-was dengan jawaban apa yang akan di berikan pada mereka.


"Ah, gak mungkin donk, mereka kan emang dari dulu deket, kayak kakak adek," saut Dimas.

__ADS_1


"Iya, kita gak pacaran kok" Bantah Naira.


Hufttt... Lega rasa hati anak perempuan itu, sedikit dia menyunggingkan senyuman manis nya, lalu dengan tergesa dia bangkit berdiri dan maju kedepan. Dia berdiri di samping Nabil, jadi posisi mereka adalah dia, Nabil dan Naira.


"Woy Mela.. Ngapain Li di ono?" Kata Dimas penasaran.


"Diem aja sih Lu, gak tau apa ini kesempatan Aku." Jawab Mela malu-malu.


Tentu saja hal itu mengejutkan Naira dan Nabil yang rencana nya akan mengumumkan hubungan mereka.


"Eh, itu, anu kak, kan kamu sama kak Nai gak pacaran yah, jadi Mela rasa ini kesempatan Mela buat ungkapin perasaan Mela sama kakak."


Bukan hanya Nabil yang terkejut, mereka yang melihat adegan di depan mereka juga amat sangat terkejut, bahkan Rere dan Naufal yang sejatinya sudah tak punya hubungan lagi, saling melirik dan menaikkan alis mereka, seolah-olah Rere berkata "hah?". Karena sejatinya mereka tau hubungan Naira dan Nabil kalo mreka bukan hanya sekedar pacaran.

__ADS_1


"M..maksud kamu apa Mel?" Tanya Nabil gugup.


Naira yang berada di sebelah Nabil juga terkejut sambil mnutup mulut dengan kedua tangannya. Jangan sampai apa yang di pikirannya bener-bener dilakukan oleh Mela.


"Tunggu-tunggu Mel, kamu mau ngapain? Kesempatan buat apa?" Tanya Naira.


"Oke kak, gini, Aku harap kakak jangan dulu potong ucapan Aku, ini urusan Aku sama Kak Nabil, jadi kakak gak perlu ikut campur apa yang akan Aku lakuin." Jawab Mela tegas.


"Jelas donk urusan Aku.. karna.." Ucapan Naira terhenti karna Mela mengangkat tangannya.


"Stop kak, tolong dengerin Aku dulu, biarin Aku bicara dulu." Ujar Mela menghentikan ucapan Naira.


Bukan maksud hati Naira ingin menghentikan Mela, tapi Naira ingin menjelaskan status nya dengan Nabil, Naira tak ingin Mela malu karena kata-kata yang akan di ucapkannya. Jadi sebelum Mempermalukan dirinya, Naira sebisa mungkin mencegah nya, tapi seperti nya Mela tak mau memperdulikan ucapannya.

__ADS_1


"Kamu mau ngomong apa?" Tanya Nabil menarik tangan Naira dan menatap Mela.


"Emm,, gini kak," Mela berhenti, dan melihat kearah tangan Nabil memegang tangan Naira. Ada raut tak suka di wajah nya, lalu dia mendekat kearah mereka dan memaksa melepaskan tautan tangan Naira dan Nabil. Sehingga kini posisinya berada di antara Naira dan Nabil.


__ADS_2