
"Bunda, minggu depan Nai sama temen sekelas mau buka puasa di cafe boleh kan?" Tanya Naira saat mereka sedang berkebun menanam bunga kesukaan Hana, bunga mawar.
"Boleh sayang, entar Bunda siapin tempat nya, atau minggu itu Bunda gak usah buka Cafe aja, tapi khusus untuk kalian aja hari itu Bunda buka."
"Beneran Bun? Boleh?"
"Iya sayang boleh, nanti kita undang juga Mama sama Papa kamu, sekalian sama Kakek nenek dan juga Onty Lida. Pasti mereka seneng tuh kumpul-kumpul." Hana menjelaskan.
"Tapi lagi dalam masa-masa begini emangnya boleh Bun kumpul gitu?" tanya Naira khawatir.
"Iya juga ya Nai, atau kita buat aja di rumah ya, mau kan?"
Bida juga sih Bun, daripada ntar berabe urusannya ye kan.."
"Iya, ya udah cepet bantuin Bunda potongin mawar-mawar ini, nanti mau Bunda buat aroma therapy." Hana menyerahkan gunting pada Naira supaya gak kena duri nya.
"Iya Bun.."
Naira mulai memetik bunga mawar yang sudah siap panen, sedangkan Hana masih berkutat dengan tanah gambut yang di masukkan dalam polybag untuk menanam batang mawar.
__ADS_1
Memang dari dulu Hana paling senang kalau sudah berurusan dengan Bunga, apalagi mawar, bahkan Hana sudah punya bermacam-macam jenis mawar, apalagi warna nya.. beeeeuhh, jangan di tanya banyak nya, banyak banget malah, berwarna warni.
Selain suka bunganya, Hana juga suka aroma mawar, apalgi jika di buat aroma therapy, wanginya menenangkan..
Gak hanya Mawar yang ada di taman belakang rumah Hana, tetapi di bagian sudut terdapat bermacam tanaman obat keluarga, jadi jika tiba-tiba sakit, mereka bisa menggunakan obat tradisional untuk mempercepat proses penyembuhan selain obat dokter.
Sudahenjadi hobi nya juga selain menyanyi dan memasak, untuk bercocok tanam, dan memang tangan Hana dingin sehingga tanaman apapun yang di tanam nya pasti hidup dengan baik.
"Udah selesai ini Bun, taruh dimana?" Naira sudah membawa satu keranjang penuh mawar, masyaAllah wanginya... tercium sampai hidung pembaca.
"Udah? Adek taruh aja di atas meja dapur, nanti biar Bunda yang kerjain," kata Hana.
"Iya... oh ya Nai, Bunda lupa, coba kamu telpon Onty mu, bisa gak dya dateng minggu depan, bilang juga Bunda udah rindu sama ponakan.."
"Hehehe... Iya, nanti Nai telpon Onty Lida."
Naira masuk kerumahnya, meletakkan keranjang mawar di meja dan masuk ke kamarnya unruk membersihkan tubuh.
Selesai mandi, Naira mengambil Hp dan menghubungi Onty nya..
__ADS_1
tuuuutttt... tuuuuuutttt
"Assalamualaikum..." jawaban dari,seberang telpon.
"Waalaikum salam Onty, apa kabar??" tanya Naira sopan.
"Alhamdulillah Nai, Onty sehat, Ada apa Nai?"
"Onty, minggu depan buka puasa di rumah ya, ajak nenek sama kakek juga, sekalian syukuran Nabil, udah sembuh dari Amnesia nya."
"Oh ya? Alhamdulillah... Onty seneng denger nya,,, Insyaallah Onty dateng nanti ya Nai,,"
"Pesen Bunda kan Onty, harus datang, karna Bunda udah rindu dengan Alif"
"Bilang sama Bunda, rindu Alif apa rindu adeknya yang kece badai ini? hahaha" Jawab Lida disana.
"Mungkinlah rindu sama Onty, tapi Bunda gengsi mau bilang rindu, hehehe"
"Bisa aja kamu Nai, Ya udah Onty mau siap-siapin buka puasa dulu ya, dek Alif juga udah bangun ini,, Assalamualaikum Nai..."
__ADS_1
"Waalaikum salam Onty..."