TAKDIR CINTA NAIRA

TAKDIR CINTA NAIRA
Kenangan


__ADS_3

"Hmmmm... harum nya sampe keluar nih, udah jadi rendang nya?" Tanya Rizal yang berkeringat sambil duduk di kursi meja makan.


"Udah Yah, rasanya enak loh.." ucap Naira dengan bangga nya.


"Waaahh,, kalo enak udah pasti di jamin Bunda yang masak nih Yah,, hehehe" Timpal Nabil yang baru datang menggoda Naira.


"Enak aja, Aku tau yang siaoin semua bahan nya, Aku juga yang biat bumbu nya, dan Aku juga yang masak nya, ya kan Bun?" Naira ngotot kalo dia yang jerja keras, dan itu sukses membuat Nabil dan Rizal terkekeh kecil karena wajah masam nya.


"Udah, udah, kok pada ribut sih kalian? mending Ayah sama Nabil cobain deh. rendang buatan Naira, enak kok, gak kalah sama buatan Bunda," Hana menengahi.


"Masa sih? Ya udah, ambilin Mas piring ya Yank.. Mas mau coba Rendang buatan Anak Ayah,,"


Hana terkekeh dan beranjak mengambilkan piring untuk suami nya juga Nabil.


"Coba di makan Bil," Hana menyodor kan piring untuk menantu nya.


Nabil mengangguk, lalu berkata "Jalan-jalan ke kota Padang, jangan lupa singgah di Terminal Amplas, Kalo Ayah makan rendang, Hati-hati termakan lengkuas.. hahahaha"

__ADS_1


Sontak saja Rizal dan Hana tertawa penuh makna.


"Kok ketawanya gitu? emangnya lucu banget ya Bun?" Tanya Naira heran.


"Ini... haha... bukan.... lucu lagi... dek,, hahaha" Jawab Hana terbata-bata.


"Maksud nya?" Tanya Naira lagi.


"Yah... githu...hahaha Lah..." Tambah lagi Rizal yang tak bisa menghentikan tawanya.


"Apa sih?" Tanya Naira pada Nabil, Nabil yang tidak tau dimana nya yang lucu dari pantun nya. cuma bisa angkat bahu aja.


"Gara-gara Nabil buat pantun itu, Ayah jadi teringat, pas puasa pertama sama Bundamu dulu..." Rizal berhenti sembari mengingat masa itu.


"Kenapa rupanya Yah?" Tanya Nabil penasaran.


"Iya, dulu tuh pas Bunda masak rendang di rumah nenek, Bunda lupa nge geprek lengkuas nya, jadi langsung Bunda masukin ke dalam bumbu tumisan nya sama sama daging nya.

__ADS_1


Terus, pas malem nya rupanya tinggal beberapa potong aja sisa tuh daging, jadi masing-masing cuma dapet sepotong. Eh si kakek bilang, 'Ayah duluan ya ambil dagingnya, takut kalian habisin.' gitu kata kakek."


"Lucu nya dimana?" tanya Naira.


"Kalian tau gak, kakek yang duluan ambil, rupanya pas di gigit kakek terkejut karena yang di gihit nya bukan daging, tapi lengkuas.. hahahaha" Hana menjelaskan.


Memang kalo mengingat masa itu, sungguh lucu, dengan rona malu si Kakek yang terburu-buru tapi cuma dapet lengkuas, jadi cerita dan kenangan tersendiri buat mereka.


"Nah, sekarang ayah yang hati-hati, ntar lengkuar yang Nai masak, Ayah pikir daging juga.." Kata Naira menggoda Ayah nya. "Eh tapi kan, mungkin enak juga tuh Yah, secara kan masakan Nai luar biassa..."


"Luar biasa gak enak nya?" Ejek Nabil


"Ish, kamu ni.. ya luar biasa enak nya lah.." Naira memberenggut.


"Iya-iya, masakan istri kecilku emang paling enak." Nabil mengalah sambil mengusap kepala Naira.


"Kayak kamu udah tua aja bilangin Aku kecil.." cibir Naira

__ADS_1


"Udah ah, silahkan di makan masakan rendang pwrtama Naira. Semoga enak ya.. kalo gak enak protes aja, daripada di protes mertua nanti, malu." Hana menengahi.


Jadilah mereka makan rendang pertama Naira, dan setelah mereka mencoba nya, luar biasa enak nya rupa nya, tak kalah dengan masakan Bundanya.


__ADS_2