TAKDIR CINTA NAIRA

TAKDIR CINTA NAIRA
Sembuh


__ADS_3

"Bagaimana keadaan anak saya Dok?" Tanya Surya pada Dokter yang baru keluar dari ruang pemeriksaan..


"Sepertinya memori atau ingatan yang ada di kepala anak Bapak berangsur-angsur kembali, dia pingsan karena tak dapat menahan sakit kepala hebat akibat ingatan masa lalu nya yang muncul.."


"Jadi maksud dokter anak kami bisa sembuh dari amnesia nya dok?" Surya sudah sangat penasaran. Naira pun yang berdiri di peluk Bunda nya tersenyum senang kala dokter mengatakan hal itu, berarti ada kemungkinan Nabil akan ingat semuanya..


"Iya Pak, tergantung pasien, jika dia mau menerima kembali ingatan masalalu nya, maka dia bisa di nyatakan sembuh dari amnesia nya."


"Alhamdulillah..."


Serempak mereka mengucapkan hamdalah karena ini merupakan keajaiban, merupakan berkah di bulan ramadhan untuk mereka, telah lama mereka ingin Nabil sembuh, akhirnya Allah mengabulkan doa mereka semua.


..........


"Nai, makan dulu nak, kamu belum makan daritadi, nanti Nabil pasti bangun kok sayang.." Lembut Iren berkata pada Naira.

__ADS_1


"Iya Ma, nanti Nai makan, Nai mau temeni Nabil dulu, siapa tau nanti dia bangun,," kekeuh Naira tak ingin beranjak dari sisi Nabil.


Bukan nya apa, Naira hanya ingin jadi orang pertama yang berada di hadapan Nabil saat Nabil sadar, mudah-mudahan Naira juga jadi orang pertama yang Nabil ingat. Hanya itu harapan Naira.


"Ya udah, kamu makan disebelah Nabil aja kalo gak mau makan di sofa ya, yang penting kamu makan, ntar Nabil sembuh malah kamu yang baring di ranjang,,"


"Hehehe. iya Ma,,"


Akhirnya dengan bujukan Iren, Naira makan nasi yang udah di belikan oleh Ayah nya tadi, walaupun gak banyak, tapi adalah yang masuk ke perut Naira, jadi dia gak lemas.


Naira tertidur di sebelah Nabil, duduk di kursi dan kepalanya berada di tempat tidur, tangan nya menggenggam tangan Nabil yang bebas dari infus. Di peluknya tangan itu.


Tepat di jam tiga dini hari, Nabil membuka matanya perlahan, hendak bergerak tapi tangan nya tak dapat di gerakkan, di lihatnya ke samping ternyata Naira memeluk tangannya posesif.


Nabil hanya terkekeh melihat Naira seperti itu, tumben-tumbenan Naira mau memegang tangan nya erat seolah tak ingin jauh dari Nabil, padahal tiap harinya mah, Naira ogah di sentuh intens. katanya takut kilap.

__ADS_1


"Nai... bangun Nai..."


Nabil mencoba menggoyangkan tubuh Naira.


"Nai...." sekali lagi Nabil berusaha. Dan tak ada usaha yang menghianati hasil. Naira terbangun, mengucek matanya yang sedikit buram karena efek bangun tidur.


"Emmmmhhh , , , "Naira meregangkan otot nya. "Udah bangun kamu?" Tanya Naira santai.


"Udah sayang...."


"Eh??! Nabil? Kamu bangun Bil?? Alhamdulillah ya Allah.... Akhirnya Nabil bangun juga, sebentar ya Aku panggil suster dulu.


Naira segera berlari ke luar ruang rawat, tak lupa Naira membangunkan kedua orang tua nya yang tidur di atas tikar berlapis bedcover. Betapa senang hatinya ketika Nabil sadar, itu berarti Nabil juga akan ingat masa lalu mereka kan? mudah-mudahan saja.


Suster masuk bersama dokter jaga yang sedang bertugas. Di periksanya Nabil, di tanya-tanya tentang masa lalu. Dan Puji stukur Naira dan kedua orang tua nya ucapkan bahwa Nabil di nyatakan sembuh dari Amnesia.

__ADS_1


__ADS_2