TAKDIR CINTA NAIRA

TAKDIR CINTA NAIRA
Nyasar


__ADS_3

"Jadi ke arah mana kita jalan yank? Kanan atau kiri?" Tanya Nabil pada Naira.


"Hah? kayaknya ke kiri deh yank., disini katanya suruh belok ke kiri, tapi kok di liat-liat kayak hutan ya yank?" Naira malah tanya balik, soalnya Naira ragu setelah tanya sama mbah gugel katanya rumah Rere belok kiri.


"Apa disana ada rumah lagi yank? Ntar kita nyasar lagi ni," kata Nabil lagi.


Ya, sekarang mereka tengah dilema memilih jalan yang kiri atau kanan. Pasalnya mereka udah muter-muter vak jelas cari rumah Rere tapi belum ketemu juga, ikut maps malah di bawa nyasar.


"Baiknya kamu telpon Rere deh yank, daripada kita nyasar lebih jauh lagi, udah mau jam 6 ini, ntar lagi buka puasa."


"Iya deh yank, bentar.."


Naira pun memencet nomor telpon Rere untuk menanyakan perihal dimana rumah rere.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikum salam..." sahutan dari sebrang telpon.


"Re, kayaknya kami nyasar deh, kami udah sampe di simpang empat, kami bingung mau kemana, ikut Maps malah muter-muter." Naira menjelaskan.


"Owalah... maaf ya kak, gak kasih alamat lengkap, kakak balik lagi deh. Soal nya udah kelewatan dari simpang 4 itu."

__ADS_1


"Loh, jadi kelewatan tok kami... ya udah. kamu tunggu di pinggir jalan ya, biar gak kelewatan lagi.."


"Iya kak, ini Nai langsung ke pinggir jalan."


"ya udah. Assalamualaikum.."


"Waalaikum salam..."


Naira menutup telpon Rere, "Rupanya kita kelewatan Yank. Padahal si mbah bilang lewat sini ya kan.."


"Hahaha, biasa itu, bahkan ada juga kok drivel ojol yang pake maps malah nyasar ke selokan.."


Akhirnya mereka pun balik arah, kembali merajai jalanan dengan perlahan. Melihat ke kanan dan ke kiri agar mereka bisa menemukan Rere.


"Itu Rere yank, Lah.. padahal rumah nya di pinggir jalan, tapi kita malah gak tau.." Naira bersorak gembira.


Nabil membelokkan sepeda motor nya ke arah kanan, nenyebrang jalan agar sampai kerumah Rere.


"Jauh ya Kak kelewatannya??" Rere tertawa mengingat mereka kelewatan.


"Heheh, iya nih, padahal rumah kamu nampak di pinggir jalan, tapi kami sok sokan ngikutin si mbah."

__ADS_1


"Kan kakak punya nomor telpon Rere, kenapa gak telpon daritadi?"


"Biasalah, Nai kan paling suka kalo jalan-jalan, jadi santai aja.." Nabil menimpali.


"Ya udah. yuks kerumah Rere. Yang lain udah pada kumpul."


Mereka berdua mengikuti Rere. Naira berjalan dengan Rere bersebelahan, sedangkan Nabil membawa sepeda motor matic nya.


"ngomong-ngomong, kakak cantik banget hari ini?" Puji Rere saat dia menggandeng tangan Naira.


"Alhamdulillah terimakasih, ini Nabil yang pilihin bajunya, katanya biar sesari dengan baju nya dia.."


"Oh ya??" Rere menoleh kearah Nabil, "Oh, baru Re perhatikan, rupanya kalian couple ya baju nya? Waaahhh,,, cocok banget,, emang deh kalian pasangan paling romantis yang pernah Re tau.."


"Ah, kamu bisa aja Re,," Naira tersenyum malu-malu. Bagaimana enggak, baju pilihan suaminya di puji,, ya jelas lah Naira senang.


Pasalnya hari ini mereka berdua memakai baju biru tosca, Naira dengan gamis nya, dan Nabil dengan baju koko lengan pendek nya.


Naira memadu padankan bajunya dengan Hijab peach yang kontras dengan warna kulitnya yang putih. Tak perlu memakai riasan, cukup dengan lip blam saja, Naira sudah tampak menawan.


Nabil juga tak kalah tampan dengan setelan koko dengan celana bahan nya, memang mereka adalah pasangan yang klop banget...

__ADS_1


__ADS_2