TAKDIR CINTA NAIRA

TAKDIR CINTA NAIRA
Ngapel??


__ADS_3

Naira:"Ya udah, aku terima deh bunganya. Makasih ya Nabil."


Walaupun ogah-ogahan, tapi Naira tetap mengambil setangkai mawar merah yang Nabil berikan. Dan tanpa dia tau makna nya, Naira menyimpan mawar itu.


Naira:"Ayah,,,bunda...."


Hana:"Kenapa sayang?"


Naira:"Bunga yang Nabil kasih layu bunda, Nanai mau bunga nya jangan layu,,hiks,,hiks,,"


Hana:"Eh, ya udah jangan nangis dong, anak vantiknya mama gak boleh nangis..."


Naira:"Terus gimana dong bunda,?"


Hana:"Emmm,,,Yuk, bunda punya caranya. Sini sayang," Hana memanggil Naira kecil untuk dekat dengannya.


"Kita akan menggunakan Setrika tanpa air sayang. Pertama-tama kita letakkan mawar di antara serbet kertas dan panaskan setrika dengan pengaturan paling rendah. Pastikan setrika bebas dari air karena kelembapan yang ditimbulkan uap air dapat merusak proses pengeringan. Ratakan mawar dengan buku setelah dilapisi dengan 2 serbet kertas. Tekankan setrika pada serbet kertas bagian atas selama 10-15 detik. Tunggu selama 10-15 detik dan ulangi proses yang sama. Nah, kita gak boleh menggerakkan setrika seperti saat menyetrika pakaian. Cukup menekankan setrika pada serbet kertas bagian atas. Lalu kita periksa kondisi bunga dengan mengangkat serbet kertas bagian atas secara perlahan dan pastikan bunga sudah kering.

__ADS_1


Nah, setelah bunga nya kering seperti ini, baru deh, kita taruh bunganya di kotak kaca. Selesai... Mudah kan sayang? Jadi Nanai jangan sedih lagi ya,"


Naira:"Wooooow...bunda hebat, makasih bunda sayang..."


Hana:"Sama-sama sayang..." Hana mengecup kening anaknya.


Flash back off


Selesai Naira menyanyikan lagu, dia langsung duduk ke tempat semula. Di lihatnya Nabil menatapnya dengan tatapan yang tak dapat di artikan.


"Semoga kamu mengerti Nabil dengan lagu yang aku sampaikan padamu." Dalam Hati Naira.


Baiklah, kelas hari ini selesai. Terimakasih semua, Assalamualaikum.."


Siswa:"Waalaikum salam..."


Nabil teringat kembali kalau dia pernah memberikan Naila kecil Mawar merah, dia juga melihat ketika Naira menyanyi dia selalu menatap Nabil dwngan swnyum khasnya yang menampakkan lesung pipinya. Nabil pun berfikir, Naila kecil juga punya lesung pipi seperti Nanai, apa jangan-jangan....

__ADS_1


Belum sempat Nabil bertanya pada Nanai, bel pulang sekolah sudah berbunyi, entah kenapa setelah menyanyi lagu itu, Nanai tak mau menegur Nabil, dia langsung pergi tak ada sapa seperti biasa. Nabil pun heran dengan sikap Nanai, jadi dia memutuskan untuk bertanya pada Nanai nanti malam, kebetulan malam minggu jadi besok gak sekolah, dan Nabil akan berkunjung kerumah Nanai.


Malam pun tiba, Nabil bersiap-siap hendak kerumah Nanai. Tapi diapun heran dandanannya macam orang yang lagi kasmaran mau ngapel malam minggu. Nabil hanya terswnyum melihat tampilannya dalam cermin.


Saat hendak keluar pintu..


Iren:"Mau kemana Bil? Emmm....nampak nya anak mama udah gede ya? Mau ngapel ya Bil?" Iren menaik-naikkan alisnya.


Nabil:"Mama ni,,Nabil cuma mau kerumah Nanai, ada yang mau Nabil pastikan."


Iren:"Emmm...Kamu nyatain cinta sama Nanai? mau minta jawaban yah?? wah,, anaka mama udah pandai main cinta-cintaan nih,,


pa....papa..."


Iren berteriak dan pergi memanggil suaminya, sedangkan Nabil hanya bisa terbengong melihat kelakuan mamanya yang salah mengartikan perkataannya..


Nabil hanaya bisa geleng-geleng kepala dan melanjutkan langkahnya kerumah Nanai.

__ADS_1


✏️✏️Mana nih kritik sarannya?😥


__ADS_2