TAKDIR CINTA NAIRA

TAKDIR CINTA NAIRA
Surat undangan


__ADS_3

"Kasih Aku kesempatan untuk jadi pacar kakak." Sontak saja kata-kata yang bergema di ruangan itu, membuat anak-anak yang ada disitu diam membeku, menunggu reaksi Nabil.


"Maksud kamu?" Tanya Nabil bingung.


"Selama ini Aku perhatiin kakak, Aku suka sama kakak, dan Aku yakin kalo hubungan kakak dengan kak Nai gak seperti yang mereka bilang, kalo kalian pacaran. Kak Nai juga bilang kalo kalian gak pacaran."


"Jadi?" Tanya Nabil lagi. Sedangkan Naira sudah berpaling arah, menutup mata, rasanya malu untuk melihat adegan di sampingnya. Tidak, bukannya Naira marah, tapi lebih ke kasihan pada Mela, yang sudah pasti memiliki cinta bertepuk sebelah tangan.


"Aku mau kakak jadi pacar Aku, kita kan udah lulus sekolah, jadi Aku berharap bisa berada terus di samping kakak." Jawab Mela mantap.


Prang.....


Itu bukan suara gelas yang jatuh karena Bunda Hana terkejut ya, tapi sendok di atas meja yang jatuh karena kesenggol Lida yang sedang memindahkan agar-agar.


Jatuhnya sendok membuat mereka semua beristighfar. Saking terkejutnya dibarengi dwngan pernyataan Mela.


Kalian bisa bayangin sedang menonton adegan yang menegangkan lalu tiba-tiba di kejutkan dengan suara kumpulan sendok yang jatuh, ambyar.

__ADS_1


Nabil tersenyum pada Mela, dan itu membuat hati Mela tambah berbunga-bunga, karena dia berpikir bahwa Nabil akan suka dengan pengakuan nya.


Tapi apa yang di lakukan Nabil kemudian membuat Mela syok.


Nabil mengambil satu undangan di atas sofa dan memberikan nya pada Mela. "Maaf...." Katanya.


Mela yang tak mengerti ucapan Nabil, mengerutkan dahinya, lalu dia membaca selembar undangan yang di berikan Nabil, dia kira undangan siapa, tapi disitu tercetak jelas dengan tinta emas dan tulisan yang di ukir, bertahtakan bunga-bunga indah mengelilingi sampul undangan, ada gambar 2 cincin yang saling bertautan di antara nama tersebut.


...MENIKAH...


...&...


...Nabil Ghaisan Dinata...


...Akad Nikah:...


...Jum'at 12 Juni 2018...

__ADS_1


...Resepsi:...


...Kamis, 20 Agustus 2020...


Sontak saja Mela terkejut melihat tulisan yang ada di undangan, 12 juni 2018? pikir nya, itu 2 tahun yang lalu, jadi apakah mungkin mereka sudah menikah begitu lama? benarkah mereka sudah menikah? Berarti sejak kelas 2 mereka sudah menikah? Sungguh jati Mela hancur melihat undangan itu.


Mela mulai menangis tersedu, Naira sudah memastikannhal ini pasti bakalan terjadi. Shinta yang sedikit peka langsung bangun dari duduk nya dan mengambil benda yang tiba-tiba bisa membuat Mela menangis.


Sungguh, bukan hanya Mela, bahkan Shinta juga terkejut, menjatuhkan undangan dan menutup mulut nya dengan telapak tangannya. Tapi Shinta bukan terkejut karena dia sedih, tidak, Shinta tidak sedih, justru Shinta malah senang sampai-sampai Shinta tak bisa berkata-kata.


Undangan yang jatuh di ambil oleh Dimas dan mereka membaca nya satu persatu. Sungguh ini adalah kejutan ketiga hari ini setelah yang kedua kejutan dari sendok jatuh.


Mela yang sudah yerlanjur malu tidak berani menatap Nabil maupun Naira, apalagi menatap teman-teman sekelas nya.


Langsung saja Mela mengambil tas yang ada di karpet dan langsung berlari keluar rumah tanpa memperdulikan panghilan Naira yang mengejarnya.


Tapi ketika sampai di pintu, tangannya di tahan oleh Nabil, karena adat mereka bilang kalo pengantin sedang di pingit tidak boleh keluar rumah, walaupun cuma dari pintu tumah.

__ADS_1


__ADS_2