
Nabil:" Kamu ngapain Nai?"
Nabil bertanya pada Naira ketika dia melihat Naira duduk di tepi jendela kamar mereka. Naira tampak melamun sambil tersenyum.
Naira:" Eh, ini, aku lagi liatin hujan."
Nabil:" Kenapa di liatin?"
Naira:" karena dengan melihat hujan, ada kesejukan tersendiri, rasanya nyaman."
Nabil:" Kenapa gak di rasakan aja?"
Naira:" Maksud nya?"
Nabil:" Yok ikot aku."
Naira:" Eh, eh kita mau kemana?"
Tanpa menjawab pertanyaan Naira, Nabil menggenggam tangan mungil itu mrnuju ke lantai bawah dan menariknya ke halaman belakang rumah mereka. Halaman nya luas dengan hamparan rumput hijau, di pagar dengan tembok yang tinggi sehingga tak ada orang lain yang dapat melihat kegiatan mereka disana.
Disinilah mereka, Nabil menarik Naila untuk bermain air hujan, caranya? ya dengan langsung mandi hujan..
Naira sangat terkejut dengan Sikap Nabil, mau marah tapi gak jadi, karena Naira menikmati derasnya hujan di taman belakang.
Naira:" Kamu kenapa bawa aku mandi hujan sih, kan basah.."
Nabil:" Daripada cuma di liatin, kan bagus di rasain Nai.."
Naira:" Tapi kan..."
Nabil:" Udah, jangan tapi-tapian. Nikmati aja.."
Naira pun tersenyum menikmati guyuran air hujan yang membasahi bumi. Suatu nikmat dan berkah yang di turunkan oleh Allah.
__ADS_1
Hujan merupakan salah satu perkara terpenting bagi kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Ia merupakan sebuah prasyarat bagi kelanjutan aktivitas di suatu tempat, tidak hanya manusia, tapi hampir semua makhluk.
Hujan juga memiliki peranan penting bagi semua makhluk hidup, termasuk manusia–disebutkan pada beberapa ayat dalam al-Qur’an mengenai informasi penting tentang hujan, kadar dan pengaruh-pengaruhnya.
Dalam al-Quran Surat Az-Zukhruf, Allah memberikan informasi bahwa hujan dinyatakan sebagai air yang diturunkan dalam “ukuran tertentu”.
“Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).”(QS: Az-Zukhruf : 11)
Allah telah menurunkan hujan sebagai rahmat di saat diperlukan oleh seluruh makhluk. Allah pula menurunkan hujan agar banyak orang mendapat kegembiraan setelah bertahun-tahun hampir putus asa menunggu. Karena itu, al-Quran menyebut hujan sebagai rahmat dan berkah, bukan musibah.
Semoga dengan turunnya hujan semakin membuat kita bersyukur, bukan malah mengeluh. Manfaatkanlah moment tersebut untuk banyak memohon segala hajat pada Allah Ta’ala menyangkut urusan dunia dan akhirat. Jangan sia-siakan kesempatan untuk mendoakan kebaikan diri, istri, anak, kerabat serta kaum muslimin lainnya.
Dan Naira pun berdoa supaya rumah tangganya selalu di berikan keberkahan dan di jauhkan dari hal-hal yang negatif.
Di bawah guyuran hujan mereka bersenang-senang, saling kejar-kejaran, terkadang salah satu dari mereka terpeleset karena rumput yang licin yang membuat mereka tertawa bahagia. Saling dorong-dorongan di ayunan, malah tingkah mereka berdua saat ini persisi seperti anak kecil.
Hana yang menuju ke dapur hendak masak makan malam sedikit terkejut karena ada suara orang tertawa di halaman belakang rumahnya, jadi dia melihat ke luar, betapa terkejud nya dia ketika melihat anak dan menantu nya sedang berlari main kejar-kejaran.
Hana:" Hei kalian berdua...kenapa jadi kayak anak kecil sih?"
Hana:" Nabil... Naira, ayo masuk, nanti kalian sakit.."
Nabil dan Naira mendatangi Hana,
Nabil:" Kenapa bunda?"
Hana:" Kalian yang kenapa? kenapa jadi kayak anak kecil gini?"
Nabil:" asik kok bunda, maen hujan. udah lama gak maen hujan."
Hana:" Iya, tapi nanti kalian sakit. Besok udah harus masuk sekolah."
Naira:" Gak bakalan sakit kok bunda... ini lagi seru.."
__ADS_1
Hana:" Ya udah terserah kalian."
Nabil dan Naira kembali bermain kejar-kejaran, lalu mereka pun punya ide untuk lomba di kolam renang, ternyata air di dalam kolam hangat, mereka pun tak merasakan kedinginan sama sekali. Saking menikmati nya, sampai mereka lupa waktu bahwa mereka sudah bermain hujan cukup lama, hampir 2 jam.
Naira:" Bil, masuk yuk.. dingin..."
Nabil:" yuk lah, hahahaha....."
Naira:" Kenapa kamu ketawa?"
Nabil:" Bibir kamu biru.."
Naira:" Kamu juga.."
Setelah di rasa tak sanggup lagi menahan dingin barulah mereka menghentikan kegiatan mandi hujan. Mereka segera masuk kerumah dan mandi air hangat untuk menghilangkan dingin dan sehera mengganti baju hangat.
Nabil:" Nai, buat teh ya.."
Naira:" Iya, bentar aku buat dulu.."
Naira turun ke bawah untuk membuat teh hangat untuk mereka berdua. Naira juga menambahkan jahe ke dalam teh mereka supaya badan mereka yang dingin menjadi hangat dari dalam. Tak lupa pula Naira membawa cemilan dalam toples yang di buat oleh bundanya.
Hana:" Loh, kok udah mandi ujan nya?"
Naira:" Dingin bunda.."
Hana:" ooo.."
Naira langsung menuju ke kamar mereka,
Nabil:" Nai.."
Naira yang sedang membaca buku di atas tempat tidur menoleh dan menjawab
__ADS_1
Naira:" Ada apa bil?"
...........