
"Anak-anak, ayo makan... kalian ini pulang sekolah bukannya ganti baju malah tepar di sofa." Hana memanggil kedua anak nya yang berbaring malas-malasan di sofa ruang keluarga.
"Bentar lagi Bun, mager nih... Gendong donk Bun..." Naira mengangkat kedua tangan nya meminta Hana menggendong nya.
"Kamu ini, kayak anak kecil, malu tuh sama suami mu." Tunjuk Hana menggunakan dagu nya.
"Ya udah deh, Gendong donk Bil, Mager nih, bener deh," Naira beralih pada Nabil.
"Oke.." Jawab Nabil. Lalu Nabil mendekatkan diri pada Naira, bukannya menggendong, tapi Nabil malah membisikkam sesuatu yang membuat Naira kesel berlipat-lipat, "Tapi Bo'ong.." Cup...
Nabil mengambil kesempatan mencium istri kecilnya itu, lalu berlari menuju kamar untuk mengganti baju, dengan gelak tawa yang tak henti-henti nya.
Naira yang seakan terhipnotis dengan perlakuan suami kecil nya itu pun tersadar dan berteriak, "Nabiiiiiiillllll...." lalu bergegas menuju kamar mereka untuk memberikan pelajaran pada Nabil.
__ADS_1
Hana yang melihat keduanya hanya terkekeh kecil dan bergumam, "Dasar ABG labil". Tak lama kemudian, Rizal yang pulang untuk makan siang pun sampai dirumah nya, dan di sambut hangat oleh sang istri.
Sudah menjadi rutinitas dan kebiasaan mereka ketika Rizal hendak keluar dan masuk ke dalam rumah untuk mencium kening istri nya. Salah satu kegiatan yang mencuri perhatian Naira dan Nabil.
"Kita entar begitu juga ya Bil, romantis bener mereka berdua itu. Kayak masih Abegeh aja." Kini Naira juga Nabil sudah berada di bawah tangga dan menyaksikan momen keromantisan Ayah dan Bunda nya. " Iya, ntar gak cuma di kening aja ku ciumi kamu. Tapi semua yang bisa ku cium.." jawab Nabil menggoda Naira.
"Ih, kamu mah mesum," Naira mencubit pinggang Nabil. Nabil hanya terkekeh melihat Naira yang merona.
"Hey, kok kalian malah berdiri disitu? Ayok makan, Ayah udah laper.." Rizal menginterupsi mereka berdua yang masih saling menggoda.
Mereka sudah berkumpul di meja makan, tapi kali ini ada yang berbeda di meja, sehingga membuat alis ketiga orang yang hendak makan pun jadi mengernyit.
"Loh, Bun? Kok cuma ada ini?" tunjuk Rizal pada masakan Hana, Dia heran, pasal nya di atas meja cuma ada sayur bening bayam, tumis kangkung, lalapan kemangi, sambal belacan,terong rebus plus tahu dan tempe goreng.
__ADS_1
"Memang nya kenapa Yah?" tanya Hana yang menahan senyum.
"Masak gak ada ikan Bun? masak lauk nya daun semua?" Tanya Naira.
"Iya, mulai hari ini kita kan udah lockdown, jadi Bunda inisiatif untuk buat laok daon juga untuk kalian. hitung2 kita berhemat.." Hana terkekekh melihat reaksi ketiganya.
"Yah gak gitu juga donk Bun, masak gak ada ikan ato ayam sih?" Naira tanya lagi.
"Udah pada Lockdown semua Nai, jadi cuma ada ini, nikmati aja ya.. hehehe"
Tanpa banyak tanya lagi, mereka makan dengan lauk apa adanya. Naira masih bersyukur masih bisa di berikan kesehatan untuk bisa menikmati makanan yang ada di meja. Sungguh Naira tak bisa membayangkan orang-orang yang tak di perbolehkan keluar untuk waktu 14 hari tanpa punya persediaan karena penyebaran Virus.
Mungkin orang-orang berada masih punya persediaan keuangan, tapi bagi orang-orang yang kerja hari ini untuk bayar makan kemarin, sungguh Naira sedih membayangkan nya.
__ADS_1
Semoga Virus-virus yang menyebar lekas hilang, semoga yang sakit di beri kesembuhan, semoga kita semua dijauhkan dari marabahaya dan bencana, di lindungi oleh Allah SWT dari maraknya penyebaran Corona. Amiiinnnnn