
Mala Harinya, Iren dan Surya pergi bertamu ke tetangga baru di depan rumah mereka. Awalnya mereka hanya ingin menyapa sambil membawa kue buatan Iren. Dan betapa terkejutnya mereka ketika tau siapa empunya rumah. Tak dapat Surya menahan rasa senangnya dan memeluk Rizal dengan erat, seperti teman lama yang memang sudah lama terpisah. Begitu juga dengan Iren yang memeluk Hana lembut.
Sampai-sampai Iren dan Hana nyaris menangis bersamaan ketika berpelukan, seolah-olah tiada pernah ada masalah dalam hubungan mereka, para orang dewasa yang dulunya memiliki masalah yang terselesaikan dengan kepala dingin. Sehingga mereka menjadi sahabat di hari ini dan sampai nanti.
Hana:"Hana rindu sama mbak, mbak sehat?"
Hana melepas pelukannya dan bertanya pada Iren
Iren:"Alhamdulillah sehat Na, walaupun gak bisa kerja berat, tapi karena dukungan suami aku bisa bertahan,"
Hana:"Aaahhh,, Syukurlah Mbak,"
Rizal:"Kamu gimana Sur?"
Surya:"Seperti yang kamu lihat, sehat wal afiat.."
Mereka pun lalu masuk kerumah sambil merangkul satu sama lain, setelah Hana menyediakan minum, diapun memanggil Naira untuk bertemu dengan Surya dan Iren.
Hana:"Nai, ayok salamin om sama tante dulu, cepet kaluar."
Naira:"Om dan tante siapa bun?"
Hana:"Orang tua nya Nabil.."
__ADS_1
Naira:"Nabil? Om Surya dan tante Iren?"
Hana:"Iya, yuk keluar temuin mereka"
Hana berjalan keluar kamar Naira di ikuti Naira di belakangnya, Naira merasa deg-degan seperti orang yang sedang lamaran, padahal mah cuma mau ketemu temen lama, begitu lah kira-kira.
Surya:"Oooo...Anak gadis calon menantu om, udah besar sekali ya,, cantik lagi, ya kan sayang?"
Surya bertanya pada istrinya.
Iren:"Iya mas, cantik, sopan lagi. Aku sih Yess kalo Naira jadi mantu kita mas.."
Naira:"Om dan tante ni becandanya jangan kelewatan deh, Nanai kan malu..."
Iren:"Mantu mama bisa malu juga pah,,"
Hahahaa..terdengar suara tawa para orang tua yang menertawakan Naira yang sudah seperti kepiting rebus.
Naira:"Nabil gak ikut om?"
Surya:"Dia ada rugas kelompok. Oh ya, kamu sekolahnya sama kayak Nabil kan? kayaknya Nabil belum kenal kamu deh Nai.."
Naira:"gapapa om, malah bagus, Nanai bisa ngerjain dia. Om sama tante jangan bilang ke Nabil ya kalo Nanai sekolah bareng dia."
__ADS_1
Iren:"Iya sayang, tapi ngomong-ngomong kamu udah tau Nabil kan?"
Naira:"gimana mau tau tante, Nanai kan belum ketemu dia."
Iren:"Loh, bukannya tadi kamu nganter kue Nabil yang terima ya?"
Naira:"Hah?? Maksud tante anak cowok yang si depan rumah ini? Nabil yang ganteng itu Nabil temen aku pas kecil? Wuiiihh berubah banget dia tan.."
Iren:"Hahaha. Dia mati-matian olah raga, katanya biar kalo ketemu kamu gak malu-maluin karna gendut."
Sontak saja Naira tertawa, alasan macam apa itu, pikirnya
Keesokan harinya,
Karena hari ini hari senin, maka Naira pun mulai masuk sekolah di SMA N 1 tempat Nabil sekolah, seperti permintaan Naira pada ayahnya, dia juga masuk ke kelas yang sama dengan Nabil. Dan seperti permintaan Naira pada Surya dan Iren, mereka pun tak memberi tahukan bahwa Naira berada dekat dengan Nabil.
Kedatangan Naira membuat anak-anak satu sekolah heboh, karena paras ayu Naira yang memang tak dapat di sembinyikan, sosok tinggi, ramping, hidung mancung, mata bulat, bulu mata dan alis tebal, ditambah lagi lesung pipi turunan dari sang ayah.
Bu Mini masuk kelas dan memberitahukan pada murid-muridnya bahwa di kelas mereka akan ada tambahan murid baru. Sontak para murid bersorak gembira. Setelah Naira di persilahkan masuk, kelas menjadi hening seketika.......
Bersambung dulu yess..
Like komen dan love nya kakak sayang..😘
__ADS_1