TAKDIR CINTA NAIRA

TAKDIR CINTA NAIRA
Dimsum


__ADS_3

"Bunda...." panggil Naira dari ruang tengah.


"Ya Nai? Bunda di dapur," jawab Hana dari dapur.


"Bunda mau buat apa tuk bukaan ntar?" tanya Naira penasaran, karena banyaj bahan berserakan di meja.


"Bunda mau buat goreng pisang aja, kayak nya enak makan goreng pisang pas buka puasa Nai minum pake teh anget." jelas Hana yang masih memilah bahan yang akan di pakai nya.


"Oh.... Nai bosen nih Bun."


"Bosen kenapa?"


"Gak tau juga ini."


"Daripada bosan, mending manfaatkan waktu libur dengan mencoba hal-hal baru. Selain bisa menambah keseruan waktu libur, kamu juga bisa merasakan suasana berbeda."


"Memangnya Nai harus ngapain Bun?"


"Ya kamu bisa melakukan banyak kegiatan Nai, Apalagi ini bulan puasa, pasti banyakanfaat nya. Salah satu kegiatan yang bisa kamu manfaatkan saat libur kayak gini adalah memasak."


"Tapi kan Nai gak pinter masak Bun,"


"Kamu kan bisa belajar sayang, apa guna ada Bunda kalo kamu gak mau belajar? Les sama Bunda gratis loh," Jawab Hana.


Naira tertawa, iya ya kan? kenapa waktu libur gini gak di manfaatkan untuk hal-hal yang berguna, pikir Naira.


"Nai, memasak bisa jadi alternatif kegiatan yang bikin hari libur jadi lebih menyenangkan. Nggak hanya untuk para cewek, cowok-cowok juga nggak ada salahnya buat seru-seruan di dapur. Katanya sih ya, masakan cowok sekarang nggak kalah enak dan lezat dari buatan cewek-cewek." Jelas Hana


"Masak sih Bun?"


"Lah iya, toh liat sekarang, banyak chef itu cowok kan? Bahkan di ajang pemilihan chef chef gak sedikit peserta cowok nya."


"Nai mulai belajar masak apa ya Bun? Nai bingung,"


"Kalau kamu bingung ingin masak apa, coba untuk mulai dari makanan favoritmu." Kata Hana memberikan kisi-kisi. Ye elah, kayak ujian pake kisi kisi.


"Bun, sekarang ini tuh dimsum jadi salah satu camilan yang ramai diserbu banyak orang. Kayaknya Dimsum bisa jadi pilihan yang tepat kan, tok Nai belajar masak?"


"Boleh, kalo kamu mau belajar buat Dinsum dulu. Sekarang kamu ambil bahan-bahannya di kulkas. Bunda hari itu ada beli kulit nya."


"Apa aja bahan nya Bun?" Tanya Naira saat membuka pintu kulkas.

__ADS_1


"Kamu ambil potongan ayam bagian paha atas dan fillet bagian dagingnya saja ya Nai, biar gak ada tulang nya."


"Iya Bun, Terus apa lagi nih?"


"Kamu siapin 1 sendok teh garam, 1 sendok makan gula pasir, 1 sendok makan minyak wijen,1/2 sendok teh lada halus, 3/4 sendok makan kecap asin, 3/4 sendok makan saus tiram, 25 gram sagu tani." Hana memberikan instruksi.


Naira menyiapkan bahan bertahap, menyalin nya ke dalam wadah wadah kecil supaya enak tinggal masukin kayak chef chef di tipi.


"Udah Nai?" Tanya Hana yang tengah menggoreng pisang.


"Bentar lagi Bun, Nah, udah selesai. Terus apalagi yang harus Nai siapkan Bun?"


"Kalo udah, kamu ambil 1 lembar daun bawang, kamu iris ya."


"Tipis atau tebal?"


"Manapun jadi Nai.." Naira memilih mengiris nya tipis tipis.


"Terus kamu ambil 4 lembar besar kulit lumpia ya Nai. Bagi masing-masing menjadi 4 bagian."


"Nah, kalo udah kamu cuci wortel nya terus di parut untuk topping."


Naira mengerjakannya dengan teliti dan telaten, Naira berfikir kenapa gak dimanfaatin dari dulu ya Bundanya tuk ngajarinnya masak dan buat-buat makanan, padahal Bunda nya juga master untuk urusan memasak.


"Udah Bun, semua bahan udah Nai taruh disini" Naira memperlihatkan hasil kerja nya.


"Anak Bunda kayak Chef ya, rapi kerjaan nya."


"Bunda bisa aja.. ya udah, sekarang semua bahannya di apain Bun?"


"Sekarang kamu Ambil 1/3 ayam fillet nya, kemudian kamu cincang halus. Kalo udah, blender 2/3 sisa ayam fillet sebentar saja sekitar 3-5 detik dan jangan terlalu halus. Kalo udah kamu ampur jadi 1, aduk lalu sisihkan." Komando Hana. Lalu dia melanjutkan goreng pisang nya, setelah selesai, Hana kembali lagi memberi instruksi pada Naira.


"Kalo udah siap di sisihkan, kamu tambahkan garam, gula pasir, minyak wijen, lada halus, kecap asin, saus tiram, sagu tani, daun bawang, dan campur sampai rata ya Nai."


"Iya Bun.."


"Kalo udah tercampur rata, ambil 1 lembar kulit, isi sekitar 1 sendok makan adonan, lalu bentuk adonan dimsum. Lakukan sampai adonan habis. Gunting ujung kulit yang bersisa agar adonan lebih rapi. Beri topping parutan wortel.


Kalo udah habis, baru deh kamu kukus adonan selama kurang lebih 20 menit. Setelah itu bisa kamu angkat dan sajikan dengan saus sambal sesuai selera."


"Loh, saus nya gimana buat nya Bun?" Tanya Naira karena melewatkan pembuatan saus nya.

__ADS_1


"Oh iya Bunda lupa sayang..."


"Jadi apa aja bahannya Bun?" Naira bersiap menyiapkan bahan lagi. Mungkin di pikir nya banyak.


"Gak banyak sayang, cuma 5 sendok saus sambal tambahkan 1 sendok teh gula pasir terus tambah 3 sendok makan air panas, campur semua bahan saus jadi satu. Udah gitu aja kok."


Setelah Dimsum selesai di kukus, Naira menaruh beberapa Dimsum kedalam wadah untuk di antarkan kerumah mertuanya. "Bunda, yang ini Nai kasih ke Mama ya.."


"Iya, ya udah antar sana, oh ini sekalian bawakan pisang goreng nya." Hana menyerahkan wadah berisi pisang goreng buatannya.


Naira bergegas menuju kekediaman Dinata.


"Assalamualaikum Ma,,"


"Waalaikum salam sayang, tumben sore-sore kemari nih? mau buka puasa disini?"Tanya Iren yang membukakan pintu untuk Naira.


"Enggak Ma, Nai mau anter Dimsum buatan Nai, ini yang pertama loh," Naira pamer pada mertuanya.


"Iya?? Waah, Anak Mama hebat, persis kayak Bunda kamu, bisa masak.."


"Tapi Nai gak tau nih Ma rasanya gimana. kan puasa,"


"Iya, kalo gurunya Hana udah pasti enak itu," Iren tertawa.


"Mama bisa aja,"


"Lah iya, wong yang ngajarin Mama masak juga Bunda kamu kok,"


"Hehehe.. Ya udah. Nai pamit dulu ya Ma, Nai belum mandi ini, tadi siap angkat langsung Nai kemari antar untuk Mama.."


"Ulu ulu... memang ya Mama gak salah pilih menantu. Udah cantik, baik, sayang mertua lagi.."


Naira merona mendengar pujian mertuanya.


"Kalo gitu Nai pamit ya Ma, Assalamualaikum..."


"Waalaikum salam, besok buka puasa disini kan?" tanya Iren sebelum Naira berlalu.


"Iya Ma, besok Nai buka disini,"


"Ajak Ayah sama Bunda kamu juga ya Nai, besok Mama pengen buat kolak,"

__ADS_1


"Iya Ma, besok Nai bantuin ya, biar tambah ilmu nya Nai,"


"Iya sayang.." Iren mengelus kepala Naira, setelah mencium tangan Iren, Naira berlalu pergi, kembali kerumahnya.


__ADS_2