TAKDIR CINTA NAIRA

TAKDIR CINTA NAIRA
Masak rendang


__ADS_3

"Kita masak apa dulu nih Bun?" Tanya Naira di sela-sela waktu dia membongkar isi yang ada di dalam kantong plastik.


"Kamu bisa bantu Bunda buat bumbu rendang nya dek," sedangkan Hana masih berkutat dengan bahan-bahan untuk membuat sambal kentang.


"Apa aja bumbunya?"


" Bumbu halus:


- 16 siung bawang putih


- 12 butir bawang merah


- 8 butir kemiri


- 1 sdt ketumbar


- 12 cabai merah besar (buang bijinya)


- 2 cm kunyit


- 3 cm jahe


Nah, nanti itu semua kamu blender ya dek, sampe biji ketumbar nya halus,"


"Iya Bunda.."


Naira menjalankan perintah Bunda nya dengan teliti dan rapih, setelah selesai menghaluskan bumbu dasar, Naira lantas bertanya lagi, "Bun, ini bumbu udah siap, lalu selanjutnya apa?


"Nah, selanjutnya kamu siapkan


- 1 batang serai geprek

__ADS_1


- 3 lembar daun jeruk


- 2 lembar daun salam


- 1 ruas lengkuas geprek


- 2 cm kayu manis


- 1 sdt gula merah


- 1 sdt kaldu sapi dan garam


- 1/2 sdt jintan bubuk


- 1/2 sdt merica bubuk


- Jeruk nipis


Santannya nanti kamu ambil pati nya aja ya Nai, kamu bisa kan peras santan?"


"Bisa donk Bun, ini semua Yang bakal di lempar kan Bun?"


"iya, di lempar.?? hahaha,, Hana tertawa mendengar penuturan anak nya, "Nanti kalau kamu bilang di lempar, yang baca bingung dek, ntar di tanya, emang nya di lempar kemana?"


"Ehehehe.. Nai bingung mau jelasin nya,"


"Iya Bunda ngerti, tapi yang jelas, bahan yang kamu siapkan itu bakal di campurkan nanti dengan bumbu halus nya. Di tumis bersama supaya aroma nya,, emmm...." Hana menjepitkan jari telunjuk dan jempol nya di depan bibir.


"Bunda bisa ajah.."


"Nah, setelah semua bahannya selesai, kamu cuci bersih daging, potong sesuai selera, beri perasan jeruk nipis, lalu cuci lagi.

__ADS_1


"Nai gak pande motong daging nya Bun, Bunda ajalah ya yang potong,"


"Lah, Kamu ini udah punya suami, nanti kalo suamimu minta di bikinin rendang, masak Bunda juga yang buat. Apalagi kalo kamu tinggal sama mertua, malu lah kalo gak bisa masak."


"Iya Bunda sayang,, jadi habis Nai cuci apa lagi langkah selanjutnya?"


"Terus, setelah kamu haluskan bumbu, lalu tumis bumbu halus dengan serai, daun jeruk, daun salam, kayu manis dan lengkuas , yah, yang kamu bilang bumbu lempar tadi Nai, tumis sampai matang, sampe kecium wanginya.


Kalo udah kecium wanginya, kamu bisa masukkan daging, aduk rata. Setelah tercampur sempurna, lalu kamu masukkan santan. Masak dengan api kecil sambil sesekali diaduk biar gak gosong bawah nya dek."


"Bun, kayak nya bumbu nya udah mau kering deh ini, terus di apain lagi?"


"Nah, kalo udah mulai kering, kemudian kamu masukkan garam, kaldu, jintan, merica dan gula merah, diamkan hingga bumbu meresap dan airnya bener-bener menyusut."


"Ini takaran garamnya seberapa Bun? Ntar ke asinan di bilang Nai pengwn kawin lagi.." Naira memanyunkan bibir nya.


"Yah kamu icipin donk dek rasanya, kalo udah pas di lidah kamu, baru bisa di bilang rasanya enak."


Naira memasukkan garam sedikit demi sedikit, Sungguh untuk adegan kali ini Naira sangat takut jika masakan pertamanya keasinan.


"Coba deh Bunda rasa," Naira memberikan sejumput bumbu rendang yang sudah di beri garam,


"Emhh,, kurang asin dikit dek," kembali Naira memasukkan garam perlahan,


"Coba lagi Bun,"


"Nah, kali ini rasanya Pas, Kamu hebat nak,,"


Naira tersenyum mendengar pujian Bundanya, masakan pertama nya berhasil, walaupun dengan bantuan Hana.


Setelah Naira mengkoreksi rasa yang sudah di anggap pas tadi, Naira mengangkat daging rendang dan menghidangkannya di atas meja makan.

__ADS_1


__ADS_2