TAKDIR CINTA NAIRA

TAKDIR CINTA NAIRA
Ngelamar Naira (?)


__ADS_3

Hari ini Naira pergi ke sekolah dengan amat senangnya, karena teman kecil yang selama ini tak mengenalinya sudah mengetahui siapa dirinya. Yah, bahagia itu sederhana. Begitulah kata Naira.


Belum lama saat Naira sampai kesekolah, ternyata Nabil juga sudah datang, hanya ada beberapa murid di dalam kelas, termasuk mereka.


Nabil:"Hai Nai?"


Naira:"Waalaikum salam Bil..."


Nabil hanya cengengesan saja mendwngar jawaban Naira.


Naira:"Oya bil, kamu kan udah bisa bilang R, kenapa masih panggil aku Naila?"


Nabil:"Dulu mamaku pernah bilang, Naila itu bisa jadi panggilan kesayangan aku untuk kamu."


Naira:"Oya? Tapi kalau aku gak mau?"


Nabil:"Cukup aku aja yang mau..."


Naira:"Kamu aneh..."


Naira menggelengkan kepalanya seraya kembali lagi membaca novel kesayangannya.


Nabil:"Kamu mau nikah sama aku gak Nai?"


Sontak Naira menghentikan aktifitasnya dan langsung menoleh kearah Nabil sambil menaikkan sebelah alisnya. Betapa terkejitnya Naira dengan pernyataan Nabil.


Naira:"Maksud kamu apa?"


Nabil:"Aku suka sama kamu itu udah dari dulu, sejak kita masih anak bocah, aku juga gak mungkin ngajak kamu pacaran, karena itu gak boleh."


Naira:"Kita masih kelas X SMA Bil,,"


Nabil:"Terus kenapa? Daripada kita pacaran?"


Naira:"Pernikahan itu bukan mainan Nabil... Ketika nanti kamu menemukan sosok yang lebih baik dari aku, dan kamu berpaling? Aku gak mau jadi janda."

__ADS_1


Nabil:"Kamu masih meragukan aku? Aku udah jaga hati aku selama 10 tahun untuk nungguin kamu Naira."


Naira:"Gak segampang itu Bil, setelah menikah kamu pasti punya tanggung jawab, kamu juga sudah harus bisa nafkahin keluarga kamu. Pernikahan itu bukan permainan, yang kalau kamu gak sanggup kamu bisa nyerah gitu aja. Berat.."


Nabil:"Aku udah bilang sama mama dan papa niata aku, dan mereka setuju."


Flash back on


Sepulangnya dari rumah Naira, Nabil langsung menemui orang tuanya yang sedang berbincang di gazebo belakang rumah sambil memberi makan ikan. Itu memang menjadi kebiasaan Surya dan Iren semenjak mereka membuat kolam di belakang rumah.


Nabil:"Ma, Pa, Nabil mau ngomong"


Surya:"Ngomong aja bil."


Iren:"Mau ngomong apa nak?"


Nabil:"Nabil auka sama Naira Ma, bahkan dari dulu, mama tau kan?"


Iren:"Terus?"


Surya:"Jadi?"


Nabil:"Menurut mama sama papa apa yang harus Nabil lakuin?"


Surya:"Emmm...kamu sabar aja sampe kamu siap menikah nanti sama Naira, baru kamu lamar dia jadi istei kamu."


Nabil:"Tapi Nabil gak mau nunggu lama pa, takut khilaf."


Surya:"Jadi kamu mau nikah sekarang?"


Nabil:"Boleh pa?"


Iren:"Kamu tau arti dari pernikahan nak? Komitmen dalam pernikahan itu gak main-main nak,"


Nabil:"Nabil tau kok Ma, selama ini Nabil kan udah jaga hati untuk Naira, dan Nabil juga gak pernah tu pacaran apalagi nyentuh-nyentuh perempuan. Nabil tau aturan kok Ma.."

__ADS_1


Iren:"Gimana pa?"


Surya:"Papa bicarakan dulu lah sama Rizal."


Nabil:"Makasih ya pa,"


Surya:"Iya..."


Flash back off


Naira:"Apa?? Kamu gila?"


Nabil:"Aku gak Gila Naira,"


Naira:"Kita masih di bawah umur, jadi itu gak mungkin."


Tiba-tiba geng Nabil CS dateng berbarwngan masuk kelas dengan suara cemprwng masing-masing.


Delon:"Udah kencan aja bro pagi-pagi?"


Rian:"Iya ni, Aku aja yang pacaran sama si Mpit gak pernah deateng pagi-pagi buat pacaran."


Delon:"Ngapel dong broo... jangan di sekolah kencannya.."


Nuke:"Emang kalian pacaran?" Dengan tatapan sinisnya.


Nabil:"Enggak, tapi kalo iya kenapa?"


Nuke:"Aku gak sukak."


Rian:"Kenapa lu yang sewot tante?"


Fitri:"Nuke kan cinta mati sama Nabil...Mana mungkin nyerahin Nabil gitu aja..."


Hahahaha...Rian dan Delon tertawa mendengar pernyataan Fitri. Sedangkan Naira melanjutkan baca novel karena menganggap pembahasan mereka gak penting.

__ADS_1


__ADS_2