TAKDIR CINTA NAIRA

TAKDIR CINTA NAIRA
Jahe Kunyit dan kencur


__ADS_3

"Nah, ini yang rimpangnya besar-besar dan warna nya putih kekuningan, ini Jahe,"


"Lalu yang ini apa Bun?"


"Kalo ini yang tekstur bya paling keras, warna kulirnya juga lebih ke pink-pink manjah nama nya lengkuas, yang kakek kamu makan dikira daging.."


"Oh,, ini bendanya?"


Mereka pun tertawa kala mengingat Kakek Naira yang mengira lengkuas adalah daging rendang.


"Jadi kamu sebenernya ngapain disini? untuk apa kamu tau beda Jahe, kunyit, kencur sama lengkuas?"


"Itu, Nai sakit perut Bun, katanya tamu bukanan nya dateng, jadi dia minta Nabil buatin dia jamu.."


"Oh... iya, dia emang gitu, kalo udah dateng nyerinya lebih milih minum jamu buatan sendiri, daripada beli dan minum obat,"


"Ya udah, ini kamu cuci dulu Bahan nya, udah Bunda siapin. Mau kamu atau Bunda yang ngeracik?"


"Biar Nabil aja Bun, untuk istri ini,," jawab Nabil cengengesan.


"Ya udah, emang suami siaga kamu tuh, ini ya, Bunda taruh sini gula merah sama jeruk nipis nya, udah Bunda buat sesuai porsi."


"Oke Bun, makasih ya,, oh iya, tadi Mama telpon, katanya kalo mau tarawehan suruh barengan.."

__ADS_1


"Iya, ntar Bunda tungguin depan pager.."


Hana pun berlalu dari dapur menuju kamar nya untuk bersiap sholat magrib. Karena waktu maghrib udah mau masuk.


Nabil yang berkutat dengan bahan jamu masih setia memarut kunyit, membuat tangannya menjadi kuning.


"Gini bener ya jadi perempuan, banyak macem nya,," hatinya berkata. "Untung Aku laki-laki. Eh, tapikan tanggung jawab nya lebih besar kan ya.. hemmm..."


.......


"Nai.. bangun Nai, ini jamu nya diminum dulu," Nabil menggoyang tubuh Naira yang meringkuk dalam selimut.


"Emhhh.... sakit Bil,," jawab Naira merintih.


"Helleh, kamu tuh masih aja bisa gombal, Aku lagi kesakitan juga.."


"Hehehe,, ya udah bangkit dulu, Aku mau sholat maghrib dulu.."


Naira pun bangun dari tidurnya dan duduk bersandar di atas kepala tempat tidur. Meminum jamu buatan suami yang katanya manjur menghilangkan nyeri haidh. Sedangkan Nabil beranjak ke kamar mandi untuk wudhu'.


"Emmhhh... enak,, tapi kayak racikan Bunda ini, pas banget di lidah Aku.."


Tak lama setelah minum jamu, nyeri haidh Naira sudah tak terasa lagi, emang bener-bener manjur jamu yang di buat Nabil, eits. Tapi bukan karna Nabil yang buat loh ya, emang karna jamu itu bagus untuk nyeri haidh.

__ADS_1


"Udah mendingan??" Tanya Nabil sambil melepaskan peci nya.


"Udah, makasih ya, jamu nya enak.." jawab Naira sambil menampilkan senyum sumringah.


"Iya, kan di buat dengan bahan rahasia, makanya enak."


"Bahan rahasia??" Tanya Naira bingung.


"Iya.."


"Apa?"


"Bahan rahasianya udah pasti cinta ku donk sayang...setiap apapun yang di buat dengan cinta, pasti hasilnya memuaskan kan?" Nabil menaik turunkan alisnya.


"GOMBAL kamu tuh.." Naira malu-malu kucing..


"Tapi suka kan kalo Aku gombalin??"


"Iya Aku suka...." jawab Nira masih dengan malu-malu, menampilkan rona merah di wajah nya.


"Ya udah, kamu istirahat, perlu Aku temenin gak? jadi Aku gak usah taraweh,,"


"Aku bukan anak kecil lah Bil, yang harus di jagain, lagian ini udah gak seberapa sakit kok, kamu pergi aja sama mama dan Bunda,,"

__ADS_1


"Ya udah kalo gitu," Cup... Nabil mencium kening Naira.


__ADS_2