TAKDIR CINTA NAIRA

TAKDIR CINTA NAIRA
Nyeri


__ADS_3

"Tapi ngomong-ngomong kan, Kak Nabil kok kayak nya akrab bener ya di rumah ini?" Pertanyaan Reee membuat Nabil mati kutu.


"Hahaha.. ya.. ya iya donk akrab, kan Aku sering kemari, secara rumah kami cuma lima langkah.."


Sungguh, saat ini Nabil gugup luar biasa, soalnya tak ada yang tau pasal pernikahan mereka.


"Ya udah yuk, makan dulu.." rupanya Naira sudah selesai menghidangkan makanan di atas meja, tak lupa pula dengan dessert salad vuah yang saban hari itu di buat sama Bunda Hana.


"Uwooo... banyak bener masakan nya kak? Ini siapa yang masak?" tanya Rere antusias.


"Aku donk yang masak, tapi masih di bantuin sama Bunda, soalnya kan Bunda masternya, hehehe"


"Hmmm, kayaknya enak-enak nih, Aku makan ya kak.." Sekarang malah Naufal yang tak tau malu.


"Silahkan.."


..........


Selapas mereka makan bareng, Naira juga sudah mencuci piring, dan sedikit membersihkan rumah, letih... itu yang Naira rasakan sekarang.


"Capek Yank?" tanya Nabil saat masuk ke kamar setelah mandi.


"Sedikit, tapi Aku puas kok,"


"Sini, Aku olesin balsem di bahu kamu, biar capeknya reda.."

__ADS_1


"Makasih ya Bil,,"


Nabil hanya mengangguk, dan mulai mengoleskan balsem di bahu dan tengkuk, sambil sesekali memijit bahu Naira.


"Malam ini malam pertama taraweh ya Bil,"


"Iya, ntar kita pergi bareng sama Ayah Bunda dan juga Mama Papa." Jawab Nabil.


"Yaudah, tapi kayaknya malam ini Aku belum bisa taraweh deh.."


"Kenapa?"


"Iya, soalnya tamu bulanan Aku baru aja dateng,"


"Lumayan sih ini agak melilit sedikit."


"Apa yang biasanya kamu minum supaya gak sakit lagi?"


"Kamu bisa bantuin Aku gak?"


"Apa?"


"Buatin Aku jamu donk, biar nyeri nya reda, bisa?" tanya Naira hati-hati.


"Bisa, apa aja bahannya?"

__ADS_1


"Kamu kupas Jahe, kunyit, sama kencur masing-masing satu ruas jari, kunyitnya 3 ruas, terus kamu cuci, lalu kamu parut ya, saring airnya, tambahkan air panas, masukkan gula merah lalu terakhir peraskan jeruk nipis,"


"Oh, oke, tunggu bentar ya,"


Naira mengangguk dan Nabil pun keluar kamar menuju dapur untuk membuatkan Naira jamu, mumpung belum masuk waktu maghrib.


"Yah... Aku kan gak tau yang mana kunyit, jahe dan kencur...." Monolog Nabil saat dia berdiri di hadapan 4 macam rimpang.


"Kamu Ngapain Bil?" Hana yang mau menuju dapur terkejut kala melihat menantunya melamun di depan rimpang.


"Eh, Bunda, Nabil bingung nih Bun ngebedain mana jahe, kunyit, sama kencur. Terus ini malah ada empat macam pula, kan jadi tambah bingung." jelas Nabil.


Hana hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Kamu masih mending kalo gak tau, terkadang ada perempuan yang juga gak bisa bedain mana Jahe, kunyit dan kencur,,"


"Loh, bukannya semua perempuan bisa masak yah Bun?"


"Bisa kalo mereka mau belajar, bahkan laki-laki pun tak jarang yang jadi chef."


"Hemmm,, jadi diantara empat ini, mana Jahe, kunyit dan kencur Bun?" Nabil semakin penasaran.


"Sini, Bunda tunjukin. Kamu bisa bedain dari tekstur dan warna. Nah, untuk kunyit lebih gampang, karna dia berwarna kuning, lihat ini." Hana sedikit mengelupas kulit pada kunyit.


"Ini, yang bentuk nya kecil-kecil, dan teksturnya renyah, warnanya putih bening, nama nya kencur, bau nya juga enak,, coba deh kamu cium."


"Iya, bau nya seger ya Bun.." Nabil angguk-angguk.

__ADS_1


__ADS_2