TAKDIR CINTA NAIRA

TAKDIR CINTA NAIRA
Mantu??


__ADS_3

"Nampaknya Onty akan segera punya Mantu nih Bun.." Naira makin memanasi Yunda yang udah memerah,"


"Oh ya? Bagus donk, kayak Bunda ya dek,," Hana menambahi...


"Memangnya Yunda udah ada yang mau kak? siapa orang nya?" tanya Lida penasaran.


"Gak ada loh Bunda, kak Nai aja nih sama Bunda godain Aku, kan Aku jadi malu..." Tampak wajah Yunda memerah..


"Biasa aja kali Yun... nikah muda enak kok, hehehe" Naira malah nambahin api.


"Kak, coba deh jelasin sama Bunda," pinta Lida.


"Gini loh Bund, kan kami ada guru matematika, tiap hari dia streaming di grup chat untuk belajar, terus tadi kak Nai bilang sekolah Aku keren, padahal yang keren itu pak guru nya, terus di ejekin deh kakak." Yunda berbicara panjang lebar pada Lida.


"Ooo... jangan sampe tau Ayah mu, nanti pak Guru mu itu di mintai pertanggung jawaban nya untuk nikahin kamu loh.." Lida malah menakuti anak nya.


"Jangan sampe lah Bun, lagian kan kakak gak ada hubungan apa-apa sama pak Gama."


"Wuih, nama nya keren kan Onty., Gama.." Naira memanasi Yunda kayak kompor


Yunda hanya manyun aja di ejekin sama Naira.

__ADS_1


"Assalamualaikum..." suara Pak Eko menginterupsi perhatian mereka yang ada di ruang tamu.


"Waalaikum salam..." Jawab mereka serempak.


"Kok muka anak Ayah manyun gitu? memangnya kenapa?" Eko menyelidiki Yunda.


"Gak ada Yah..." Jawab Yunda.


"Sayang, Alif mana?" Tanyanya pada Lida yang sudah mencium punggung tangannya.


"Alif bobok Yah, tadi main terus dia, jadi kecapean."


"Kalo anak nya udah minta tidur terus Bunda bisa apa Mas? daripada ngamuk, Mas pulang kerja capek, emang mau nimang-nimang nya?"


"Enggak juga sih,," Eko hanya nyengir kuda.


"Mas Rizal mana Mbak?" Tanya Eko pada Hana.


"Masih ada urusan di luar sama Nabil, mungkin bentar lagi balik." jawab Hana.


"Ya udah, Mas beberes dulu, hayuk biar Aku siapin, udh makan belum?" tanya Lida

__ADS_1


"Belum, tadi buka puasa makan buah aja,. sengaja mau makan di rumah Aku tuh, ditemenin istri cantiknya Aku." Gombalan goceng mulai keluar.


"Ih, kamu tuh, malu tau, udah tua juga."


"Makin tua makin menggoda sayang..." Rayu Eko lagi. Lida hanya bisa mesem-mesem mendengar gombalan suami nya, lalu dia beranjak menyiapkan air mandi di kamar mandi dalam kamar, setelah itu menyiapkan baju santai di atas tempat tidur.


Baru setelah nya, Lida keruang makan untuk menyiapkan makananuntuk suaminya. Sambil menunggu Eko, Lida kembali keruang tamu bergabung dengan yang lainnya.


Tak lama Eko turun untuk makan malam, dan Lida dengan setia menemani suaminya makan.


"Mas, kalo kamu punya mantu guru, kamu mau gak?" tanya Lida tiba-tiba membuat Eko hampir tersedak makanan.


"Minum Mas, minum,,," Lida memberikan air pada suaminya.


"Maksud kamu apa sayang? Yunda itu masih SMP, masih bau kencur, kok kamu udah mikirin mantu sih." jawab Eko.


"Hehehe... kan Aku cuma tanya Mas, biarpun nikah nya nunggu Yunda siap, tapi kan kalo calon nya guru Mas terima gak?"


"Tergantung sih, seperti apa dia memperlakukan anak kita. Tunggu... ini beneran? emang Yunda udah punya calon?" Tanya Eko ngegas.


"Ya belum ada, tapi nantikan bakalan ada.." jawab Lida sekenanya.

__ADS_1


__ADS_2