TAKDIR CINTA NAIRA

TAKDIR CINTA NAIRA
Akhirnya...


__ADS_3

tok...tok...tok....


"Assalamualaikum...."


tok...tok...tok...


Ceklek


"waalaikum salam..."


Ternyata yang membuka pintu adalah Hana. Hana hanya tersenyum melihat kedatangan Nabil.


Nabil:"Bunda...??"


Nabil terkejut amat sangat melihat Bunda Naila ada di depannya.


Hana:"Iya Bil, yuk masuk."


Hana melangkah ke dalam rumah nya di ikuti Nabil dari belakang, dia masih tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Nabil:"Bunda..."


Hana:"Iya Nabil?? Yuk duduk dulu.."


Nabil pun duduk di sofa ruang tamu di temani Hana.


Hana:"Nabil mau minum apa?"


Nabil:"Apa aja Bunda.."


Hana:"Sebentar ya, Bunda ambilin dulu"

__ADS_1


Nabil masih sangat tak percaya dengan apa yang dilihatnya, dia keliling melihat foto-foto yang terpajang di dinding-dinding ruang tamu, mata nya tertuju pada satu foto dimana terdapat sosok dirinya yang sedang menyuapkan kue ulang tahun pada sosok gadis kecil yang sangat dirindukannya. Jantungnya berdetak sangat kencang, seperti genderang mau perang....


Gadis kecil yang sangat amat manis dengan rambut yang di kucir dua, Gadis kecil yang sudah mengisi hatinya sebelum dia mengenal cinta.


Di dekatinya foto itu, lalu dia termenung sejenak melihat keakraban anak-anak yang ada di dalam foto itu. Tak terasa air mata menetes di pelupuk matanya, sambil tersenyum dia memandangi sosok gadis kecil itu..


"Naila..." tanpa sadar dia mengucapkan nama gadis kecil itu, dan mengusap foto itu.


"Iya??"


Nabil terkejut mendengar jawaban dari seseorang, dia berbalik dan mendapati sosok Nanai di belakangnya.


Naira tersenyum lembut di hadapannya.


Sungguh Nabil tak percaya dengan apa yang di lihatnya. Jika saja otaknya sedang tak waras, maka dia akan memeluk gadis di depannya, tapi dia tau mereka bukan muhrim jadi dia hanya tersenyum pada Naira.


Nabil:"Sejak kapan kamu di belakang?"


Naira:"Sejak kamu mandangin foto cantiknya aku.."


Naira:"Ayuk duduk dulu.."


Nabil:"Kenapa kamu gak bilang?"


Naira:"Apanya?"


Nabil:"Kenapa kamu gak bilang kalau kamu Naila?"


Naira:"Untuk apa? Dulu ada yang bilang sama aku kalo ketemu aku lagi bakalan tanda."


Nabil:"Maaf.."

__ADS_1


Naira:"Maaf kenapa?"


Nabil:"Maaf karena aku gak ngenalin kamu,"


Naira:"sudahlah tak apa, aku emang kecewa sama kamu, tapi aku juga makasih karena kamu gak ngelupain aku."


Nabil:"Gak mungkin aku ngelupain kamu. Kamu itu sangat berarti bagi aku."


Naira:"Ce ile.... Gombal banget kata-katamu.."


Nabil:"Kamu apa kabar?"


Naira:"Tiap hari ketemu masak kamu gak tau kabar aku, ya baik lah..."


Nabil hanya dapat tertawa dan mengusap tengkuk nya sendiri, seolah dia canggung bertemu Naila nya, padahal udah sebulan dia duduk bareng Naila nya.


Suasana terasa canggung saat mereka saling tatap, dan mereka di kejutkan dwngan kedatangan Hana.


Hana:"Ekhem...."


Mereka tersentak melihat bunda yang sudah datang membawakan 2 gelas teh manis dan setoples cemilan.


Hana:"Jadi Nabil udah tau Naira?"


Nabil:"Iya bunda, Nabil gak ngenalin Naila padahal udah sebulan duduk sama-sama di kelas."


Hana:"Kenapa kamu gak tanda sama Naira?"


Nabil:"Soalnya Naira udah jadi tambah cantik.."


Naira yang mendengar langsung buang muka, tersenyum dan dia merasakan pipinya memanas mendengar pujian sang dambaan hati.

__ADS_1


Hana:"Ekhemmm...." Lagi-lagi Hana berdehem melihat kelakuan anak Abegeh di depannya yang menurutnya manis sekali.


Sontak saja mereka berdua tersenyum kearah Hana..


__ADS_2