
Sesampaenya di rumah sakit andre langsung memanggil beberapa perawat,
andre menurunkan haris dari mobil yang sudah tak sadarkan diri,
dokterpun langsung melakukan tindakan operasi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di bahu haris....
Miya dan ibu wijaya datang dengan wajah cemas
miya sangat kaget dengan ke adaan sila yang sangat berantakan,miya memeluk sahabatnya itu
dia tak kalah khawatirnya dengan keadaan sahabtnya itu.
Miya membawa sila untuk pulang karena ke adaannya yang sangat mmprihatinkan,awalnya sila menolak karena masih cemas dengan ke adaan haris,namun semua membujuk,dan mereka berjanji akn mengabari perkembangan keadaan haris nanti,akhirnya sila pun setuju untuk pulang
Di rumah kadang sila ketakutan sendiri,trauma akan kejadian itu membuat sila takut sendiri,miya tak tega melihat sila yang sering mengigau dan sering teriak di tengah tidurnya...
Waktu berlalu dan pagipun tiba,pagi- pagi sekali miya dan sila pergi kerumah sakit karena tak ada kabar tentang haris,bahkan telp miya tak pernah di angkat oleh andre.
Sesampainya di rumah sakit,miya bingung harus ruangan mana karena mereka tidk mendapat kabar tentang haris,hingga akhirnya mereka bertanya pada suster penjaga,
"maaf sus,mau nanya,ruangan pasein haris wijaya yang di operasi kena tembak,di mana ya?"
suster nampak melihat buku daftarnya
"maaf mba,tuan harisnya sudah keluar tadi malam di rujuk kerumah sakit singafore"
sila dan miya saling pandang,apakah separah itu keadaan haris hingga harus ke luar negri
__ADS_1
miya terus menelpon andre,namun tak pernah aktif,
hingga merek memutuskan untuk kerumah andre.
sesampainya di rumah andre merekapun mendapati rumah itu sudah kosong,hanya ada para pelayan dan penjaga gerbang
Sebenarnya apa yang terjadi kenapa mereka tak pernah
mengabarinya untuk mmbawa haris keluar negri
"sepertinya mereka sengaja menyuruh kita pulang tadi malam"ucap sila syok
miya tak putus harapan,dia pun menelpon pak wijaya ayahnya andre, dan benar saja telpon itu pun terhubung
"hallo"ucap ayahnya andre datar
"haris baek dia sudah melewati masa kritisnya"masih dengan suara datar
"lalu kenapa dia di bawa ke singafore om?"tanya sila penasaran
"karena kalian,"
"maksud om"miya terhenyak mendengar ucapan wijaya...
"karena kalian,haris anak ku seperti ini,kalian hanyalah pengundang bencana untuk anak-anakku,
tinggal andre,dan tinggalkan kota itu,apa kau selamanya ingin menjadi beban untuk anakku"
__ADS_1
miya hanya terdiam dlm tangisnya,bagaimana iya harus melupakan andre dan meninggalkan kota yang sudh membesarkannya.
sila memeluk miya yg hampir limbung,walaupun tak mendengar sepenuhnya apa yang mereka bicarakn namun sila tau arah dari pembicaraan mereka.
SEMENTARA itu di sebuah apartemen andre duduk sendirian d balkon kamarnya,rasa sesak di dadanya tak mampu menghentikan laju air matanya
untuk sesaat jiwanya terasa lemah mengingat permintaan kedua orang tuanya,,,
WAKTU Itu setelah miya dan sila pulang,kedua orang tua andre memutuskan membawa haris ke singafore setelah operasi,mereka sangat mrah atas apa yang di alami oleh putra mereka
"mama dan papa memutuskan untuk pindah ke singa
london,dan kau harus ikut" ucap riska mmanya andre
" tapi kenapa ma?" tanya andre
" apa kau tidak melihat keadaan adikmu sekarang,karena mereka adikmu harus menerima semuanya"bentak mamanya
"tapi apa hubungannya dengan miya ma?"
plakkkkk.
sebuah tamparan dari ayahnya andre membungkam mulutnya
"kau tinggal kan gadis itu,atau kau tinggalkan papa dan mama mu"
pilhan yabg tak dapat andre pilih,dan hingga akhirnya ia menuruti kedua orang tuanya
__ADS_1