TAKDIR CINTA PERTAMAKU

TAKDIR CINTA PERTAMAKU
70


__ADS_3

"apa yang sedang nona pikirkan?" tanya irfan saat melihat tiyas nampak termenung di meja kerjanya


tiyas melirik irfan sejenak dan kembali mengalihkan pandangannya pada luar jendela kaca,


Irfan meletakkan beberapa berkas di meja kerja tiyas dan kemudian duduk di sebelahnya, seraya memperhatikan gadis yang kini menjadi presdir perusahaan ayahnya.


" apa anda tidak ingin berbagi keluh kesahmu nona?" tanya irfan lagi,tiyas tersenyum kecil,


" aku bukan sedang patah hati, yang harus berbagi keluh kesah"ucap tiyas,seraya tersenyum kecil,


irfan berdecak kesal seraya memainkan hp di tangannya


"mau ikut denganku,kita makan siang di luar"tawar irfan


" kamu tidak sedang mengajakku kencan kan?!" goda tiyas


irfan tertawa seraya mengulurkan tangannya


"lebih tepatnya seperti itu" balas irfan hingga membuat presdir cantiknya itu tertawa di buatnya.


DI LAIN TEMPAT


" Terima kasih sudah mengantarku pulang" ucap miya seraya melepaskan sabuk pengamannya dan membuka pintu mobil di sampingnya.


tapi juna buru- buru meraih tangan miya dan menariknya kepangkuannya,dan kini miya berada di pelukan juna.


"Apa yang kau lakukan?" tanya miya kaget


" memelukmu" jawab juna seenaknya


" lepaskan aku,jangan seperti ini" ucap miya berusaha keluar dari pelukan juna


"kenapa?,apa kamu ingin seperti ini"


juna mengecup bibir miya sekilas


miya yang kaget dengan perlakuan juna, hanya bisa mengerjapkan matanya.,dan seketika dadanya berdebar kencang,

__ADS_1


"Kenapa diam?, apa kamu ingin lagi"goda juna


miya memalingkan wajahnya karena malu


" tidak terimakasih,"jawab miya,berusaha mengendalikan rasa malu di hatinya,miya menggeliat berusaha keluar dari pelukan juna,


Juna diam menatap gadis yang kini berada di pelukannya,


" kenapa kamu menatapku seperti itu,," tanya miya kesal karena tidak bisa lepas dari pelukan pria itu


" aku mencintaimu" ucap juna sungguh- sungguh


Miya berdecak sebal,tidak percaya dengan ucapan pria tampan itu,juna mengernyitkan keningnya karena tidak mendapatkan tanggapan dari gadis yang di cintainya itu


" apa kau tidak mencintaiku?", tanya juna kecewa


" seharusnya tanyakan itu pada hatimu" jawab miya cepat,juna memper erat pelukannya dan mengunci pergerakan miya,hingga mau tidak mau miya menatap wajah pria itu.


" aku serius"ucap juna dengan tatapan yang penuh arti,


"aku mencintaimu,benar- benar mencintaimu,apa itu tidak cukup?" ucap juna lagi


entahlah,...miya seakan menolak semua itu


"Berikan aku waktu untuk menerima semua ucapanmu" ucap miya


namun juna menggeleng" aku butuh kepastianmu sekarang"


miya tertawa di buatnya


"kau ini seperti anak kecil saja,apa kau sebucin itu padaku" ucap miya di sela tawanya


" sepertinya begitu,aku bucin karena ini" jawab juna seraya mengecup bibir miya


" ini " juna mengecup gemas hidung mancungnya miya


"ini" juna mencium kedua pipi miya

__ADS_1


" dan ini"juna kembali mengecup bibir miya dan kali ini cukup lama,dan entah karena apa miya bahkan tidak menolaknya sama sekali,


" baiklah,ayo kita turun !" ajak juna setelah melepaskan ciumannya


Mendapat ciuman yang berhenti tiba- tiba, membuat gadis cantik itu sedikit kecewa,entah mengapa ia menginginkannya,menginginkan ciuman itu.


dengan sedikit kecewa miya keluar dari dalam mobil mengikuti juna yang telah keluar lebih dulu.


Dan saat mereka keluar,miya sangat kaget mendapati sila dan haris yang sudah di depan pintu bahkan kedua suami istri itu sama- sama melipat tangannya dengan tatapan mengintimidasi.


" sial,mereka melihatnya" gumam juna yang masih terdengar oleh miya,


juna cengingisan menghampiri kedua pasotri yang baru menikah itu


"hai ris,bagaimana kabarmu setelah menikah?" sapa juna grogi


" apa yang kamulakuin di dalam mobil sepertinya betah sekali berlama- lama di dalam sana?" tanya sila sedikit marah


" apa itu penting?" goda juna


" tentu saja,di sana ada sahabatku,jangan coba- coba mempermainkannya" ancam sila


" Sil,kalian bermalam di sini?" tanya miya menghampiri


"aku mau pamit sama kamu,tapi kamu tidak di rumah,dan malah bersama dia," tunjuk sila


"kami akan menikah" sahut juna


" apa" pekik kedua suami istri itu


" kamu yakin juna?" ucap haris,yang langsung mendapat tabukan dari istrinya


" kamu kira sahabatku apa? seharusnya aku tanya itu pada miya" gerutu sila kesal pada suaminya


juna tertawa penuh arti pada haris,pria itu berhasil membuat istri sahabatnya itu marah


Sila menatap miya mengharap jawaban dari sahabatmya,dan miya mengangguk

__ADS_1


" yakin?" tanya sila lagi


"kamu kira aku pria apaan,aku serius mencintainya" sahut juna,seraya menatap miya, ingin memperjelas pernyataannya,kalau dirinya benar- benar mencintainya.


__ADS_2