
Seperti biasa,hampir setiap malamnya juna selalu pergi ke klub malam sahabatnya,dan setiap kali kedatangannya selalu menarik perhatian wanita- wanita cantik nan sexi di klub malam itu.
Boy,sahabat Juna yang mempunyai klob menghampirinya,
"hallo bro" sapa boy
juna mengangkat tangannya membalas sapaan sahabatnya itu
" mau ku pilihkan wanita cantik malam ini,kebetulan kami punya barang baru"
Juna tersenyum seraya menggeleng
" hari ini mod ku sedang rusak" ucap juna
"oh ya "balas boy, seraya tertawa kecil,tumben temannya ini tidak memerlukan cewe terbarunya
Juna ikut tertawa,sambil menegak win di gelas minumannya
"aku penasaran sama satu cewe,dia presdir di perusahaan sahabatku" Juna mulai bercerita
Seorang wanita sexi primadona klob malam itu menghampiri mereka,membuat obrolan mereka terhenti.
Juna mengibaskan tangannya mengusir wanita itu,
dengan perasaan mendongkol primadona itu meninggalkan mereka,ia menghentakkan kakinya kesal,bagaimana tidak,belum juga ia berleha- leha di pelukan pria tampan itu,sudah mendapat penolakan darinya,
Boy hanya tertawa melihatnya
"biasanya kau tidak pernah penasaran pada seorang lawan jenismu,hey ada apa bro?" ledek boy
Juna berdecak kesal sambil menyandar di sofa
"dia tidak pernah memperhatikan keberadaanku,bahkan tidak melirikku sedikitpun,
ccckkk aku rasa dia sudah buta pesona"gerutu juna kesal.
Boy tertawa geli
" apa kau sangat penasaran?" seledek boy
juna kembali tersenyum
" aku harus mendapatkannya" ucap juna,
boy ikut menyandar di sofa sambil memperhatikan mimik wajak sahabatnya itu
"apa arjuna sedang jatuh cinta ?" goda boy lagi
Kini juna yang tertawa,
"aku penasaran bukan karna jatuh cinta," ucap juna
dan kembali menegak minumannya
"aku penasaran akan tubuh mungilnya" ucap juna lagi seraya memejamkan mata,dan bayangan miya seketika menyeruak masuk dalam benaknya.
Juna buru- buru membuka matanya,dan mengusap wajahnya kasar
" ada apa?" tanya boy heran
__ADS_1
Juna sedikit gugup,mendapat pertanyaan dari sahabatnya itu,dan dengan cepat ia menggeleng.
hampir jam 3 pagi juna baru pergi dari klub sahabatnya itu.
" Sekarang kita kemana tuan?"tanya sang pengawal pada juna,saat mereka di dalam mobil
" langsung pulang"jawab juna sambil menyandar di kursi belakang dan memejamkan matanya
lima belas menit setelah perjalanan,
tiba- tiba pengawal juna menghentikan mobilnya
" ada apa? " tanya juna
" tuan di depan ada ada mobil yang sedang terperosok,sepertinya dia sedang kesusahan"
" biarkan saja" ucap juna,kepalanya sedikit posing membuatnya ingin cepat- cepat berendam saja
" tapi tuan..." sang pengawal itu tidak berani saat juna menatapnya tajam,dan dengan sedikit menunduk ia kembali menjalankan mobilnya.
Saat melewati mobil yang terperusuk itu,juna tak sengaja menoleh
" berhenti" teriak juna
seketika mobil itupun berhenti,juna buru- buru keluar dari dalam mobilnya
Juna menghampiri wanita yang sedang duduk pasrah menatap mobilnya yang rusak parah
" nona miya"panggil juna hati- hati takut kalau penglihatannya salah
dan seketika wanita itu menoleh,juna tersenyum lega saat dugaannya benar wanita itu adalah miya
miya diam sejenak apa mungkin dia harus cerita
plasback
Seperti biasa miya selalu pulang larut malam dari pekerjaanya,dan dia selalu menyuruh pengawalnya untuk pulang terlebih dahulu.
Miya hanya ingin menghilangkan kesepiannya saat di rumah,karena sila sudah tidak tinggal lagi di rumahnya,dua hri lagi sila akan menikah dan dia sudah tinggal di rumah haris untuk ritual tertentu
malam itu,saat di perjalanan pulang, miya merasa dia sedang di ikuti,dan ternyata benar,satu mobil berwarna hitam dengan seorang wanita bercadar mengarahkan pistol padanya
Karena kaget dan repleks menghindar mobil miya terperusuk,miya berhasil sembunyi,walau keadaannya juga luka- luka.
plasback berakhir
"Tadi aku sedikit pusing,dan tak sadar kalau mobilku...."
tunjuk miya pada mobilnya
"berapa lama kau di sini?" tanya juna saraya memperhatikan luka miya yang sedikit membengkak
miya mengacungkan dua jarinya
" selama itu kamu tidak menelpon siapa pun" ucap juna tidak percaya
" ponsel ku mati" ucap miya pelan,tubuhnya mulai kedinginan di tambah lukanya yang kini mulai membengkak
Juna membuka jasnya dan memakaikannya pada miya.
__ADS_1
miya terlunjak kaget dan sedikit mundur
" ikutlah denganku" ajak juna seraya meraih tangan miya,
" tapi....."
dhooaaarrrr
kata- kata miya terhenti saat satu tembakan mengenai lengan juna,miya kaget dan berteriak
miya melihat mobil hitam itu kembali dan mengarahkan senjata kearah mereka
Miya menarik tubuh juna dan mereka jatuh di tanah dan tembakan itupun meleset
pengawal juna yang kaget saat bossnya mendapat serangan dengan serta merta ia menembak orang yang berada dalam mobil
dan tembakannya tepat mengenai tangan wanita bercadar itu,dan mobil itupun melesat pergi meninggalkan mereka
pengawal juna menembaki mobil itu namun hasilnya nihil.
Sementara miya yang jatuh di tanah bersama juna
hanya bisa diam bersembunyi,dan mereka keluar sesudah keadaan cukup aman
Miya melihat pergelangan juna yang berdarah
seketika tubuhya bergetar dan ketakutan bayangan
satu tahun lalu kembali membuatnya trauma
miya menggigil dan menggeleng ketakutan
Juna menoleh kearah miya saat menyadari wanita itu terus mundur dan hendak berlari
juna meraih tangan miya.
Miya terus beruntak ketakutan
" miya ada apa denganmu?" ucap juna yang tak mengerti
"darah" gumam miya lirih
"hey jangan khawatir aku baek- baek saja" ucap juna menenangkan
miya menggeleng dan menatap juna wajah miya yang ketakutan dan air matanya yang terus mengalir membuat juna prihatin
dan kata terakhir miya sebelum ia pingsan membuat juna terdiam menatap wajah sayu miya
" andre"ucap miya lirih dan pingsan di dekapan juna.
*******************
Sorry author ganti sedikit jodol novelnya yach
semoga tetap setia dengan karya author
__ADS_1