
"Masuklah nak"ucap riska,mempersilakan miya masuk kedalam rumahnya,dengan agak ragu miya melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah itu
"rumah tante bagus sekali" puji miya,riska hanya tersenyum menanggapinya
"kuk sepi tante?"
"suami tante lagi di luar kota siang ini iya akan ada di rumah,dan tante punya dua anak,mereka lagi keluar"
"apa mereka tau saya,,,,,,"
"tante sudh bicara tadi malam,mereka tidak pernah keberatan,percayalah anak- anak tante tidak akan pernah mengganggumu"
mendengar jawaban dari riska,miya jadi tertawa
(siapa juga yg keberatan,tuh rumah sebesar ini juga mampu menampung orang satu kampung)
"ayu tante antar kekamar baru kamu" riska menarik tangan miya dan menuntunnya menaiki anak tangga
dan setelah sampai di tempt tujuan ,riska membuka pintu kamar yang akan di tempati miya
__ADS_1
"masuklah dan istirahatlah,kalau ada apa- apa panggil saja pelayan rumah ini,tante tinggal dulu"sebelum meninggalkan gadis itu riska mencium pucuk kepala miya dengan kasih sayang,miya merasakn hangat,seakan iya kembali memiliki seorang ibu
sepeninggal riska,setelah memberskan baju- bajunya,miya merasa bosan iya berjalan mengelilingi rumah lantai dua itu dan iya melihat tanaman bunga mawar di salah satu balkon rumah itu,
"waw,,,,,indah sekali,apakah ini taman"pekik miya girang iya melihat begitu banyak tanaman bunga mawar di balkon rumah itu
Sementara di lantai bawah
Andre memarkirkan mobilnya di depan rumah dan salah satu pelayan datang menghampirinya,andre melimpar kunci mobilnya pada pelayan itu,dan pelayan itu akn membawa mobil andre ketempat parkir di lantai bawah,
dengan langkah cepat andre menaiki anak tangga,iya ingin segera membersihkan tubuhnya yg lengket karena habis berolah raga,sementara dari arah laen miya yg tengah memegangi beberapa tangkai mawar di tangannya berjalan santai tanpa memperhatikn sekitar dengan riangnya iya bermaksud ingin meletakkan bunga mawar itu di vas bunga di kamarnya,
Andre sangat kaget dengan keberadaan miya dirumahnya,sementara miya merasa sangat berat karena tubuh kekar andre yg menindihnya
"kau" hanya kata- kata itu yg sama keluar dari mulut keduanya
"sedang apa kau dirumahku?" tanya andre,iya tak menghiraukan miya yg beruntak di bawahnya
"lepaskan aku dulu" ucap miya berusaha mendurung andre,sedangkan yg di durung seulah sengaja tidak menghiraukan,andre tersenyum meliht miya yg kelujutan di tindihnya,
__ADS_1
"pak kau mau membunuhku,aku kehabisn nafas"
andre melepaskan miya dan duduk di samping miya yg bernapas lega se akan bebas dati beban yang sangat berat,miya menuleh pada andre dengan tatapan membunuh,
"tidak usah menatapku seperti itu,jawab pertanyaanku,
kenapa kau ada di rumahku" ucap andre ketus
miya tidak menjawab,iya memilh bangkit dan memunguti bunga mawarnya yg jatuh berserakan
setelah selesai miya memilih pergi
tapu andre lebih cepat menghalangi langkah miya
"tadi mama kamu kerumah menjemputku,kamu juga taukan alasannya?"
andre tak menjawab,iya malah berbalik dan pergi begitu saja menuju kamarnya yang tak jauh dari kamar miya
"dasar bos sombong,kalau bukan bos sudah ku makan to orang" gerutu miya kesal
__ADS_1