
Miya meraih figura yang terletak di nangkas,
foto juna dengan seorang gadis yang saling tersenyum berhadapan dan berpegangan tangan
" cantik," puji miya pada gadis di foto itu
mungkin pacarnya juna, pikir miya dalam hati
miya kembali meletakkan foto itu di tempatnya.
*****
Di ruang rapat,semua berdiri saat juna memasuki ruangan.
Juna melihat tiyas yang tersenyum senang padanya
juna membalas senyum tiyas dengan anggukan kepalanya.
Dan setelah satu jam, rapat pun berakhir,
" kak juna," panggil tiyas, dengan setengah berlari ia mengejar pria itu
"ada apa?" tanya juna
" apa kaka akan ke acara akad nikah hari ini?," tanya tiyas antusias
" tentu saja,acaranya nanti sore kan?!", ucap juna
tiyas mengangguk,dan suara seorang perempuan memabggil juna membuat keduanya menoleh
Tiyas kaget bukan kepalang saat mengetahui siapa yg memanggil juna
"jolia",batin tiyas
jolia tersenyum sinis saat melihat tiyas bersama andre,
"ada apa ini,kenapa kau bersama calon tunanganku?,"
senyum penuh kesombongan terlihat jelas di wajah jolia
tiya menatap juna seakan tak percaya dengan apa yang di dengarnya
" bahkan aku tidak mengiyakan saat orang tuaku menginginkanmu menjadi calonku," ucap juna dengan tatapan kesal
jolia kembali tersenyum sinis
" aku tidak perduli kau setuju atau tidak,yg ku tau kau akan menjadi calon suamiku", ucap jolia santai
" wanita gila" ,ucap juna sambil tertawa
"aku tidak menyukai wanita murahan seperti kamu", ucap juna seraya meninggalkan tempat itu
__ADS_1
"Cepat atau lambat kau akan menyerah dengan keputusan ibumu",teriak jolia
namun juna tidak menghiraukannya,sementara tiyas mengikuri langkah juna dengan sedikit berlari
" Bagaimana kau bisa kenal dengan jolia,?" tanya tiyas,saat mereka didalam lifh
" mama menemukannya hampir bunuh diri di sebuah gedung mall,setelah itu mama membawanya kerumah dan entah mengapa mama sangat prihatin dengan ceritanya", cerita juna
" aku rasa kaka harus hati- hati dengannya," ucap tiyas
Juna menatap tiyas heran
" kenapa?, apa kau mengenalnya,?"
Tiyas menceritakan semuanya pada juna,dan sepanjang perjalanan menuju ruangannya tiyas terus menceritakan tentang jolia dan andre ,
sesekali juna meluntarkan pertanyaan dan tiyas menjelaskannya.
Dan cerita tiyas terhenti setelah mereka sampai di ruangan juna
" kak miya?!", ucap tiyas heran saat melihat miya berada di ruangan itu
" tiyas," ucap miya,seraya menghampiri keduanya
" kakak kenapa?," tanya tiyas saat melihat miya yang sangat pucat sekali
" kemarin malam,ada orang yang ingin mencelakainya", sahut juna seraya duduk di sofa
"kak miya tidak terluka kan,siapa orang itu ?,
Miya menghentikan tiyas yang terus memutar- mutar tubuhnya
" aku baik- baik saja ti..,jangan khawatir",ucap miya menenangkan
" oh,syukurlah,aku sangat khawatir" ucap tiyas seraya menghela nafas lega
" kakak tau tidak" ucap titas tiba- tiba
membuat miya terlonjak kaget,
sementara juna hanya tertawa melihatnya
"jolia ada di sini,dan kakak tau...!"
miya menggeleng antara kaget dan juga bingung
" dia calon tunangan kak juna,"
Miya menatap juna di balik tubuh tiyas yang terus mengomel
" benarkah?", tanya miya seakan bertanya pada juna yang juga menatapnya
__ADS_1
sesaat keduanya saling pandang,juna tersenyum menggoda membuat jantong miya seketika berdenyut,miya mengalihkan pandangannya pada tiyas kembali, karena tidak tahan dengan tatapan mautnya juna.
Dan pada saat itu,tiyaspun mengakhiri ceritanya.
miya hanya menganguk- angguk,walau ia tidak sedikitpun menyimak apa yang tiyas ceritakan.
" Kita harus melakukan sesuatu,jangan sampai kak juna benar- benar bertunangan dengan wanita itu" ucap tiyas penuh semangat
" kenapa?", tanya miya spontan,membuat tiyas menepuk jidatnya kesal
" karena wanita itu wanita ular dan juga iblis"
ucap tiyas kesal,membuat miya hanya termangu di tempat.
Juna menghampiri miya yang terlihat tampak bingung sendiri
" tiyas benar,bantu aku untuk lepas dari wanita itu"ucap juna seraya menggandeng bahu tiyas
Juna tidak ingin melewatkan kesempatan itu,untuk memanfaatkan miya selalu di sisinya
" caranya?", ucap tiyas,yang tampak berpikir keras
" carikan aku calon istri gadungan" ucap juna
Miya ternganga seketika,ia tau betol juna pasti ingin membawanya dalam masalah ini.
Dan benar saja,saat tiyas dan juna menatapnya dengan senyum mencurigakan.
" Aku tidak mau" ucap miya seketika dan melipat
tangannya
Tiyas menghela nafasnya kesal
" ayolah kak miy,apa kakak mau melihat kak juna di manfaatin oleh gadis ular itu" ucap tiyas memelas.
Juna tidak menyahut dia yakin tiyas pasti bisa membujuk miya.
Dan benar saja,setelah satu jam berdebat,akhirnya miya mengalah,walau dirinya separuh hati untuk mengiyakannya.
" yess."
batin juna girang
*********
tiyas
usulan gila,ulah juna
__ADS_1