
Sementara itu sila tengah asyik naek sepedanya menuju keday nya yang tak jauh dari rumah mereka
sesekali sila menyapa beberapa dagang kaki lima "pagi mang asep,ganteng bener hari ini" sapa sila dengan memperlambat laju sepedanya
"pagi neng gelis"balas amang pedagang bubur ayam itu,sila kembali mengayuh sepedanya
dan beberapa meter kemudian sila kembali menyapa para pedagang kaki lima itu,yang memang sudah lama ia kenal,sila terus mengayuh sepedanya...
entah kenapa hari ini hati nya sangat bahagia sesekali sila merentangkan kedua tangannya merasakn suana pagi menjelang siang itu
tiba- tiba sebuah mobil berhenti mendadak tepat di depannya,membuat sila gelabakan,dan suara demencet rem pun terdengar ngilu....
sila menatap tajam mobil di depannya
tatapan murka seakan-akan ingin menelan mobil itu bulat- bulat,...dan tatapan sila beradu pada si pengendara yang masih setia didalam mobilnya
samar-samar dan perlahan semakin jelas,sampai pada pengendara itu melepaskan kaca mata hitamnya
mata sila membelalak,mengenali siapa pengemudi yang berhenti mendadak di depannya
haris membuka pintu mobilnya,senyuman itu terukir,
senyuman yang selama ini sangat sila rindukan,dan sila pun membalas senyuman haris,.
__ADS_1
Setelah insiden itu,sila tak pernah mendengar kabar haris lagi,bahkan mengucapkan rasa terima kasih bel um sempat untuk sila ucapkan....
sila dan haris duduk di sebuah kursi panjang di sudut taman ,sila menatap haris di sampingnya
"bagaimana kabarmu?"tanya sila membuka pembicaraan,dan haris kembali tersenyum
"seperti yang kamu lihat" jawab hris singkat
sila ikut tersenyum,suasana canggung sangat terasa di antara mereka
" kenapa kembali?"sila kembali mmbuka suara
" hanya sebentar,ada sedikit urusan " jawab haris
seketika senyum sila memudar,wajah cantik itu seketika murung,haris mengetahui itu namun haris sengaja memalingkan wajahnya menatap kedepan
haris menatap sila kembali dan bibir dari wajah tampan itu kembali tersenyum
"jangan kelamaan senyum nya" ucap sila seraya membuang mukanya kesembarang arah
"kenapa emang?" goda haris seraya mendekatkan wajahnya kepundak sila,"
ni cowo ga peka amat"gerutu sila dalam hati,
__ADS_1
merasa tak nyaman sila mendorong wajah haris menjauh dari pundak nya,buknnya menurut haris malah menjatuhkan wajah di pundak sila,
dan deru nafas harispun dapat terdengar jelas di telinga sila,
cupp sebuah kecupan di tengkuk sila membuat gadis manis itu merinding,sila mencoba untuk menggeser duduknya namun tangan haris lebih cepat merangkul pinggang sila
"biarkan seperti ini,ku mohon sebentar saja" ucap haris lirih,membuat sila tak bergeming di tempatnya
haris memejamkan matanya merasakan hangatnya tubuh gadis itu,satu tahun terpisah membuat haris merindukan gadis mungil itu
sedangkan sila hanya memilih diam,walau saat ini jantungnya tengah berlari luncat- luncatan tak karuan
pertama kali dalam hidupnya begitu dekat dengan lawan jenis, membuat sila gemetar,
"sil" panggil haris dengan mata yang masih terpejam
"hmmmn"jawab sila lirih
"apa kau merindukanku"
haris membuka matanya menanti jawabn dari gadis itu,.sesaat sila terhenyak menyadari sesuatu,
sila ingin membuka suara namun ia urungkan
__ADS_1
dan tanpa menjwabnya,sila malah buru- buru pergi meninggalkan haris,sila mengayuh sepedanya kembali,sementara haris masih terdiam di tempatnya memandangi punggung gadis itu hingga menghilang di tengah keramaian.
"untuk apa aku mwnjawabnya,hanya sebentar,kau bahkan akan pergi lagi" ucap sila dalam hati,sila menghapus air matanya dan dengan cepat mengayuh sepedanya.....