
Dengan tergesa- gesa widiya masuk kedalam kamarnya,
widiya memasukkan beberapa baju dan barang berharganya kedalam koper,setelah selesai widiya memanggil pelayan untuk membawa kopernya secara diam- diam.
"apa yang kau lakukan?"tanya alex kaget saat melihat widiya menyerahkan kopernya pada pelayan
karena merasa tak aman widiya menarik tubuh alex untuk masuk kedalam kamar
" apa yang terjadi?" tanya alex lagi
widiya memegangi keningnya yang terasa pening
" andre sudah mengetahui semuanya"keluh widiya mundar- mandir tak karuan
"mengetahui apa,aku tidak mengerti" tanya alex dengan sedikit gusar
"andre menangkap orang kepercayaanku,dan mengambil semua berkas aslinya" teriak widiya kesal,andai saja kamar itu tidak kedap suara mungkin semua tamu di bawah akan mendengarnya
" kau ceroboh"
alex mulai ikut gelisah
" bagaimana kalau dia tau dengan penyamaranku,dia pasti dengan senang hati akan membunuhku" keluh alex,
"diamlah bodoh,biarkan aku berpikir sebentar"bentak
widiya terus mondar- mandir tak karuan berpikir keras,
ia tau saat ini andre tidak akan mengampuninya lagi,
apa lagi kalau andre tau kalau alex adalah org suruhannya saja,
keluarga alexander sudah lama tewas di bantai oleh riko ayahnya widiya,yang tersisa hanyalah jolia yg kebetulan saat itu tengah kuliah di luar negri sebagai samarannya widiya sengaja meng oplas alex yang sebenarnya hanyalah orang bayaran widiya,
demi ambisinya untuk menghancurkan andre dan miya, widiya rela menghalalkan apa saja demi mencapai dendamnya.
seketika widiya teringat ayahnya
dengan serta merta widiya menelpon riko ayahnya untuk meminta bantuan,
setelah berbicara cukup lama dengan ayahnya,
__ADS_1
kini widiya dapat bernafas lega dan menoleh kesal kepada alex palsu,ia merasa menyesal telah berpura- pura sangat takut pada alex saat di hadapan andre,kenyataannya orang itu tidak lah berguna.
"kau turunlah kebawah,bersikaplah senormal mungkin,jangan sampai membuat andre dan haris adiknya curiga"
"apa kau bisa menjamin keselamatan aku?" tanya alex
widiya mengangguk
" ayahku akan membereskan semuanya,turunlah sekarang" titah widiya
dengan langkah guntai alex keluar dari kamarnya
tiba- tiba saja tangannya terasa sangat dingin bahkan tubuhnya pun kini berkeringat dingin.
Alex menatap jolia yang nampak bahagia,bahkan ia tidak mampu untuk memberi tahukan akan bahaya yang mengancam nyawa mereka.
sementara itu miya dan sila kini sudah berbaur dengan para tamu undangan pesta itu
miya menatap sekeliling seakan mencari seseorang
" sebentar aku ketoelit dulu" bisik sila,miya meraih tangan sila dan menggeleng seakan tak rela untuk di tinggal sila,
sila menepuk tangan miya memberi semangat," jangan takut" ucap sila seraya melangkah ketempat yang ia tuju.
seorang pelayan menghampirinya dan menawarinya aneka minuman di nampan yang ia bawa
miya mengambil satu gelas minuman dan pelayan itu pun pergi menawari minuman kepada tamu undangan yang laennya.
"sila lama amat,betah banget di toilet" gerut miya
tiba- tiba miya di kegetkan dengan seseorang yg berbisik di belakangnya
" cantik" bisik orang itu
seketika miya menoleh,namun gerakannya terhenti saat orang itu kembali berkata
" jangan berbalik,tetaplah seperti itu"
" andre" gumam miya
" ya, ini aku" ucap andre pelan
__ADS_1
" terima kasih kamu sudah datang" ucap andre pelan,posisi mereka saling membelakangi,sesekali andre mengangkat minumannya sebagai tanda menyapa tamu undangan yang menyapanya
"apa kau gugup?" tanya andre
miya mengangguk" bahkan aku sangat gugup" keluh miya,kini giliran andre yang tersenyum mendengar keluhan kekasihnya itu.
" tenanglah,kau aman di sini" ucap andre dan menjauh dari miya saat melihat jolia memasuki ruangan pesta.
semua tamu undangan bertepuk tangan saat melihat jolia datang dengan di apit beberapa wanita cantik.
" apa kau tidak ingin menyambut jolia" ucap miya mengira andre masih di belakangnya
" kenapa aku harus menyambutnya?" celetuk sila yang baru saja datang dari belakang
"eh"
miya menoleh kebelakang,dan melihat sekeliling ternyata andre sudah berada di samping jolia.
"kau kenapa?"
tanya sila heran
miya menggeleng canggung.
Dan tak berapa lama kemudian pembawa acara pesta itupun memberi sambutannya
para tamu undangan di persilakan untuk mendekat
sebagai acara pembuka,
' selamat datang semua di acara yang sangat spesial ini," ucap sang pembawa acara
"selamat kepada tuan andre dan nona jolia sebagai pasangan yang paling berbahagia malam ini" jolia tersenyum sumringah seraya bergelayut manja pada andre,
melihat pemandangan itu hati miya sedikit berdenyut serasa ada yang sakit di bagian tubuhnya.
tiba- tiba pandangan mereka saling bertemu antara miya dan jolia,
" aku tau kau akan datang kepesta ini wanita ******" batin jolia dalam hati,ia merasa senang dan menang saat melihat miya memalingkan wajah saat tangannya begelayut mesra di pergelangan andre.
sementara andre diam saja walau hatinya menolak namun tatapan matanya terus tertuju pada miya,walau sesekali melempar senyum pada jolia untuk menghindari kecurigaan.
__ADS_1
tiba- tiba andre melihat haris memberi isyarat dari kejauhan,...dan dengan tergesa- gesa meninggalkan pesta dengan beberapa orang suruhannya.
ada apa?