TAKDIR CINTA PERTAMAKU

TAKDIR CINTA PERTAMAKU
51


__ADS_3

Setelah mengatakan semua itu,serentak anak buah widya mengikat tangan dan kaki haris,


widya tersenyum miring sambil menyandar di depan mobilmya,sementara riko ayahnya hanya memperhatikan dari dalam mobilnya.


setelah selasai mengikat haris,anak buah widya memukuli haris secara bergantian,


setelah puas melihat haris babak belur,widya mengambil senjata yang di sodorkan oleh salah satu anak buahnya


" katakan,kata terakhirmu !!!" ucap widya sambil menodong senjatanya di kepala haris,


dengan mulut penuh darah haris tertawa menyeringai


" aku tidak yakin dengan kata- katamu" ucap haris dengan suara berat, karena tubuhnya yang seakan patah semua


" kau !!!!" teriak widya dengan penuh amarah dan menarik pelatuk senjatanya


namun terlambat,sebuah tembakan tepat mengenai bahu wanita itu hingga tembakan mengarah kelain arah.


Riko terlonjak kaget dan spontan keluar dari dalam mobil,namun telat sebuah tembakam dari andre tepat mengenai kepala pria itu, seketika tersunggkur tak bernyawa,widya berteriak histeris dan menghambur kepada mayat ayahnya.


Di bantu anak buahnya,andre memapah haris ketempat aman,sementara anak buah widya tewas semua karena mendapat serangan dari anak buah andre yang lebih banyak dari pada anak buah widya

__ADS_1


Haris di larikan dengan segera kerumah sakit,sementara andre tidak ikut,kali ini ia benar- benar murka dengan apa yang di perbuat oleh widya kini,.


Widya mengepalkan tangannya,ia tau andre kini tepat berada di belakangnya


" aku pernah memperingatkanmu,jangan pernah ganggu hidupku lagikan" ucap andre


" bahkan kau tidak mengingat akan ancamanku waktu itu"


widya tersenyum miring,"aku tidak pernah lupa akan itu,bahkan karena itulah aku sampai ketitik ini" sahut widya


tanpa andre sadari widya sudah mengambil sebuah senjata di balik jas ayahnya


" kau terlalu egois widya"


Andre merasakan panas di dadanya,bahkan nafasnya terasa sesak,


"aku tidak lagi ter obsesi untuk memilikimu andre wijaya,," teriak widya lantang, dengan senjata yg masih ia arahkan pada andre


" aku bahkan bermimpi,untuk membuang mayatmu pada binatang buas,agar rasa sakit ini bisa ku tuntaskan"


" kau gila" ucap andre pelan,

__ADS_1


andre berusaha untuk bertahan untuk tidak ambruk


widya berjongkok dengan kaki bertumpu sebelah dan


meraih wajah andre dengan pistolnya untuk mendongak kepadanya


"kau membunuh orang terakhir yg membelaku,dan dia adalah ayah tercintaku" ucap widya dengan sedikit serak,sesaat ia menangis,namun tiba- tiba kembali berubah beringas seperti seorang yang mempunyai dua sisi berbeda.


widya mengarahkan senjata apinya tepat di kening andre" kau harus mati" ucap widya dan hendak menarik pelatuk senjatanya,namun sial dengan yg tersisa andre menarik tangan widya dan jatuh tersungkur di atas tubuhnya.


Dan keduanya pun saling rebutan senjata,dan bahkan mencoba untuk saling menudungkan senjata itu kearah lambung masing- masing


namun karena andre terluka,tenaga widya sedikit lebih besar dari tenaga andre


dan berhasil mengarahkan muncung senjata tepat di lambung andre,widya tersenyum senang,dan menarik pelatuknya,dan andre memejamkan matanya dengan tenaga tersisa


duaaarrrrr


satu tembakan menggema dan widya jatuh tersungkur bersimbah darah tak bernyawa,


di akhir tenaganya andre berhasil membelukkn senjatanya....

__ADS_1


andre menyisih mayat widya dari atas tubuhnya,


nafas andre ter engah- engah,dan pandangannya pun buram,samar- samar ia mendengar,suara beberapa orang mendatanginya,dan kesadarannyapun hilang


__ADS_2