TAKDIR CINTA PERTAMAKU

TAKDIR CINTA PERTAMAKU
pernikahan bisnis 1


__ADS_3

Tiyas melepaskan pelukannya,


"bagaimana kabarmu?" tanya miya


" seperti yang kaka lihat" jawab tiyas


miya tersenyum sambil mengusap pucuk kepala gadis itu...


"kak andre, bagaimana bisa begitu cepat menemukan ka miya?" tanya tiyas,sambil menggandeng lengan miya memasuki rumah mereka


miya menoleh pada andre yang mengikuti mereka di belakang


" kebetuln dia bekerja di kantor kaka" jwab andre santai


"benarkah,apa kaka menjadi sekertaris ka andre lagi"


tubuh miya bergetar mulutnya hanya tersenyum tanpa bisa menjawab sepatah katapun


"tidak" sahut andre cepat


"dia hanya sebagai karyawan kaka"tambahnya lagi


miya hanya busa menundukkan wajahnya entah kenapa


hatinya sedikit tersinggung dengan ucapan andre..


dan pembicaraan mereka terhenti saat tiyas menghentikan langkahnya saat di depan sebuah pintu kamar


"kalian masuklah,aku ingin keruang kerja dulu"ucap andre dan pergi meninggalkan mereka


miya menatap punggung pria yang kini berstatus bosnya dan sekaligus mantan cinta pertamanya itu


"kak miya" ucap tiyas menyentuh bahu miya dan seketika miya tersadar dari pandangannya


tiyas membuka pintu kamar dengan perlahan,dan masuk kedlm kamar yang di iringi oleh miya

__ADS_1


miya terdiam di depan pintu saat melihat ke adaan riska mamanya andre,


wajah paruh baya yang nampak puct,dengan mata yang tertutup,miya melihat iba pada sahabat ibunya itu


wajah yang dulu nampak elegan kini berubah menjdi cekung dan pucat


miya duduk di samping tempat tidur tantenya itu


"apa sebenarnya yang terjadi?" bisik miya pada tiyas


tiyas mengajak miya untuk duduk di sofa agak jauh dari tempat tidur ibunya,karena ia takut ibunya akan terbangun dengan pembicaraan mereka nantinya


setelah mereka duduk bersama,tiyas menceritakan apa yang kini terjadi dalam keluarganya setelah berada di london


" setelah papa meninggal,kak andre mengambil alih semua tanggung jawab papa,sementara kak haris, mengurus perusahaan di london yang kini sudah di ujung tanduk"ucap tiyas mengakhiri ceritanya


"apa yang terjadi dengan perusahaan di sana?"


tanya miya penasarn,karena setahunya perusahaan terbesar wijaya adalah yang di london


miya terdiam


"jadi itu maksudnya dengan perkawinan perusahaan,dia mencoba dengan pernikahan bisnis"batin miya


entah mengapa tiba- tiba hatinya merasa iba pada andre yg kini memikul beban perusahaan sendirian


"sekarang aku mengerti mengapa dia bersikap sangat dingin sekarang" gumam miya


dan tiba- tiba riska membuka matanya


",mama sudah bangun"ucap tiyas menghampiri ibunya


riska sangat terkejut saat melihat seorang gadis yang berjalan menghampirinya


"miya"ucap riska kaget,miya tersenyum dan memeluk tubuh wanita yang kini hanya bisa duduk itu

__ADS_1


" tante sangat merindukanmu nak" ucap riska ter isak


" miyapun begitu tante" sahut miya menangis


suasana haru tercipta di ruangn itu,


tanpa sepengatahuan mereka, andre memperhatikan mereka di balik pintu yg sedikt terbuka


wajah pria tampan itu tampak tersenyum,


andre terus berdiri memperhatikn miya yang begitu akrab dengan ibunya,walau sudah satu tahun lamanya mereka tidak bertemu,


" bang,sedang apa disini?" tanya haris entah dari mana dtngnya haris tiba- tiba saja muncul di belakangnya


"kau dari mana saja?" andre balik tanya


pura- pura tidak terkejut karena ketahuan tengah memperhatikn orang yang didalam kamar ibunya


"aku baru datang dari rumah miya heeee"


ucap haris cengingisan karena habis mebnemui sila,


andre menghela nafasnya sambil memijat keningnya


kelakuan haris hampir membuatnya setres hari ini


"katakan pada mereka di dalam,sudah saatnya makan siang" titah andre dan pergi meninggalkan haris


" dasar abang sableng,apa susahnya mengetuk pintu dan bilang sendiri saatnya makan siang" gerutu haris


dan kemudian ia masuk kedalam kamar ibunya


saat haris masuk miya menghampiri haris


" sudah saatnya makan siang" ucap haris,yang mendapat anggukan dari ke tiga wanita itu

__ADS_1


__ADS_2