
Tiyas melepaskan pelukannya,
"bagaimana kabarmu?" tanya miya
" seperti yang kaka lihat" jawab tiyas
miya tersenyum sambil mengusap pucuk kepala gadis itu...
"kak andre, bagaimana bisa begitu cepat menemukan ka miya?" tanya tiyas,sambil menggandeng lengan miya memasuki rumah mereka
miya menoleh pada andre yang mengikuti mereka di belakang
" kebetuln dia bekerja di kantor kaka" jwab andre santai
"benarkah,apa kaka menjadi sekertaris ka andre lagi"
tubuh miya bergetar mulutnya hanya tersenyum tanpa bisa menjawab sepatah katapun
"tidak" sahut andre cepat
"dia hanya sebagai karyawan kaka"tambahnya lagi
miya hanya busa menundukkan wajahnya entah kenapa
hatinya sedikit tersinggung dengan ucapan andre..
dan pembicaraan mereka terhenti saat tiyas menghentikan langkahnya saat di depan sebuah pintu kamar
"kalian masuklah,aku ingin keruang kerja dulu"ucap andre dan pergi meninggalkan mereka
miya menatap punggung pria yang kini berstatus bosnya dan sekaligus mantan cinta pertamanya itu
"kak miya" ucap tiyas menyentuh bahu miya dan seketika miya tersadar dari pandangannya
tiyas membuka pintu kamar dengan perlahan,dan masuk kedlm kamar yang di iringi oleh miya
__ADS_1
miya terdiam di depan pintu saat melihat ke adaan riska mamanya andre,
wajah paruh baya yang nampak puct,dengan mata yang tertutup,miya melihat iba pada sahabat ibunya itu
wajah yang dulu nampak elegan kini berubah menjdi cekung dan pucat
miya duduk di samping tempat tidur tantenya itu
"apa sebenarnya yang terjadi?" bisik miya pada tiyas
tiyas mengajak miya untuk duduk di sofa agak jauh dari tempat tidur ibunya,karena ia takut ibunya akan terbangun dengan pembicaraan mereka nantinya
setelah mereka duduk bersama,tiyas menceritakan apa yang kini terjadi dalam keluarganya setelah berada di london
" setelah papa meninggal,kak andre mengambil alih semua tanggung jawab papa,sementara kak haris, mengurus perusahaan di london yang kini sudah di ujung tanduk"ucap tiyas mengakhiri ceritanya
"apa yang terjadi dengan perusahaan di sana?"
tanya miya penasarn,karena setahunya perusahaan terbesar wijaya adalah yang di london
miya terdiam
"jadi itu maksudnya dengan perkawinan perusahaan,dia mencoba dengan pernikahan bisnis"batin miya
entah mengapa tiba- tiba hatinya merasa iba pada andre yg kini memikul beban perusahaan sendirian
"sekarang aku mengerti mengapa dia bersikap sangat dingin sekarang" gumam miya
dan tiba- tiba riska membuka matanya
",mama sudah bangun"ucap tiyas menghampiri ibunya
riska sangat terkejut saat melihat seorang gadis yang berjalan menghampirinya
"miya"ucap riska kaget,miya tersenyum dan memeluk tubuh wanita yang kini hanya bisa duduk itu
__ADS_1
" tante sangat merindukanmu nak" ucap riska ter isak
" miyapun begitu tante" sahut miya menangis
suasana haru tercipta di ruangn itu,
tanpa sepengatahuan mereka, andre memperhatikan mereka di balik pintu yg sedikt terbuka
wajah pria tampan itu tampak tersenyum,
andre terus berdiri memperhatikn miya yang begitu akrab dengan ibunya,walau sudah satu tahun lamanya mereka tidak bertemu,
" bang,sedang apa disini?" tanya haris entah dari mana dtngnya haris tiba- tiba saja muncul di belakangnya
"kau dari mana saja?" andre balik tanya
pura- pura tidak terkejut karena ketahuan tengah memperhatikn orang yang didalam kamar ibunya
"aku baru datang dari rumah miya heeee"
ucap haris cengingisan karena habis mebnemui sila,
andre menghela nafasnya sambil memijat keningnya
kelakuan haris hampir membuatnya setres hari ini
"katakan pada mereka di dalam,sudah saatnya makan siang" titah andre dan pergi meninggalkan haris
" dasar abang sableng,apa susahnya mengetuk pintu dan bilang sendiri saatnya makan siang" gerutu haris
dan kemudian ia masuk kedalam kamar ibunya
saat haris masuk miya menghampiri haris
" sudah saatnya makan siang" ucap haris,yang mendapat anggukan dari ke tiga wanita itu
__ADS_1