
Miya merebahkan tubuhnya setelah seharian bekerja di kedai sederhananya,,
sila datang dengan wajah merengutnya..
"kenapa to muka,kusut amat?" tanya miya sambil mengecek ponselnya
"cape neng,lama ga di pejet kayanya"ucap sila seraya merebahkan tubuhnya di atas kasur
miya hanya tertawa mendengar ucapan sila,
akhir- akhir ini mereka memang sering kerja full.
miya mengernyitkan keningnya ketika ia membaca satu komen di watssapnya
"jadikanlah jejak ku untuk menghapus semua yang telah membekas di hatimu"
miya"dan aku tidak ingin menghapus jejak yang sudah kubuat"
"sebegitu istemewanya untuk mu"
miya"apa pedulimu?"mulai kesal
"ada alasan nya"
"ckk suk tau" gerutu miya kesal,sila yand sedari tadi rebahan santai sambil mmejamkan matanya ikut- ikutan heran"kenapa miy?"tanya nya
"ga tau neh,neti sialan suk tau" gerutu miya
sila melihat isi percakapn miya d wa
"eh apa dia irfan ya,...kuk fotonya topi duang"
"dari mana kamu tau?" ucap miya
sila mendecak kesal"ysng minta nomor kamu tadi kan cuma irfan duang miy,siapa lagi"
miya berpikir sejenak dan mmbenarkan perkataan sila
"apa kamu tidak ingin tau alasannya?"
,"sudahlah fan,ga lucu" balas miya
dan tak ada balasan lagi,miya merebahkan tubuhnya
di samping sila dan memejamkan matanya,
karana terlalu lelah merekapun tertidur.
PAGI HARINYA
sila mengerjapkan matanya,dengan lemasnya sila duduk memperhatikan miya yang nampak sudh rapi
"kemana miy rapi amat" sambil menguap
__ADS_1
"keperusahaan xxxx td aku di telpon katanya mau di wawancara"
"jadi kamu mau kerja di perusahaan lagi"
"hemmm kalau aku d terima kamu yang urus kedai," ucap miya sambil mematut lagi penampilannya di cermin
sila hanya mengangguk dan merebahkan lgi tubuhnya di kasur,
satu jam setelah miya pergi,sila bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan.menuju balkon kamar itu
sila merentangkan kedua tangannya ke atas
tiupan angin mengibas rambut panjangnya
sila asyik sendiri dengan kegiatannya di balkon tanpa menyadari sepasang mata tengah memperhatiknnya
setelah puas,sila masuk kedalam kamarnya dan mandi.
sementara itu miya telah sampai d perusahaan xxxx
seorang resepsionis menghampirinya "dengan nona miya" sapanya ramah,miya mengangguk,
"anda sudah di tunggu untuk wawancaranya"
resepsionis itu membimbing miya menuju ruangan derektur mereka,
"silahkan nona" ucapnya pada miya seraya membukakan pintu,miya sedikit membungkukkan badannya tanda hormat.
sepeninggal resepsionis itu miya memasuki ruangan direktor mereka,
1 menit
5 menit 10 menit
dan setengah jam,miya mulai bosan
"ckk yang benar saja,jangan- jangan mereka mengerjaiku" gerutu miya dan berdiri dari tempat duduknya dan melangkah pergi...
di saat bertepatan pintu ruangn itu terbuka
brukkkk...
miya menabrak meja di belakangnya karena kakinya yang spontan mundur saat melihat siapa orang di depan matanya....
"miya" ucap seseorng di belakang pria itu
miya mengerjapkan matanya,dan mengkondisikan kembali ke adaannya
"sedang apa kau disini,.apa kau orang yang akan kmi wawancara?" ucap pria itu lagi yang tak laen adalah irfan,
miya sedikt mengangguk dan tersenyum,matanya seidikit mencuri pandang pada pria di hadapannya yang masih berdiri tegak tanpa expresi.
pria itu mengangkat tangan pada irfan memberi aba- aba untuk meninggalkan mereka.,dan tanpa bicara irfan mematuhi atasannya itu
__ADS_1
"bagaimana keadaanmu?"tanya pria itu seraya memasukkn tangannya kedalam saku
"seperti yang kau lihat,aku masih hidup" jawab miya enteng,pada pria itu yang tak laen adalah andre
andre menghela nafasnya,dan sedikit menggaruk keningnya yabg tiba- tiba terasa gatal
"setelah satu thun bahkn kau tak berubah" ucap andre
miya membuang mukanya
seidikit sesak tiba- tiba memenuhi rungga dadanya,dengan susah payah miya menahan air matanya yang hampir jatuh...
rasa sakit di tinggalkan tanpa penjelasan, membuat sedikit dendam di hatinya pada pria yang susah payah dia lupakan....
Andre berjaln mendekat pada miya,sementara miya masih memalingkan wajahnya tak bergeming di tempatnya...andre menghela nafasnya melihat miya yang masih bersekukuh untuk tidak menatapnya.
Sebenarnya andre sangat merindukan gadis ini
bahkan dia ingin sekali memeluk tubuh gadis yang sangat ia cintai itu,
tiba-tiba ide jahil muncul di benak andre,andre mendekatkan wajahnya pada telinga miya
"apa kau tidak merindukanku" goda andre tersenyum licik tepat di telinga miya, membuat miya spontan memalingkan wajahnya dan....
cupppp
satu ciuman mendarat di bibir miya,.
andre tersenyum senang saat miya memundurkan langkahnya karna panik,
miya mengayunkan tangannya menampar wajah andre,namun laki- laki itu dengan cepat menghindar membuat miya terhuyung dan malah menubruk tubuh andre,dan mereka oleng terjungkal di sofa dengan tubuh miya di atas tubuh andre,
andre tertawa bahagia dengan kondisi mereka seperti itu,andre terus memeluk miya yg beruntak untuk bangun,
tiba- tiba pintu ruangan terbuka dan serentak mereka menatap ke arah pintu yang terbuka
"ah maafkan saya pak" ucap salh seorg karyawan yg hendk mengantar berkas untuk di tanda tangani
karyawan itu seketika memalingkan wajahnya
"apa yg sedang di lakukan mereka" ucap karyawan itu dlm hati
miya buru- buru bangkit dan menjauh dari andre,jadi malu kan ketahuan heeee
sementara andre hanya santai tanpa dosa sedikitpun
"kau di terima nona miya silahkan anda keluar dari ruangan saya"....ucap andre santai,padahal yg bikin dosa dia
miya mengangkat telunjuknya ke arah andre dengan sangat kesal....
andre hanya mengangkat bahunya seakan meledeknya,
setelah memungut kembali tasnya miya pergi dari ruangan itu dengan membanting pintu ,
__ADS_1
tentu saja membuat semua yang ada di luar sontak kaget bahkan ada yg memegangi dadanya
astaghfirollah,,,,