
Setelah makan siang miya pamit pulang dan di antar oleh sopir keluarga wijaya...
saat di depan pintu miya di sambut oleh sila yang senyum sumrengah
"kenapa kamu?" tanya miya heran
" ciyeeee di kangenin camer" goda sila
miya tak menggobris godaan sila,
miya lebih memilh masuk kedalam kamar dan mandi seharian dengan baju kantor membuat tubuhnya terasa lengket,
"gimana ke adaan tante riska?" tanya sila sambil duduk di atas ranjang
"entahlah aku juga kaget saat melihat keadaan tante seperti itu" jawab miya sambil mengambil handuk
"eh tunggu dulu" ucp miya sambil menghentikan langkahnya,sila menoleh pada miya yang nampak berpikir
"dari mana kamu tau aku kerumwh tante riska?" selidik miya sambil menunjukkan jarinya pada sila...
miya memicingkan matanya penuh curiga
sila ketawa cengingisan
menggaruk kepalanya yang tiba- tiba terasa gatal
miya bersedekap sambil mengangguk- angguk penuh arti pada sila
"enak ya pacaran,sementara aku kerja" gerutu miya
"sekali- kali bolehkan mak" canda sila sambil melempar bantal pada miya dan bergegas kabur dari dalam kamarnya.
Miya menggeleng dan memungut kembali bantal yang di lempar sila,.
tiba-tiba ponsel miya berdering tanda panggilan masuk,miya melirik ponsel nya yang berada diatas nangkas,dan miya melihat nama irfan tertera di ponselnya
"hallo pan" ucap miya
"hallo miy,kamu tidak papa kan?" terdengar suara irfan yang sangat khawatir
"ya,aku baik- baik saja,ada apa, kenapa terdengar begitu cemas?"
"aku khawatir saat kamu di bawa paksa pak ardi"ungkap irfan
"ya ampun fan segitu khawatirnya kamu sama aku,"
__ADS_1
ucp miya sambil tertawa
"jangan khawatir aku baik- baik saja,makasih ya fan sudah khawatirin aku"tambah miya lagi
namun tak ada sahutan dari irfan di seberamg sana
hampir saja miya menutup telponnya dari irfan namun tiba- tiba irfan memanggilnya lagi
irfan "miy"
"hn"sahut miya
irfan "aku,,,,mau jujur sama kamu"
miya mengernyitkan keningnya,apakah ada sesuatu yang di ketahui irfan yang di sembunyikan darinya
" tentang apa?" tanya miya penasaran
irfan "aku suka sama kamu, aku pingin jagain kamu bukan hanya sebagai teman, tapi lebih dari itu"
seketika jantong miya berdegup kencang..
dapat di rasakan ungkapan cinta irfan begitu tulus untuknya,tapi entah mengapa tidak ada rasa bahagia tercipta di hatinya
"miy,,,kamu masih di situ kan?" tanya irfan,karena lama tak terdengar suaranya
"maaf miy,sku terlalu terburu- buru ngungkapin perasaan aku,,,,aku cuma pingin kamu tau kalau kamu sangat spesial buat aku"
miya memejamkan matanya mencoba menenangkan hatinya saat ini,
" makasih ya fan,tapi untuk saat ini aku pingin pokos kerja dulu" ucap miya hati- hati
Miya menutup sambungn telponnya setelah tak ada lagi suara terdengar dari irfan,miya meletakkan kembali hpnya di atas nangkas,
miya menghela nafasnya yang terasa berat,
ungkapan perasaan irfan yang tak pernah di duga olehnya,membuat nya sulit untuk membuka hatinya
kenapa harus sulit buknkah dirinya kini berstatus jomblo,
Tapi entah mengapa setelah mengetahui kesulitan
keluarga andre saat ini ,membuatnya delima untuk menerima cinta irfan, dan atau mungkin memang hatinya masih milik andre .
Miya menghempaskan tubuhnya keatas ranjang
__ADS_1
"****,mengapa di saat seperti ini aku masih mikirin dia"gerutu miya kesal
miya kembali berdiri dan pergi kekamar mandi,saat ini
ia butuh berendam untuk waktu yang lama,..
Waktupun berlalu dan haripun berganti dengan pagi lagi,,,,irfan menghampiri miya yang tengah sibuk dengan laptopnya,irfan menyudurkan satu undangan
pada miya,miya mengernyitkan keningnya
"undangan ulang tahun teman kuliah aku dulu,temenin yah"
bujuk irfan
"ogah,entar aku jadi obat nyamuk duang" gerutu miya dengan memayunkan bibirnya
"ga bakalan lah,kan kamu nyamuknya" goda irfan dengan mengedipkan matanya
miya tertawa melihat tingkah irfan yang sangat imut menurutnya
"ya deh aku mau" ucap miya
"yes,makasih sudh terima cinta aku"goda irfan,walaupun sebenarnya ia sangat mengharapkannnya
"idih apaan,aku tarik balik ucapn aku"gerutu miya pura- pura merajuk
irfan bersedekap sambil menyandar di dinding pembatas meja kerja miya
"ck....emang benar yah,kalau cewe merajuk itu nyebelin" celetuk irfan yang langsung mendapat cubitan dari miya di perut,membuat empunya mengerang kesakitan bercampur geli
Tanpa mereka sadari,andre melintas di antara keduanya,seketika miya menghentikan cubitannya
miya menatap andre yang berjalan dengan wajah datarnya tanpa expresi,
"matanya bahkan tidak melirik sedikitpun" batin miya
irfan melihat perubahan di wajah miya yg sedikit murung,irfan menepuk pundak miya dan tersenyum
"aku jemput entar malam" ucap irfan dan pergi meninggalkannya
Sesampainya di ruangan kerjanya,andre mengepalkan tangannya di atas meja kerja,
seketika muka yang tadi tanpa expresi berubah menjadi merah padam,andre meluapkan semua kekesalannya
entah mengapa saat melihat miya yang begitu sangat bahagia berpegangan tangan bercanda dengan pria lain membuatnya terbakar cemburu,.
__ADS_1
andre mengambil telpon di atas meja dan menekan nomor
"keruangan ku sekarang" titahnya.