
Setelah mengantar jolia kembali di kediamannya andre langsung kekantornya.
Dan setelah sampai di kantor andre kembali menelpon orang-orang suruhannya
"kumpulkan semua bukti dan berkas- berkasnya dalam waktu dekat,aku akan mengadakan acara pertunangannya di sana"titah andre
"baik pak,semua akan terkumpul dalam waktu dekat"
andre kembali menutup telponnya.
Sementara itu miya tengah asyik duduk di kursi malasnya di keday miliknya.
entah mengapa hatinya tidak nyaman saat mengetahui andre bersama jolia dan mereka akn memilih cincin pertunangan mereka
" to muka kenapa kusut amat?" tanya sila seraya duduk dekat sahabatnya itu
miya hanya membalas dengan senyuman
" berantem lagi sama andre?" tanya sila lagi,
dan lagi- lagi miya menggeleng,
" lalu apa?" tanya sila.
" andre akan tunangan dalam waktu dekat"
ucap miya," aku tau" sahut sila
"dari mana kamu tau?" tanya miya
" haris" jawab sila
" uh iya yah,kan bocah itu sekarang pacar lo" gumam miya,yang langsug mendapat tabukan dari sahabatnya itu di lengannya,miya tertawa melihat kekesalan sahabatnya itu
"aku balikan sama andre" ucap miya kemudian
sila tersenyum,tak ada tanda-tanda kaget dari sahabatnya itu, membuat miya bingung sendiri
"kuk kamu ga kaget"
"untuk apa,dari awal kalian ketemu aja aku sudh tau kalau kalian itu masih sama-sama cinta,"ucap sila
" selamat ya"
" untuk apa?" tanya miya heran
__ADS_1
"ya selamat aja,siapa tau kamu jadi istri kedua"
" silaaaaa" kini miya yang menabuk lengan temannya itu sambil berteriak kesal,sementara sila tertawa penuh kemenangan, karena berhasil membuat sahabatnya itu sangat kesal.
Malam harinya,miya terbangun,saat mendengar suara kaca jendelanya yang berdencing seperti di lempar benda kecil,miyapun menyisih tirai jendelanya tak ada seseorang di sana,
miya membuka lebar kaca jendelanya
dan tiba- tiba andre muncul dari bawah jendela,membuat miya terpekik kaget,andre buru- menutup mulut miya dengan telapak tangannya
" sssttttt"
"kamu sih ngagetin aja," gerutu miya
" kangen sayaaaangggg"ucap andre manja dengan menupang dagu di jendela,miya mencubit hidung andre,dia teramat gemas dengan kelakuan kekasihnya itu,
" boleh masuk gak?" tanya andre
miya mengangguk" bentar aku bukain pintu depan"
ucap miya sambil berjalan kearah pintu kamarnya
namun saat berbalik miya sangat kaget saat melihat andre yang sudah berada di dalam kamarnya
"andre,tadi kamu manjat?"
"kan kamu sudah izinin boleh masuk"
" tapi bukan di......"
andre buru bersembunyi di balik pintu saat melihat handel pintu bergerak,dan benar saja sila tiba- tiba saja membuka pintu kamar miya,untung andre peka
"miy.....kamu bicara sama siapa?" tanya sila,yang kebetulan lewat saat hendak mengambil air minum
"uh tadi ada telpon ,yah telpon"jawab miya gugup
sementara andre hanya tersenyum di balik pintu mendengar jawaban dari kekasihnya itu
"itu jendela kenapa terbuka?"
"tadi aku kepanasan makanya aku buka" jawab miya sekenanya,padahal ac tengah menyala,untung sahabatmya itu tidak peka hanya mengiyakan saja dan pergi lagi.
miya menghela nafas lega setelah sila pergi,sementara andre bersedekap sambil tersenyum gemes melihat kapanikan kekasihnya itu
"cara berbohongmu tadi tidak cukup pintar" ucap andre sambil berjalan dan duduk di atas ranjang
__ADS_1
miya mendengos kesal mendengar ejekan kekasihnya itu,siapa juga yang ingin berbohong
miya berjalan melalui andre,namun pria itu menarik tangan miya,dan lagi- lagi miya jatuh terduduk di pangkuan andre
miya ingin bangkit menghindar namun andre mengunci tangannya di pinggang kekasihnya itu
andre menyembunyikan wajahnya di ceruk leher kekasihnya itu
" seharian tidak bertemu membuatku hampir gila merindukanmu" ucap andre
"bukannya kamu tengah bersenang- senang dengan calun tunanganmu itu"
"yah,memang menyenangkan"ucap andre,walaupun sebenarnya bukn itu yang membuatnya senang
miya bangkit dari pangkuan andre dengan kasar,membuat pelukan andre terlepas
"lalu untuk apa kamu menemuiku,sana pergi temui calon tunanganmu itu
Andre tertawa kecil,begitu gemas melihat kecemburuan kekasihnya
andre bangkit dari duduknya,dan memegangi kedua pundak kekasihnya,tapi di tepis miya dengan kasar
andre tersenyum dan lagi meletakkan tangannya di pundak miya yg di tolak oleh miya
"maafin aku sayang" ucap andre
"ga,...pergi sana aku mau tidur" ucap miya sedikit terisak,andre kaget saat melihat miya menangis
"miya kamu serius,aku bercanda sayang" ucap andre miya tidak menggobrisnya,setiap sentuhan andre selalu di tepisnya.
Dan untuk kesekian kalinya andre benar merasa bersalah,andre menangkap kedua tangan miya yg terus menepisnya,dan membawanya, kedalam pelukannya,.
Setelah merasa miya cukup tenang,perlahan andre melepaskan pelukannya,dan menagkup pipi kekasihnya dengan dengan kedua tangannya
"aku senang bukan karena bersama wanita laen,tp ada hal laen yang akn membawa kt bersatu nantinya,"
"maksud kamu?"
" aku belum bisa cerita sekarang sayang,tapi kumohon jangan tulak aku seperti tadi"
miya tersenyum dan mengangguk,membuat andre ikut tersenyum lega,
"aku mencintaimu miya" ucap andre mesra
"aku juga mencintaimu andre.sangat" balas miya
__ADS_1
andre mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir kekasihnya lembut,miya memeluk erat kekasihnya.