TAKDIR CINTA PERTAMAKU

TAKDIR CINTA PERTAMAKU
55


__ADS_3

Samar- samar miya mendengar beberapa orang berbicara,namun ia masih belum bisa membuka matanya.


Sila duduk di samping miya yang terbaring lemah


" kau harus kuat miy,perjalanan hidup ini masih panjang jangan menyerah" bisik sila pada sahabatnya itu.


Perlahan miya membuka matanya,


" syukurlah,kau sudah sadar miy"ucap sila lega


Miya menatap sekeliling


" aku di mana?"


"saat kamu pingsan,tubuhmu sangat lemah,jadi kami memutuskan untuk membawamu kerumah sakit" jawab Sila


Miya mencoba untuk duduk,karena tubuhnya yang begitu lemah sila membantu miya untuk duduk menyandar.


Sila menggenggam jemari miya,dan tersenyum mencoba memberi semangat pada sahabatnya itu.


Namun pada kenyataannya,miya malah menangis.


Sila membiarkan miya menangis menumpahkan segala emosinya.


Sila memeluk miya, setelah begitu lama gadis itu menangis.


Dan satu jam kemudian miyapun kembali tertidur


Sila menangis dalam diamnya,menatap sahabatnya yang begitu terpukul atas meninggalnya andre


bahkan dalam tidurnyapun miya masih mengigau menyebut nama andre.


Dua haris berlalu


dan miyapun terlihat seperti mayat hidup

__ADS_1


tak banyak bicara dan sering melamun.


bahkan miya sering melakukan aktipitas berlebihan


seperti mengepil seluruh kaca rumah dan mengepil lantai tanpa henti.bahkan tiap jam ia lakukan


Dan tak jarang sila menghentikan paksa apa yang miya lakukan.


satu bulan pun berlalu


Hingga pada suatu hari miya,memecahkan beberapa gelas hingga berserakan di lantai


Dan tanpa alas kaki,miya berjalan di atas pecahan gelas yang berserakan


Namun tidak ada respon mengaduh bahkan wajah yang kesakitan dari gadis itu


bahkan dengan tenang seperti biasanya berjalan


walau lantai kini penuh dengan bercak darahnya


dengan hati- hati sila menarik tubuh miya dari pecahan gelas itu


plakkkkk


Satu tamparan, sila berikan pada Miya yang terlihat manusia tanpa nyawa


" apa kau sudah gila !!!!" bentak sila


sambil mengguncang tubuh miya


" apa kau pikir dengan menyakiti tubuhmu andre akan kembali hah.!!!!!" teriak sila


Sila mendudukkan miya di sofa,dan segera mengambil air hangat dan juga obat p3k


dengan hati- hati sila mengambil pecahan kaca dari telapak kaki miya

__ADS_1


dan mencocinya.


setelah memberinya obat,sila membalot kaki miya dengan perban


" apakah sakit ?" tanya sila


dan miya hanya menggeleng


" apa yang terjadi ?" ucap sila sambil menangkup wajah sahabatnya dengan kedua tangannya


"sepertinya aku sudah mati rasa," jawab miya


sila sedikit lega,karena kali ini miya mau bicara


" kenapa?"


" aku ingin menghilangkan rasa sakit ini" sentuh miya di bagian rungga dadanya


"aku ingin lelah hingga melupakan rasa sakit ini"


miya bicara tanpa melihat sila,tatapan matanya yang kosong tersirat sesuatu yang sulit di artikan


Sila menghela nafasnya,dan menggenggam jemari Miya,


" kalau kamu ingin melupakan andre,dengan caramu jangan di rumah dan jangan sendiri" ucap sila


Miya menoleh pada sila dan mengerutkan keningnya sila tersenyum melihat sahabatnya,ada sedikit rasa bahagia di hatinya


" kembalilah bekerja,carilah pekerjaan yang membuatmu sibuk tiap detiknya,hingga kau melupakan rasa sakitmu"


miya menaikkan alisnya " kau benar" ucap miya


dan kemudian pergi begitu saja kekamarnya


" Mulailah dari awal miy,meski kita jarang bertemu nantinya,setidaknya,kau tidak seperti ini lagi"batin sila dalam hati.

__ADS_1


sila membersihkan semua pecahan gelas,dan noda darah di lantai.


__ADS_2