
Samar- samar miya mendengar beberapa orang berbicara,namun ia masih belum bisa membuka matanya.
Sila duduk di samping miya yang terbaring lemah
" kau harus kuat miy,perjalanan hidup ini masih panjang jangan menyerah" bisik sila pada sahabatnya itu.
Perlahan miya membuka matanya,
" syukurlah,kau sudah sadar miy"ucap sila lega
Miya menatap sekeliling
" aku di mana?"
"saat kamu pingsan,tubuhmu sangat lemah,jadi kami memutuskan untuk membawamu kerumah sakit" jawab Sila
Miya mencoba untuk duduk,karena tubuhnya yang begitu lemah sila membantu miya untuk duduk menyandar.
Sila menggenggam jemari miya,dan tersenyum mencoba memberi semangat pada sahabatnya itu.
Namun pada kenyataannya,miya malah menangis.
Sila membiarkan miya menangis menumpahkan segala emosinya.
Sila memeluk miya, setelah begitu lama gadis itu menangis.
Dan satu jam kemudian miyapun kembali tertidur
Sila menangis dalam diamnya,menatap sahabatnya yang begitu terpukul atas meninggalnya andre
bahkan dalam tidurnyapun miya masih mengigau menyebut nama andre.
Dua haris berlalu
dan miyapun terlihat seperti mayat hidup
__ADS_1
tak banyak bicara dan sering melamun.
bahkan miya sering melakukan aktipitas berlebihan
seperti mengepil seluruh kaca rumah dan mengepil lantai tanpa henti.bahkan tiap jam ia lakukan
Dan tak jarang sila menghentikan paksa apa yang miya lakukan.
satu bulan pun berlalu
Hingga pada suatu hari miya,memecahkan beberapa gelas hingga berserakan di lantai
Dan tanpa alas kaki,miya berjalan di atas pecahan gelas yang berserakan
Namun tidak ada respon mengaduh bahkan wajah yang kesakitan dari gadis itu
bahkan dengan tenang seperti biasanya berjalan
walau lantai kini penuh dengan bercak darahnya
dengan hati- hati sila menarik tubuh miya dari pecahan gelas itu
plakkkkk
Satu tamparan, sila berikan pada Miya yang terlihat manusia tanpa nyawa
" apa kau sudah gila !!!!" bentak sila
sambil mengguncang tubuh miya
" apa kau pikir dengan menyakiti tubuhmu andre akan kembali hah.!!!!!" teriak sila
Sila mendudukkan miya di sofa,dan segera mengambil air hangat dan juga obat p3k
dengan hati- hati sila mengambil pecahan kaca dari telapak kaki miya
__ADS_1
dan mencocinya.
setelah memberinya obat,sila membalot kaki miya dengan perban
" apakah sakit ?" tanya sila
dan miya hanya menggeleng
" apa yang terjadi ?" ucap sila sambil menangkup wajah sahabatnya dengan kedua tangannya
"sepertinya aku sudah mati rasa," jawab miya
sila sedikit lega,karena kali ini miya mau bicara
" kenapa?"
" aku ingin menghilangkan rasa sakit ini" sentuh miya di bagian rungga dadanya
"aku ingin lelah hingga melupakan rasa sakit ini"
miya bicara tanpa melihat sila,tatapan matanya yang kosong tersirat sesuatu yang sulit di artikan
Sila menghela nafasnya,dan menggenggam jemari Miya,
" kalau kamu ingin melupakan andre,dengan caramu jangan di rumah dan jangan sendiri" ucap sila
Miya menoleh pada sila dan mengerutkan keningnya sila tersenyum melihat sahabatnya,ada sedikit rasa bahagia di hatinya
" kembalilah bekerja,carilah pekerjaan yang membuatmu sibuk tiap detiknya,hingga kau melupakan rasa sakitmu"
miya menaikkan alisnya " kau benar" ucap miya
dan kemudian pergi begitu saja kekamarnya
" Mulailah dari awal miy,meski kita jarang bertemu nantinya,setidaknya,kau tidak seperti ini lagi"batin sila dalam hati.
__ADS_1
sila membersihkan semua pecahan gelas,dan noda darah di lantai.