
"Maaf" ucap juna seraya duduk di samping miya yg masih terbaring
miya bangun dan duduk di samping juna
seraya memperbaiki rambutnya yg sedikit berantakan.
Juna menatap miya yang tampak gugup di sampingnya
" kau marah padaku?"
pertanyaan juna membuat miya seketika menoleh kearah juna,miya bingung pada dirinya sendiri,apakah dia marah dengan sikap juna barusan.
"aku tidak akan melakukannya lagi"
" tidak" sergah miya,refleks ia menolak ucapan juna barusan,dan kata tidak dari miya membuat juna bingung dan menaikan alisnya,
saat melihat juna yang tampak dengan senyum menggodanya membuat miya merotoki ucapannya sendiri
" maksudku,...aku tidak marah padamu"ralatnya
juna tersenyum senang " kenapa?,"
"maksudku kalau kamu marah,aku rela kamu tampar"
ucap juna seraya mengarahkan wajahnya pada miya
__ADS_1
" jadi begitu yang sering kau lakukan pada gadis2 di luar sana,setelah kau cumbu dia,kau minta maaf dan minta tampar sebagai balasan" gerutu miya kesal
" gadis yang mana,? bahkan kau gadis yang pertama tidur di kamarku ini"
" kau kira aku percaya" ucap miya sinis seraya melipat tangannya
Juna menatap miya dengan tatapan penuh makna
dan bahkan miya sendiri sedikit salah tingkah di buatnya
"kau seperti seorang kekasih yang tengah cemburu saja"ucap juna seraya bangkit dari duduknya menuju ruang gantinya
"kau kira aku sudi jadi kekasih seorang mesum sepertimu, yang entah berapa banyak wanita yang sudah kau tiduri"
kata- kata miya membuat juna berbalik tepat di pintu ruang ganti,dan tanpa miya sadari ternyata dirinya malah mengikuti juna
pertanyaan juna membuat miya sadar dirinya yang tengah mengikuri juna, miya segera berbalik dan buru- buru masuk kedalam kamar mandi
" bodoh"maki miya pada dirinya sendiri.
Setelah selesai mandi,miya celingukan sendiri,khawatir kalau-kalau juna masih di kamar,
miya menghela nafas lega setelah mengetahui kalau juna sudah tidak berada di kamar.
Setengah jam kemudian,miya keluar dari kamar,dan di depan pintu kamar ada seorng pelayan yang tengah menunggunya
__ADS_1
" silahkan nona,anda tengah di tunggu di meja makan untuk sarapan" ucap pelayan itu
"sejak kapan pelayan ini di depan pintu,apa dia tidak pegal berdiri menunggu?" ucap miya dalam hati seraya mengikuti pelayan itu berjalan .
Dan benar saja saat di ruangan makan,semua telah duduk di meja makan
" lama sekali,apa saja yang kau lakukan di dalam kamar?" gerutu jolia kesal
miya menatap juna yang tengah sibuk dengan laptopnya,tak sedikitpun melihat ke arahnya,
" nak miya ayu duduk kita sarapan sama- sama"
ucap mama juna lembut
miya mengangguk dan tersenyum,dan miya duduk di samping mamanya juna tepat bersebelahan dengan juna,
"Juna,hentikan pekerjaanmu kita sarapan dulu" titah ibunya,juna pun menyerahkan laptopnya pada pengawal yang berdiri di sampingnya,juna menyuruh pengawal itu untuk pergi meninggalkan ruangn itu.
Suasana hening hanya ada suara garfu yang saling beradu,jolia mencoba untuk menggoda juna namun gerakannya terhenti ketika mendengar ucapan mamanya juna pada miya.
"Apa kalian serius ingin menikah?" tanya ibunya juna pada miya
miya sedikit gugup mendengar pertanyaan dari mamanya juna,dan miyapun menatap juna
dan mengangguk pelan,ada rasa tak nyaman di hatinya karena harus berbohong pada mamanya juna,
__ADS_1
dan sebenarnya,tanpa sepengatahuan miya mama juna sudah mengetahuinya.
Sementara juna hanya diam dan tersenyum kecil.