
Miya menatap bingkai foto yang terpajang di ruang tamu di rumah andre,
satu wajah yang membuat hatinya terasa sakit,
kematiaannya membuat rasa bersalah mendalam di hatinya.
"Miya," safa wanita paruh baya yang kini sudah tidak lagi memakai kursi roda,
Miya menoleh dan tersenyum,
riska memeluk erat miya,sekuat tenaga ia mencoba untuk tidak menangis di hadaapn gadis yang masih terlihat pucat itu.
"apa kau baek- baek saja sayang?" tanya riska sambil mengajak gadis itu duduk di sofa
"apa yang terlihat baek saat kehilangan cinta partamanya" batin miya
" aku baek tante" sahut miya kemudian
miya kembali menoleh pada foto andre
begitu banyak kenangan yang di tinggalkan kekasihnya itu.
" Kau harus bangkit kembali sayang,jangan sia- siakan pengorbanan andre" ucap riska lirih
Miya memeluk wanita itu,yang terlihat tegar namun juga rapuh saat mengingat putranya
"Kau akan kembali bekerja di perusahaan kan?"
tanya riska
miya mengangguk
" selama haris belum pulih,miya yang akan pegang perusahaan"
" tapi tante.."
riska menggenggam hangat tangan miya
"jangan menolak,kau yang sangat tau tentang selok belok perusahaan kami,tante akan senang kalau kamu yang pegang"
miya tertegun sesaat,dan kemudian mengiyakannya.
Setelah memegang kendali perusahaan miya terus menyibukkan diri dengan setiap urusan bahkan jarang sekali ia kembali kerumah.
dan perusahaaanpun kembali normal dan semakin maju pesat,setiap perebutan saham miyalah yang selalu memenangkannya.
Dan setiap musuh yang ingin menyerang miya selalu dapat mengatasinya dengan taktiknya sendiri.
Dan tak terasa satu tahunpun berlalu,
" bosss,"
miya menoleh dan menghentikan konsennya membaca map yang ada di tangannya
" ada apa ?" tanya miya dengan suara tegas,wajah kesal yang ia tunjukkan membuat anak buahnya itu menciut
__ADS_1
Dan tiba- tiba saja haris dan sila masuk bersamaan
" kalian rupanya" sambut miya ,
sila menghambur memeluk sahabatnya itu
" kau seperti mafia saja,caramu membentak membuatku takut" gerutu sila,yang mendapat tawa dari haris " perusahaan maju pesat,terimakasih kak"
kata terakhir haris membuat miya tertegun sesaat
" kenapa?"
" apa aku salah mengatakan kalau kau adalah kakak ku" ucap haris lagi
miya menggeleng" terserah kamu saja" sahut miya kemudian.
"Ada apa,kenapa datang menemuiku di kantor?"
tanya miya setelah mereka duduk di sofa
" memangnya di mana lagi kami bisa menemuimu"
gerut sila.
Miya melempari bantal pada sahabatnya itu
dan kemudian haris meletakkan benda persegi di atas meja.
miya mengambilnya dan kemudian melirik keduanya
" jadi kalian akan menikah?"
Sila dan haris saling tersenyum dan mengangguk
" aku pasti datang" ucap miya kemudian
sila kembali memeluk sahabatnya itu.
" kau memang sahabatku"ucap sila girang
dan setelah urusan mereka selesai haris dan sila pamit pulang.
Salah satu anak buahnya kembali menghampirinya
" boss, presdir dari perusahaan xuan ingin bertemu"
bukankah mereka juga perusahaan terbesar,kenapa ingin menemuiku
batin miya
"Suruh dia masuk"titah miya,sambil menyandar di kursi kerjanya
anak buahnya itu mengangguk dan membungkuk untuk pamit pergi.
Tak berapa lama kemudian derap langkah terdengar memasuki ruangannya,
__ADS_1
miya yang sesaat memejamkan matanya,kembali membuka matanya saat saat derap langkah itu berhenti
" Selamat sore Nona Miya wijaya" sapa presdir itu
miya terdiam saat menatap wajah presdir yang menyapanya,
mata dan bibir presdir itu membuatnya mengingatkan seseorang,dan kemudian keningnya berkerut dengan ucapan presdir itu dengan embel wijaya
" siapa kamu?" tanya miya waspada
presdir itu tersenyum dan tanpa di perintah duduk dikursi sebelahnya
"apa yang tidak ku tau dengan keluarga wijaya"
" siapa dia?" batin miya
" Apa tujuanmu datang kemari?" miya mencoba mengalihkan pembicaraan
presdir itu menjentikkan tangannya,dan salah satu wanita cantik berpakaian seksi menyerahkan salah satu map padanya.
" kau tau,saham terbesar dari kota xxx adalah salah satu kekuasaanku,dan tiba- tiba kau ingin merebutnya dariku Nona"
miya tersenyum licik,dan menyandar kembali di kursi kebesarannya,dan tanpak raut kesal dari presdir itu
"apa yang ingin kau tawarkan untukku?" tanya miya santai
" kerja sama" jawab presdir itu
"sebutkan ke untungan untukku dengan kerja samamu"tanya miya lagi
Presdir itu tampak berdecak sebal,baru kali ini ia menghadapi wanita yang tidak takluk dengan pesonanya sedikitpun.
"Andre wanitamu ini benar- benar menyebalkan"batin presdir itu dalam hati.
π " thor jalan ceritanya pegi mana sich,ancur gitu?
π" lah kok ancur?
π" ancor thor,masa pemeran utama jiun?π€π€
π" jubaidah,pemeran utamakan miya,
π" lah kok bisa?
π" menceritakan tentang seorang wanita karir yang cantik dan pintar,namun kisah cinta tak secemerlang karirnya,dia harus kehilangan cinta pertamanya karena sebuah skandal
π" lah dari tadi, kek thor cerita
π" ga sempat jubaidah,et tapi komennya kenceng loh
π" jadi author seneng neh di bolly?ππ΅
π" boleh juga sehππππ tapi jangan nyumpahin juga yah jubay,itu like ga kenceng jubay
π" au ah gelapπππππ
__ADS_1